Advertisement

Hari Terakhir Abinaya Reksa Buwana Festival di Bantul, Ini Dia Lokasi dan Acaranya

Media Digital
Sabtu, 26 November 2022 - 07:57 WIB
Arief Junianto
Hari Terakhir Abinaya Reksa Buwana Festival di Bantul, Ini Dia Lokasi dan Acaranya Salah satu penampilan gurp musik dalam acara Abinaya Reksa Buwana Festival yang digelar di objek wisata Watu Goyang, Mangunan, Kapanewon Dlingo, Bantul, Jumat (25/11/2022). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL — Dinas Pariwisata (Dispar) DIY bersama Pemerintah Kalurahan Mangunan, Kapanewon Dlingo, Bantul, menggelar acara Abinaya Reksa Buwana Festival (ARB) 2022Event yang pertama kalinya digelar terebut terinspirasi dari Dieng Culture Festival (DCF) dengan menggabungkan konsep budaya dan wisata alam dengan misi pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Kepala Dispar DIY, Singgih Raharjo menjelaskan Abinaya Reksa Buwana Festival ini merupakan kegiatan penggabungan seni, wisata, budaya, alam, dan ekonomi kreatif. “Ini pertama kalinya membawa event Abinaya Reksa Buwana yang teirinspirasi dari Dieng Culture Festival yang sangat popular,” katanya, Jumat (25/11/2022).

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Pemilihan lokasi Mangunan, Dlingo karena lokasi tersebut selama ini sudah popular sehingga wisatawan tidak asing dengan wisata alam Mangunan dan sekitarnya. Tidak hanya menyajikan seni dan budaya, dan alam, tetapi agenda tersebut juga diharapkan bisa memberikan dampak ekonomi untuk warga.

“Makanya kami kalaborasinya dengan Dinas Koperasi dan UKM. Karena kami juga punya target bangkitkan ekonomi dan pengurangan kemiskinan,” katanya.

Lantaran bertujuan membangkitkan ekonomi dan pengurangan kemiskinan maka titik acara Abinaya Reksa Buwana Festival juga diperluas. Tidak hanya dilaksanakan di objek wisata yang ada di Mangunan dan sekitarnya, tetapi juga di Embung Imogiri yang ada di Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Imogiri.

BACA JUGA: Komunitas Ini Jadi Rumah Sederhana Para Pencinta Truk Jogja

Menurutnya, Imogiri merupakan salah satu kapanewon di Bantul yang angka kemiskinannya cukup tinggi. Padahal awalnya dulu Dlingo merupakan kapanewon termiskin, namun saat ini Dlingo sudah bangkit dengan desa wisatanya yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan dari nusantara maupun mancanegara. “Dulu Dlingo lebih miskin dari Imogiri sekarang Dlingo lebih makmur ketimbang Imogiri,” ujarnya.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi, Dinas Pariwisata DIY, Kurniawan menambahkan Imogiri sebenarnya sudah menjadi desa wisata, tetapi belum menjadi Desa Preneur. Selain itu juga budayanya dan ekonomi kreatifnya juga sebenarnya bagus, ada seni kriya, kerajinan topeng, batik, keris, dan berbagai macam kerajinan lainnya, termasuk pelaku UMKMnya juga tinggi, dan juga banyak home stay.

Sayangnya potensi itu memang belum banyak dikenal oleh wisatawan. Itulah sebabnya, Abinaya Reksa Buwana Festival digelar di Mangunan dengan harapan wisatawan nantinya berbondong-bondong ke Mangunan namun di Mangunan wisatawan juga akan mengetahui ternyata banyak potensi lainnya di sekitar Mangunan, termasuk di Imogiri, dan perbatasan Gunungkidul.

“Magnet utamanya kami pegang dulu karena Mangunan sudah dikenal makanya fokusnya ke sana dulu tetapi kemudian kami buatkan titik festivalnya sampai Imogiri. Kalau langsung Imogiri takutnya tidak dikenal. Agar mereka tahu tidak hanya Mangunan tapi hal unik saja di sini, ternyata ada juga di Imogiri,” ucapnya.

Lebih lanjut pria yang akrab disapa Wawan ini mengatakan dengan adanya magnet utama di Mangunan, wisatawan juga bisa mengenal potensi lainnya di wilayah perbaasan Dlingo seperti Imogiri dan Patuk Gunungkidul, “Festival ini tidak hanya festival seni budaya dan alam namun sekaligus promosi produk UMKM warga,” ujarnya.

Sejumlah titik kegiatan Abinaya Reksa Buwana adalah Watu Goyang Imogiri pada 25 November 2022 dengan menghadirkan jatilan, senam sehat, orkes, pameran UMKM dan kuliner, serta disjoki. Kemudian 25-26 November di Embung Imogiri Wukirsari dengan menghadirkan gelar seni budaya, musik keroncong, pameran UMKM dan kuliner, talkshow UMKM dan lomba mewarnai.

Acara serupa juga dilaksanakan di kantor Kalurahan Mangunan pada 25 November malam hari, yakni upcara adat Abinaya Reksa Buwana dan tari bedoyo lesung reksa bumi. Pada 26 November juga ada pentas paduan suara, anglung grup, dan sarapan keroncong di objek wisata Kaki Langit yang dilaksanakan sejak pagi hari. Lalu, malam harinya ada sendratari Nitik Siti Wang, Tari Topeng Notowono Flashmob di Panggung Mardigdo Punussari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Jasad Pasutri asal Karanganyar Ditemukan Mengapung di Sungai Bengawan

News
| Senin, 30 Januari 2023, 00:27 WIB

Advertisement

alt

Tanggal Tua tapi Pengin Piknik? Bisa kok

Wisata
| Minggu, 29 Januari 2023, 07:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement