Advertisement

Pansus DPRD Kulonprogo Soroti Pelayanan IGD dan Layanan Pendaftaran Pasien

Media Digital
Jum'at, 09 Desember 2022 - 07:07 WIB
Arief Junianto
Pansus DPRD Kulonprogo Soroti Pelayanan IGD dan Layanan Pendaftaran Pasien Suasana Rapat Pansus Manajemen dan Pengelolaan RSUD dan Pelayanan Kesehatan di Kantor DPRD Kulonprogo. - Istimewa

Advertisement

KULONPROGO—Panitia Khusus Manajemen dan Pengelolaan RSUD dan Pelayanan Kesehatan, DPRD Kulonprogo mulai bergerak mengumpulkan materi yang akan dijadikan bahan rekomendasi. Pelayanan IGD dan pendaftaran pasien, menjadi dua aspek yang paling disoroti oleh pansus. 

Ketua Pansus Manajemen dan Pengelolaan RSUD dan Pelayanan Kesehatan, DPRD Kulonprogo, Muhtarom Asrori mengaku telah mengumpulkan berbagai bahan yang akan menjadi rekomendasi pansus. Pelayanan IGD menjadi topik besar pembahasan oleh tim pansus.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Muhtarom berpandangan jika IGD menjadi pintu atau gambaran muka rumah sakit. Aspek IGD ini yang banyak mendapat kelurahan dari masyarakat perihal lamanya pelayanan. 

"Lambat, jadi yang dikeluhkan ketika pasien masuk IGD itu, penanganan sampai hasilnya dan masuk ke bangsal itu terlalu lama. Ini kan menjadi kendala," tuturnya pada Kamis (8/12/2022).

BACA JUGA: Dua Motor Tabrakan di Jalan Wates, Seorang Kakek Meninggal Dunia

Oleh karena itu, RSUD menurut Muhtarom harus punya inovasi baru agar masyarakat itu tidak dikecewakan. Kendati demikian Muhtarom menerangkan bila masyarakat harus mengerti, pemahaman masyarakat tentang kegawatdaruratan dan pandangan secara medis terdapat perbedaan. 

"Adanya rujukan yang berjenjang itu kan mengakibatkan pendapatan khususnya Rumah Sakit Wates itu kan berkurang. Sehingga memang harus ada inovasi dari rumah sakit untuk meningkatkan kunjungan pasien tersebut," terangnya.

Lebih lanjut Muhtarom menambahkan bila inovasi yang diimplementasikan nantinya harus berbeda antara RSUD Wates yang merupakan rumah sakit tipe B dengan RS Nyi Ageng Serang yang merupakan rumah sakit tipe C. "Sehingga harus ada pelayanan yang berbeda," ujarnya 

Tim pansus juga sempat membahas kemungkinan program rumah sakit tanpa dinding di Kulonprogo. Artinya setiap bulan, rumah sakit mengadakan pelayanan semacam bakti sosial kepada masyarakat. Melalui program itu, masyarakat akan tahu bagimana pelayanan medis dan tenaga medis yang diberikan dari rumah sakit. 

"Dengan seperti itu maka nanri masyarakat akan paham. Dan kedekatan dokter, baik itu dokter spesialis, maupun manajemen dengan masyarakat akan tercipta," tambahnya.

Selain IGD, tempat pendaftaran pasien juga menjadi sorotan dari tim pansus. Keramahan petugas baik di IGD maupun pada pendaftaran diharapkan Muhtarom dapat diberikan sama baiknya dan cepat. 

Peningkatkan kapasitas penerimaan pasien pada layanan pendaftaran ini menurut Muhtarom dapat dilatih bersama ahli. Misalnya menggandeng pelatih dari hotel yang memiliki pengalaman dan SOP dalam menghadapi tamu. 

Pemutakhiran layanan pendaftaran juga disinggung oleh Muhtarom. Menurutnya pendaftaran pasien dapat dilakukan secara daring untuk mempercepat layanan. Selain itu, dengan fitur yang dapat melihat nomor antrean, pasien dapat mengira-ngira kapan harus datang ke rumah sakit sehingga tidak banyak waktu yang terbuang untuk menunggu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Duh, Konsumsi Pemerintah Jadi Ganjalan Pertumbuhan Ekonomi di 2022

News
| Senin, 06 Februari 2023, 16:07 WIB

Advertisement

alt

Kunjungan Malioboro Meningkat, Oleh-oleh Bakpia Kukus Kebanjiran Pembeli

Wisata
| Senin, 06 Februari 2023, 10:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement