Advertisement

Sensus Pertanian 2023 Berusaha Jawab Isu Pangan Global dan Nasional

Media Digital
Selasa, 13 Desember 2022 - 19:17 WIB
Budi Cahyana
Sensus Pertanian 2023 Berusaha Jawab Isu Pangan Global dan Nasional Kadarmanta Baskara Aji, Sekda DIY (kiri), dan Sugeng Arianto, Kepala BPS DIY (kedua dari kiri) melakukan Kick Off Sensus Pertanian 2022 di Grand Inna Malioboro, Selasa (13/12/2022). - Harian Jogja

Advertisement

JOGJA—Badan Pusat Statistik (BPS) DIY menggelar Seminar Kick Off Kegiatan Sensus Pertanian 2022 bertajuk Mencatat Pertanian DIY untuk Kedaulatan Pangan dan Kesejahteraan Petani di Grand Inna Malioboro, Jogja, Selasa (13/12/2022). Seminar itu untuk menyambut Sensus Pertanian 2023.

Sugeng Arianto, Kepala BPS DIY, menyampaikan sensus pertanian diadakan tiap 10 tahun sekali. Dalam sensus kali ini, terdapat perbedaan dengan sensus sebelumnya. Menurut Sugeng, sensus kali ini berusaha mengakomodasi kebutuhan tidak hanya petani konvensional, tetapi juga petani milennia. Dari situ, sensus pertanian berusaha menghasilkan data yang dapat menjawab isu pertanian nasional bahkan global.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

“Sensus ini merupakan salah satu tata cara BPS menghasilkan data, ini memang menjadi sangat strategis karena sensus ini salah satu cirinya adalah kelengkapan cakupan. Berbeda dengan pengukuran Badan Pusat Statistik [BPS] yang lain, yang sebagian besar menggunakan metode sampling,” katanya.

Menurut Sugeng, Sensus Pertanian 2023 akan dilakukan menggunakan metode pencacahan lengkap. Dari metode tersebut diharapkan dapat menjadi menjadi benchmark bagi sensus lainnya. “Kegiatan lain yang dilakukan dengan metode sampling, pola estimasinya akan mengacu pada populasi yang dihasilkan oleh sensus dengan metode pencacahan lengkap,” katanya.

Dalam sambutannya, Sugeng menyampaikan, pentingnya data statistik dalam pembangunan.

“Berkali-kali Presiden RI menyampaikan data adalah kekayaan baru yang lebih berharga daripada minyak. Presiden Jokowi selalu menyampaikan berbagai arahan menggunakan data statistik, dari manap un sumbernya, tidak harus dari BPS,” katanya.

Menurutnya, penggunaan data dalam setiap paparan tersebut menunjukan usaha menghadirkan informasi berbasis bukti.  Sensus pertanian 2023, menurut Sugeng akan berbeda dengan sebelumnya, “Tahun depan ada banyak sekali perubahan, dibandingkan sensus pertanian yang pernah dilakukan,” katanya.

Sugeng menyampaikan, melalui Sensus Pertanian 2023 isu global dan isu nasional terkait pertanian berusaha diakomodasi.

“Dulu pertanian itu identik dengan kegiatan on farm saja, sekarang pertanian sudah masuk ke berbagai sendi kehidupan, dan sudah banyak kegiatan, serta melibatkan banyak pelaku, yang secara kasat mata, kita tidak menyebutnya sebagai petani, tapi dari aktivitas dan kegiatannya mereka adalah petani, termasuk yang sekarang menjadi tren, para petani milenial,” katanya.

Sugeng menyampaikan sensus pertanian tahun depan akan menjangkau petani milenial juga. “Perubahan ini [perubahan di sektor pertanian, seperti munculnya petani milenial] harus bisa ditangkap oleh sensus pertanian, sehingga kebijakan terkait pengelolaan pertanian khususnya, dan pembangunan nasional pada umumnya, sudah mendapatkan basis informasi untuk perencanan berdasarkan situasi terkini yang sudah mengadopsi, menangkap berbagai perubahan yang terjadi,” kata Sugeng.

Sugeng menyatakan selain untuk keperluan nasional, sensus pertanian tahun depan juga untuk memenuhi berbagai kebutuhan indikator SDGs.

“Isu pertanian menjadi isu global, yang tidak hanya untuk urusan negara tertentu, tapi seluruh dunia juga berkepentingan terhadap sektor pertanian ini, baik dalam posisinya langsung on farm sebagai produsen, maupun di mata rantai berikutnya. Sehingga sensus pertanian ini menjadi bagian dari berbagai indikator pembangunan berkelanjutan,” katanya.

Selanjutnya, Sugeng menyampaikan, praktek pertanian yang membutuhkan banyak sumber daya alam, seperti lahan pertanian luas, bila diteruskan akan mengalami banyak hambatan. Menurutnya, pengembangan petani skala kecil perlu dikembangkan untuk mengatasinya.

Data yang akan disajikan, nantinya dalam bentuk informasi geospasial. “Sudah dirancang, nanti informasi yang disajikan dalam bentuk informasi geospasial,” kata Sugeng.

Ia berhadap Sensus Pertanian 2023 dapat menghasilkan informasi yang bermanfaat bagi pemangku kebijakan di ranah lokal, nasional serta global. “Ke depan apa yang dicangkup Sensus Pertanian begitu luas, dan banyak yang masuk, karena tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tapi juga global, sehingga banyak hal harus diadopsi di tatanan global tersebut,” kata Sugeng.

Kadarmanta Baskara Aji, Sekda DIY, menyampaikan persiapan Sensus 2023 yang telah dilakukan sejak tahun ini akan menghasilkan data yang memuaskan. “Ini langkah yang cukup bijak memulai kegiatan dengan persiapan yang matang,” katanya.

Ia berharap hasil sensus dapat menjawab berbagai pertanyaan petani terkait kebijakan pemerintah. “Supaya kita punya jawaban yang baik, jawaban yang rasional, yang  memuaskan [untuk menjawab pertanyaan pertani], maka kita perlu data. Sensus ini akan memberikan jawaban itu dengan benar,” kata Kadarmanta.

“Jawaban itu bukan hanya untuk menjawab pertanyaan petani tapi juga jawaban dan arahan pemerintah untuk mengambil kebijakan untuk kedaulatan pangan tetapi petani juga sejahtera,” imbuhnya. (***)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Curhat Mensos Risma Ke DPR, Bansos Rp412 Miliar Diblokir Sri Mulyani

News
| Rabu, 08 Februari 2023, 21:27 WIB

Advertisement

alt

Meski Ada Gempa, Minat Masyarakat ke Turki Tak Surut

Wisata
| Selasa, 07 Februari 2023, 22:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement