Pemkab Gunungkidul Bangun 90 Kios Rp783 Juta untuk Perluasan Taman Kuliner Wonosari
Taman Kuliner Wonosari diperluas dengan pembangunan 90 kios senilai Rp783,084 juta yang ditargetkan rampung awal Desember 2026.
Warga melintas di Jembatan Pucung yang rusak akibat terjangan banjir beberapa hari lalu. Untuk aktivitas, warga memasang sesek di sekitar jembatan yang rusak pada Selasa (29/11/2022)/Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Warga di Dusun Pucung, Candirejo, Semin berharap jembatan yang rusak dapat dibangun ulang. Untuk memperlancar aktivitas sudah dibuat jembatan darurat menggunakan sesek dari anyaman bambu.
Salah seorang warga Pucung, Mursidi mengatakan, jembatan di wilayahnya rusak akibat diterjang banjir akibat hujan deras pada Jumat (18/11/2022) lalu. Tak hanya itu rumah warga juga ada yang terendam banjir.
“Konstruksi bangunannya ambrol separo karena diterjang banjir sehingga tak bisa dilalui kendaraan,” katanya, Selasa (29/11/2022).
Menurut dia, pasca-kejadian warga sudah kerja bakti untuk membuat jembatan darurat yang terbuat dari sesek anyaman bambu. Adapun kondisi sekarang masih bisa dilalui sepeda motor.
“Kalau mobil tidak bisa dan harus lewat jalan lain,” katanya.
Mursidi mengungkapkan, jembatan pucung menjadi salah satu akses warga antar wilayah di Kalurahan Candirejo, seperti Dusun Ngrejeng dan Sumber. “Warga yang memiliki mobil harus lewat jalur lain untuk bisa pulang pergi. Sebab di sisi utara juga ada jembatan yang bisa diakses warga,” katanya.
Meski ada jalur lain untuk aktivitas, lanjut dia, warga Pucung berharap kerusakan jembatan bisa diperbaiki sehingga aktivitas kembali lancar. Ia mengakui keberadaan jembatan darurat hanya bersifat sementara dan sewaktu-waktu bisa hanyut pada saat terjadi banjir. Terlebih lagi, saat sekarang hujan deras masih sering mengguyur di setiap wilayah.
“Makanya berharap ada pembangunan ulang jembatan yang rusak. Kalau sambungan sesek yang dibuat hanya sementara saja, tujuannya agar pengguna motor tetap bisa melintas,” katanya.
Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Wadiyana mengatakan, sudah melakukan tinjauan lapangan terkait dengan kerusakan Jembatan Pucung. Secara aturan, pemkab tidak memiliki kewenangan karena statusnya merupakan jalan desa.
BACA JUGA: Ini Daftar 10 Provinsi dengan UMP 2023 Terendah, Jogja Nomor 2!
Meski demikian, sambung dia, upaya perbaikan tetap dilakukan. Salah satunya dengan mengajukan bantuan dana rehabilitasi dan rekonstruksi karena pascakejadian ditetapkan status tanggap darurat.
“Baru diusulkan,” katanya.
Wadiyana mengungkapkan, untuk perbaikan jembatan yang rusak tersebut sudah diusulkan anggaran perbaikan sekitar Rp1,5 miliar. “Yang jelas sudah ada upaya untuk perbaikan, tapi pelaksanananya masih menunggu persertujuan atas usulan yang diajukan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Taman Kuliner Wonosari diperluas dengan pembangunan 90 kios senilai Rp783,084 juta yang ditargetkan rampung awal Desember 2026.
Serapan pupuk subsidi Bantul baru sekitar 70% hingga September 2026. Penebusan diperkirakan meningkat saat musim tanam akhir tahun.
Changan mulai menyerahkan Nevo Q05 kepada konsumen Indonesia. SUV listrik ini mencatat lebih dari 1.000 SPK dan dibanderol mulai Rp349 juta.
Cleberson menyebut dukungan suporter menjadi kekuatan PSS Sleman saat menghadapi Dewa United di Banten International Stadium.
Kemenkeu mengungkap perkembangan pengalihan saham PSBI dan pembayaran utang Whoosh yang kini memasuki tahap finalisasi.
MTQ Nasional XXXI 2026 di Jawa Tengah berakhir dengan Jateng meraih peringkat kedua. Taj Yasin mendorong pembinaan Al-Qur’an berkelanjutan.