Advertisement

Habitat Indonesia Bakal Bangun 35 Rumah dan 12 Toilet Layak di Kulonprogo

Catur Dwi Janati
Kamis, 01 Desember 2022 - 16:07 WIB
Arief Junianto
Habitat Indonesia Bakal Bangun 35 Rumah dan 12 Toilet Layak di Kulonprogo Habitat for Humanity Indonesia resmi menggelar Kick Off dan Sosialisasi Program Membangun Masyarakat Tangguh Melalui Pembangunan Rumah Layak Huni dan Sarana Sanitasi untuk Keluarganya Berpenghasilan Terbatas di Sentolo, Kamis (1/12/2022). - Harian Jogja/Catur Dwi Janati

Advertisement

Harianjogja.com, KULONPROGO — Habitat for Humanity Indonesia resmi menggelar Kick Off dan Sosialisasi Program Membangun Masyarakat Tangguh melalui Pembangunan Rumah Layak Huni dan Sarana Sanitasi untuk Keluarga yang Berpenghasilan Terbatas di Kapanewon Sentolo.

Sosialisasi itu digelar dengan menghadirkan sejumlah pejabat Pemkab Kulonprogo, kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan taraf kesejahteraan dan kesehatan masyarakat melalui hunian yang layak.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Field Operation Department Senior Project Manager Hub 2 - Habitat For Humanity Indonesia, Andri Gunawan menyampaikan bahwa rumah layak huni dan toilet sehat yang layak pakai sejatinya merupakan hak asasi manusia yang harus dipenuhi. Pasalnya, setiap orang berhak memiliki kehidupan yang layak.

Untuk menciptakan masyarakat yang tangguh, Habitat Indonesia menginisiasi lima program di Kulonprogo. Di antaranya program pembangunan fisik yang meliputi pembangunan 35 unit rumah layak huni bagi 35 keluarga dalam kategori Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

BACA JUGA: DPRD Kulonprogo Berharap APBD 2023 Bisa Sejahterakan Masyarakat

Selain itu Habitat Indonesia juga bakal membangun 12 unit toilet bagi 12 keluarga dalam kategori MBR. "Secara resmi kami menggelar kick off untuk program ini. Dalam kesempatan ini juga kami ingin mengundang secara resmi teman-teman dari Pemkab Kulonprogo karena sebenarnya Habitat kan bekerja tujuannya untuk mendukung program pembangunan dari pemerintah, tidak bisa tidak. Kami harus berkolaborasi," ucap dia, Kamis (1/12/2022).

Habitat Indonesia merupakan organisasi nonprovit yang sudah ada di Indonesia sejak 1997. Organisasi yang menunduk pada Habitat for Humanity International ini, tercatat telah membangun, merehabilitasi dan merekonstruksi lebih dari 5.000 rumah di DIY.

Melalui program Global Volunteer (GV) yang mendatangkan sukarelawan dari luar negeri, diharapkan gotong royong masyarakat internasional ini dapat membantu pembangunan rumah layak huni sebagai bagian dari semangat Habitat Home Equal Campaign. 

Selain perbaikan rumah, Habitat for Humanity juga membangun 22 toilet umum, 125 toilet berbasis keluarga, 62 sistem air, tujuh menara air, tiga balai komunitas, empat taman kanak-kanak dan pelatihan WASH yang menargetkan lebih dari 8000 orang di DIY.

Program Habitat Indonesia di Kulonprogo, kata dia, menyasar wilayah Kapanewon Sentolo. Dalam pemilihan sasaran rumah maupun proyek yang bakal direhab, Habitat Indonesia menggunakan sejumlah parameter dan berkoordinasi dengan pemangku wilayah setempat. "Jadi setiap kandidat itu data awal tentu akan kita dapatkan dari pemerintah lokal. Dalam hal ini pemerintah desa," ujarnya

"Untuk sebarannya, kami akan berkoordinasi dengan para lurah di Kapanewon Sentolo. Data siapa kandidatnya, kami dapatkan dari mereka, baru nanti kami seleksi, survei. Kami memastikan betul orang ini masuk kategori yang layak [mendapat bantuan]," ujar dia.

Andri berharap lewat program ini, masyarakat dapat memiliki hunian yang layak untuk ditinggali. Hal ini sesuai fokus Habitat for Humanity. "Habitat sendiri adalah lembaga yang berfokus pada permukiman layak huni, itu fokusnya Habitat," ujar dia.

"Jadi visi organisasi itu adalah dunia dimana setiap orang memiliki tempat tinggal yang layak. Itu lah titik tolaknya program kami. Kemudian program kami berkembang tidak hanya sekedar rumah ada juga sanitasi kemudian air bersih, kemudian bukan hanya fisik tapi juga program-program yang meningkatkan kapasitas masyarakat," ucap dia.

Tidak hanya membantu pembangunan rumah dan toilet, Habitat juga memberikan peningkatan kapasitas masyarakat tentang beragam pengetahuan tentang hunian, kesehatan dan kebencanaan.

Project Coordinator Habitat For Humanity Indonesia-Jogjakarta, Herawan Surandriyo menjelaskan tiga program peningkatan kapasitas SDM di Kulonprogo, di antaranya pelatihan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang menjadikan 100 warga sebagai agen perubahan dalam meningkatkan kualitas perilaku bersih dan sehat sehari-hari.

BACA JUGA: Pikun, Nenek Bakar Kasur di Dalam Rumah, Dikira Tungku

Program peningkatan SDM lainnya yakni pelatihan Build Back Safer (BBS) yang menyasar 35 warga untuk mempromosikan teknik konstruksi yang aman dalam memperkuat konstruksi rumah terhadap ancaman bencana di masa depan.

"Ini teknik tentang keamanan rumah, karena Habitat Indonesia fokus kami di bidang hunian dan permukiman, makanya masyarakat untuk bisa mengetahui rumah yang tahan terhadap situasi ancaman bencana itu seperti apa, kalau dikontekskan dengan rumah yang mereka tinggal saat ini," jelasnya.

Terakhir ada pelatihan Participatory Approach for Safe Shelter Awareness (PASSA) yang menyasar 100 masyakarat untuk mengidentifikasi solusi dan mengembangkan strategi mengatasi risiko bencana di area hunian. "Pendekatan participatory ini adalah metode partisipasi untuk pengurangan risiko bencana terkait dengan keamanan hunian," ujarnya.

"Jadi metode ini merupakan perubahan transformasi kesehatan dan sanitasi yang berperan pada bangunan rumah yang aman,"  terangnya.

Hingga akhir tahun ini, program Habitat Indonesia di Kulonprogo telah berhasil membangun 22 rumah dari target 35 rumah secara keseluruhan. Tujuh toilet juga telah terbangun dari target 12 toilet yang menyasar Kapanewon Sentolo. Tidak hanya itu Habitat juga telah membangun empat taman kanak-kanak dan satu balai komunitas di Sentolo.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan, Sekda Kulonprogo, Jazil Ambar Was'an perbaikan atau rehabilitasi rumah di Kulonprogo rutin dilakukan melalui program bedah rumah.

Digulirkan sejak beberapa tahun lalu, setidaknya ada 1200 yang telah direhabilitasi. Jumlah tersebut belum termasuk rehabilitasi rumah dari pihak swasta atau organisasi di luar pemerintah. 

Dengan adanya kolaborasi dengan elemen lainnya, seperti Habitat Indonesia, percepatan rehabilitasi rumah dan toilet semacam ini akan membuat jumlah rumah tidak layak huni yang tertangani makin banyak.

"Tentu kami sangat berharap dengan nanti adanya kegiatan rehab rumah layak huni ini tidak sekedar bangunan, mestinya edukasi warga juga perlu disampaikan. Karena jangan sampai kami ini senang membangun tetapi juga tidak bisa memelihara," kata dia.

Lebih jauh, Ambar berharap adanya program rehabilitasi rumah semacam ini membuat kualitas hidup dan kesehatan masyarakat dapat makin meningkat. "Harapannya tentu masyarakat itu kualitas kesejahteraannya khususnya pada bidang kesehatan ini mestinya juga semakin baik," ujarnya.

"Karena kalau sudah tidur sudah tidak kena angin, tidur di bawah ini juga tidak terganggu dengan kotoran dan sebagainya, tentu akan menjadikan pola hidup baik. Temasuk untuk buang air besar ini kan tidak sembarangan," kata dia. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Jadi Venue Konser Dewa 19, JIS Dikritik, Standar FIFA Dibahas Lagi

News
| Minggu, 05 Februari 2023, 15:57 WIB

Advertisement

alt

Wah...Kini Ada Wisata Pasar Kuliner Minggu Pagi di Pakuningratan Jogja

Wisata
| Minggu, 05 Februari 2023, 15:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement