Rupiah Tembus Rp17.000, Ekonom UMY Soroti Tekanan Global
Rupiah melemah ke Rp17.000 per dolar AS, ekonom UMY soroti dampak global dan risiko ekonomi Indonesia 2026
Seorang pengunjung sedang melewati jalan setapak menuju Pantai Watunene di Kalurahan Tepus, Tepus, Gunungkidul. Foto diambil 29 November 2021./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, SLEMAN--Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul berencana mengajukan pengurangan atau pemangkasan luasan Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) Gunungsewu. Pakar Bidang Hidrogeologi Karst UPN Veteran Yogyakarta, Sari Bahagiarti K. mengatakan pengurangan luasan KBAK di Gunungkidul bisa menimbulkan bencana seperti kekeringan.
Dia menjelaskan KBAK merupakan tempat menyimpan air tanah yang besar. Jika KBAK dikurangi, kata Sari, di mana lagi air tanahnya akan disimpan.
"[dampak bencana] misalnya kekeringan. Gunungkidul sudah identik dengan kekurangan air. Di sisi lain bentang alam karst adalah penyimpan air," ucapnya kepada Harianjogja.com, Jumat (25/11/2022).
Dia menjelaskan di dalam karst banyak sungai-sungai besar dengan air yang melimpah. Jika dibongkar dan ditambang, sungai-sungai ini akan hilang. "Gunungkidul mau dapat air tanah dari mana? impor terus? sekarang saja sudah mengandalkan bantuan dari tempat lain," tegas dia.
Sari tegas tidak sepakat dengan pengurangan luasan KBAK karena dampaknya akan menyasar berbagai sisi. Seperti aspek geologi, geomorfologi, hidrogeologi, arkeologi, pertanian, perkebunan, peternakan, dan lain-lain.
Menurutnya ini baru dampak dari sisi keilmuan, dampak lainnya akan menyasar ke sisi sosial budaya dan keekonomian. Kalau luasan KBAK dikurangi, artinya kawasan non KBAK bebas untuk diapakan saja. Sari menyebut sudah pasti arahnya akan ke penambangan.
"Gak mungkin gak ke sana [penambangan]. KBAK ini boleh diapa-apakan asal gak ditambang dan tidak dirusak. Peternakan, perkebunan, wisata, dan lainnya," kata Sari.
Gunungkidul kata dia, terkenal dengan Gunungsewunya. Gunungsewu ini adalah karst, sehingga jika karst dikurangi Gunungkidul tidak punya ikon lagi.
Pantai-pantai di Gunungkidul juga menjadi primadona karena pantainya karst. Berbeda dengan pantai-pantai di wilayah Utara Jawa yang pesisirnya datar. Pantai di Gunungkidul menurutnya eksotis dengan batu karang terjal, ada bukit-bukit, dan gua-gua.
"Ikon Gunungkidul itu Gunungsewu dan Gunungsewu itu karst gak ada yang punya lahan karst seluas Gunungkidul," jelasnya.
BACA JUGA: Warga di Kulonprogo Terancam Tergusur Kedua Kalinya karena Proyek Tol Jogja-YIA
Lebih lanjut dia mengatakan, jika KBAK ditambang keuntungan yang dirasakan hanya sesaat. Sementara untuk membentuk karst seperti itu dibutuhkan waktu jutaan tahun.
"Setahun dua tahun [habis]. ekonomi [nilainya] hanya semasa pemerintahan. Tidak memikirkan sustainability untuk anak cucu."
Sari menjelaskan selama ini karst dimanfaatkan untuk bahan baku semen, bahan bangunan, campuran kosmetik, campuran pasta gigi, hingga industri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Rupiah melemah ke Rp17.000 per dolar AS, ekonom UMY soroti dampak global dan risiko ekonomi Indonesia 2026
KDMP Tamanmartani masih menunggu izin operasional Klinik Pratama dari Dinkes Sleman usai proses visitasi dan evaluasi lapangan.
Muhammadiyah Games 2026 resmi dibuka di UAD, jadi ajang pembinaan atlet dan kompetisi olahraga lintas jenjang pendidikan.
PPIH Arab Saudi siapkan skema murur haji 2026 agar lansia tak turun di Muzdalifah demi kelancaran Armuzna.
Persis Solo menang 1-0 atas Dewa United di Manahan, jaga peluang bertahan di BRI Super League 2025/2026.
Rusia menyerahkan 528 jenazah tentara kepada Ukraina dalam proses repatriasi terbaru di tengah perang yang masih berlangsung.