Advertisement

Tol Jogja Lewat Sleman, Bantul, Kulonprogo: Wisata DIY Tak Boleh Rugi

Sunartono
Rabu, 30 November 2022 - 06:47 WIB
Budi Cahyana
Tol Jogja Lewat Sleman, Bantul, Kulonprogo: Wisata DIY Tak Boleh Rugi Pembangunan Tol Jogja Solo. - Istimewa/PT Jogjasolo Marga Makmur (JMM)

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Masyarakat DIY tak boleh hanya mendapatkan asap kendaraan dari beroperasinya Tol Jogja Solo, Tol Jogja Bawen, dan Tol Jogja YIA.

Pemerintah daerah harus segera mempersiapkan berbagai infrastruktur dan produk wisata agar mendapatkan dampak menguntungkan dari tol. Karena diperkirakan kunjungan wisatawan akan semakin banyak ke wilayah DIY ketika Tol Jogja Solo, Tol Jogja Bawen, maupun Tol Jogja YIA telah beroperasi.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Ketua GIPI DIY Bobby Ardianto mengatakan DIY harus mempersiapkan sejak dini menyambut keberadaan tol yang akan melintas di kabupaten yaitu Sleman, Bantul dan Kulonprogo. Gelombang wisatawan tersebut harus ditangkap secara maksimal oleh DIY agar memberikan dampak ekonomi bagi warga. Dengan demikian, tol di Jogja bisa memguntungkan warga sekitar.

“Keberadaan tol ini seharusnya menjadi benefit bagi Jogja, akan menjadi masalah pada saat kita tidak siap,” katanya Selasa (29/11/2022).

Ia mengatakan ketiga kabupaten yang dilintasi tol ini harus mengebut upaya peningkatan produk pariwisata agar lebih banyak wisatawan yang tertahan sehingga lama kunjungan meningkat. Upaya peningkatan ini tidak bisa hanya dilakukan satu atau dua kabupaten saja, akan tetapi seluruh kabupaten dan kota di DIY harus melakukan integras

BACA JUGA: Ring Road Utara Jogja Akan Dipakai untuk Tol, Ini Jadwal Pengerjaannya

“Ibaratnya antara Sleman, Bantul, Kulonprogo, Gunungkidul dan Kota Jogja ini harus dijahit dan terintegrasi pariwisatanya menjadi satu agar wisatawan lebih lama tinggal di Jogja,” ucapnya.

Dengan akan semakin banyaknya wisatawan yang datang ke DIY karena kemudahan tol, GIPI DIY mendorong Pemda DIY serta dinas pariwisata kabupaten dan kota untuk membuat roadmap responsible tourism atau pariwisata bertanggung jawab.

Roadmap dan timeline harus jelas, agar saat melaksanakan kami tidak kedodoran, harapannya industri pariwisata di DIY bersemangat,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata Sleman Ishadi Yazid mengatakan sudah menyiapkan kajian DED untuk pengembangan pariwisata di Tempel. Karena di kawasan ini akan menjadi salah satu titik exit toll Jogja Bawen. Selain itu, destinasi wisata Kaliurang juga akan direvitalisasi. Kaliurang menjadi salah satu destinasi yang diperkirakan bakal semakin banyak dikunjungi seiring keberadaan exit toll di wilayah Sleman.

“Kami siapkan DED untuk membuat kawasan wisata Kaliurang tidak itu-itu saja, kami siapkan wisatawan itu juga ada yang hal baru dan merasa nyaman,” ujarnya.

Pengembangan kawasan wisata Kaliurang ini telah memasuki tahapan focus group discussion (FGD) dan akan segera diselesaikan. Kemungkinan pembangunan fisik kawasan wisata Kaliurang itu akan dilakukan pada APBD Perubahan 2023 atau di APBD murni 2024. Kaliurang akan ditata lanskapnya sehingga lebih indah dan memberikan kenyamanan bagi pengunjung.

Ia mengatakan Sleman juga melakukan pendataan seluruh jalur menuju destinasi wisata sehingga akses menuju objek wisata tidak banyak menimbulkan komplain. Ia mencontohkan salah satu jalan dari Piyungan menuju ke destinasi wisata Breksi yang segera membutuhkan perbaikan.

Pemda DIY menyiapkan lahan sekitar 9 hektare yang akan menjadi pusat perekonomian semacam rest area di kawasan exit toll Jogja Solo di Bokoharjo, Prambanan, Sleman.

Kepala Bappeda DIY Beny Suharsono mengatakan Pemda DIY DIY telah menyiapkan lahan sekitar 9 hektare di wilayah Prambanan, Sleman. Lahan ini berada di sebelah selatan kawasan wisata Breksi. Lahan tersebut sebagian adalah tanah kas desan dan sebagian milik warga. Lahan tersebut akan dikembangkan sebagai kawasan perekonomian baru untuk menampung orang yang akan keluar dan masuk di area exit toll di Bokoharjo.

“Saat ini memang sedang diupayakan ditawarkan ke investor, akan tetapi untuk deal-nya belum, kondisi tanahnya saat ini lahan terbuka, harus dibebaskan memang ada tanah desa dan tanah warga,” katanya belum lama ini.

BACA JUGA: Simak Jadwal Lengkap Sosialisasi Pembebasan Lahan Tol Jogja YIA

Lokasi lahan tersebut memang tidak persis di sebelah tol, sehingga perlu dibangun jalan penghubung dari jalur exit toll menuju ke kawasan pusat ekonomi baru tersebut. Keberadaan semacam rest area di luar tol ini akan dimanfaatkan pengguna tol baik saat keluar maupun akan masuk ke area tol untuk mampir sejenak. Di dalamnya akan berisi berbagai macam produk lokal Jogja serta berbagai fasilitas.

“Nantinya akan menjadi semacam pusat ekonomi, untuk pengembangan ekonomi kreatif, UMKM, semacam rest area tetapi di luar tol, jadi orang masuk Jogja ketemu di sini,” ujarnya.

Selain di sisi timur, kata Beny, saat ini Pemda DIY juga sedang mendesain titik yang akan dikembangkan di kawasan Tol Jogja YIA yang berada di Wates Kulonprogo. Namun, kelanjutan rencana itu masih menunggu diskusi lebih lanjut sehingga belum ditetapkan lahan yang akan menjadi pengembangan kawasan di exit toll. Sesuai dengan kesepakatan dengan Pemerintah Pusat, Tol Jogja YIA ini akan diberi empat exit toll.

“Sebenarnya sudah ada titik exit toll, cuma kami perlu persiapan untuk menangkap peluang itu kira-kira titik yang tepat di mana. Untuk saat ini yang sudah pasti itu yang di kawasan Prambanan itu,” katanya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Duh, Konsumsi Pemerintah Jadi Ganjalan Pertumbuhan Ekonomi di 2022

News
| Senin, 06 Februari 2023, 16:07 WIB

Advertisement

alt

Kunjungan Malioboro Meningkat, Oleh-oleh Bakpia Kukus Kebanjiran Pembeli

Wisata
| Senin, 06 Februari 2023, 10:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement