Advertisement

Digitalisasi Naskah Kuno BPNB DIY Untuk Tingkatkan Minat Generasi Muda

Media Digital
Senin, 28 November 2022 - 13:37 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Digitalisasi Naskah Kuno BPNB DIY Untuk Tingkatkan Minat Generasi Muda Naskah kuno - Harian Jogja

Advertisement

JOGJA—Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) DIY melakukan digitalisasi naskah kuno untuk meningkatkan minat generasi muda pada khasanah nilai budaya yang terdapat dalam naskah kuno. Kegiatan ini rutin dilakukan BPNB DIY sejak 2019.

Dari naskah kuno berupa tembang hingga lakon pernah dilakukan digitalisasi, antara lain Dewa Ruci dan Kidung Pangastowo. Dalam kegiatan ini, naskah-naskah kuno yang beraksara dan berbahasa Jawa tidak hanya dialihaksarakan dan dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia, tetapi juga diolah tampilannya dari sisi audio, gambar, hingga simulasi audio-visual.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Dalam digitalisasi tersebut, BPNB DIY juga melibatkan generasi muda untuk berpartisipasi mengalihwahanakannya dalam medium digital. “Bukan hanya generasi muda yang menerima dan mengonsumsi hasil olah digitalnya, tapi generasi muda kami libatkan juga dalam proses digitalisasi naskah kuno tersebut,” jelas Dra. Dwi Ratna Nurhajarini, M.Hum. selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) BPNB DIY pada Selasa (22/11/2022).

Ratna menyebut komunitas Balai Gamel Sore dan Balai Sinden Sore yang dikelola BPNB DIY sebelumnya ikut dalam proses digitalisasi tersebut. “Mayoritas peserta Balai Gamel Sore dan Sinden Sore itu generasi muda. Mereka kami libatkan untuk mengisi suara sampai visual digitalisasi tersebut,” katanya.

Digitalisasi naskah kuno tersebut, jelas Ratna, juga sebagai bentuk peningkatan aksesibilitas bagi difabel. “Supaya teman-teman difabel juga bisa mengaksesnya, misalnya lewat audio bagi tuna rungu, karena mereka juga berhak atas akses tersebut,” ujarnya.

Penggunaan teknologi dalam melestarikan kebudayaan, lanjut Ratna, menjadi keniscayaan di zaman sekarang. Teknologi tidak hanya membantu tampilan hasil digitalisasi ini menjadi lebih menarik, tetapi juga memperluas akses masyarakat untuk menikmatinya.

“Meskipun ini budaya tradisional, tapi tetap harus disesuaikan dengan perkembangan zaman agar tidak tergerus atau bahkan tersisihkan, harus juga mendapat ruang berkembang agar generasi mendatang juga dapat menikmati dan ikut melestarikannya,” tegasnya.

BPNB DIY yang kini sudah melebur menjadi Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X akan terus berkomitmen untuk melakukan digitalisasi naskah kuno. Ratna menjelaskan digitalisasi tersebut sebagai langkah strategis untuk terus melestarikan budaya bagi generasi muda. Digitalisasi naskah kuno adalah jawaban dari tantangan perkembangan zaman untuk terus melestarikan nilai budaya. Jadi saya kira penting untuk terus dilakukan,” jelasnya.*

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Jasad Pasutri asal Karanganyar Ditemukan Mengapung di Sungai Bengawan

News
| Senin, 30 Januari 2023, 00:27 WIB

Advertisement

alt

Tanggal Tua tapi Pengin Piknik? Bisa kok

Wisata
| Minggu, 29 Januari 2023, 07:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement