Guru Sudah Cukup, Pemkab Bantul Tutup Rekrutmen Honorer
Pemkab Bantul memastikan tidak lagi membuka rekrutmen honorer baru dan fokus menyelesaikan tenaga non-ASN melalui skema PPPK.
Spanduk larangan operasional terpasang di area event Tugu Jogja Expo yang berlokasi di Jalan Margo Utomo, Jumat (16/12/2022)./ Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA—Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Jogja menutup permanen Pasar Malam Tugu Jogja Expo (TJE) di Jalan Margo Utomo yang berada di kawasan Sumbu Filosofi, Jumat (16/12/2022) sore.
BACA JUGA: Polemik Penyelenggaraan Pasar Malam TJE
Petugas gabungan memasang besi pembatas di sepanjang sisi barat area pintu masuk kegiatan itu dengan menempelkan spanduk penanda yang menyatakan kegiatan itu dilarang lantaran belum mengantongi izin.
"Karena belum mengantongi izin jadi otomatis kita tutup dan ini sudah dimulai sejak tanggal 8 lalu ya sementara dari Pemda atau juga kepolisian belum mengeluarkan izin sama sekali," kata Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundang-undangan Satpol PP Kota Jogja Dodi Kurnianto.
Ia mengatakan, sebelum menutup pihaknya juga telah berkomunikasi dengan penyelenggara kegiatan dengan mengeluarkan surat peringatan No. 435/1219 yang dikirimkan pada Kamis 16 Desember kemarin. Dalam surat itu pihaknya mengimbau agar pelaksanaan acara disetop paling lambat Jumat 16 Desember pukul 13.00 WIB.
"Satu kali peringatan sudah kita sampaikan dan sudah ada komunikasi dengan penyelenggara dan langsung ditutup. Permanen ya ditutup. Karena sampai sekarang juga belum ada izinnya dari polisi juga belum ada rekomendasi terkait izin keramaian. Karena setiap kegiatan di sumbu filosofi ya harus dapat izin," ujarnya.
Menurut Dodi, selama proses pengajuan Sumbu Filosofi kepada UNESCO segala macam kegiatan dan aktivitas di kawasan cagar budaya tersebut harus mengantongi rekomendasi dari dinas terkait. Terlebih kegiatan itu dilaksanakan selama sebulan penuh dan sudah terlaksana selama delapan hari.
"Ini sudah ketentuan dan juga berada di kawasan Sumbu Filosofi yang saat ini dalam proses penilaian dari UNESCO," ucapnya.
Ketua penyelenggara Tugu Jogja Expo Widihasto Wasana Putra menjelaskan, akan membawa persoalan itu ke ranah hukum. Panitia penyelenggara akan menyiapkan kelengkapan dokumen untuk menggugat tindak aparat.
"Kita akan tetap melakukan perlawanan terhadap yang menjadi inti dari kegiatan kami yang tidak mendapatkan izin dan kami akan menyusun gugatan ke PTUN," ungkap Hasto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul memastikan tidak lagi membuka rekrutmen honorer baru dan fokus menyelesaikan tenaga non-ASN melalui skema PPPK.
Imigrasi memperketat pengawasan WNA di Bantul lewat APOA. Hotel, homestay, dan vila diwajibkan melaporkan tamu asing secara berkala.
Hanung Bramantyo mengadaptasi Children of Heaven berlatar SD Muhammadiyah dengan pesan kuat tentang pendidikan karakter anak.
KPAID Kota Jogja mendorong penerapan pasal lebih berat dalam kasus dugaan kekerasan anak di Daycare Little Aresha
Pemerintah memangkas anggaran MBG 2026 menjadi Rp268 triliun demi efisiensi program Makan Bergizi Gratis.
DPRD DIY memastikan tidak ada kebijakan pemutusan kerja terhadap tenaga pendidik non-aparatur sipil negara tersebut di Daerah Istimewa Yogyakarta