Advertisement

Rektor UGM Minta Mahasiswa Melek Investasi, Jangan Terjebak Pinjol Ilegal

Sunartono
Selasa, 20 Desember 2022 - 13:27 WIB
Bhekti Suryani
Rektor UGM Minta Mahasiswa Melek Investasi, Jangan Terjebak Pinjol Ilegal Rektor UGM Profesor Ova Emilia (kedua dari kanan) saat menunjukkan kerja sama dengan platform Pluang di sela-sela talkshow Tren Finansial Anak Muda Jelang 2023, Selasa (20/12/2022). - Harian Jogja/Sunartono

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA— Rektor UGM Profesor Ova Emilia meminta kepada mahasiswa di era saat ini lebih melek terhadap investasi. Mengingat saat ini ada tren kalangan muda lebih banyak melakukan investasi.

Profesor Ova Emilia mengatakan kampusnya menggandeng sejumlah lembaga maupun start up berbasis investasi dan keuangan. Harapannya dapat mendorong mahasiswa memiliki pemahaman terkait literasi keuangan dan melek investasi. Jangan sampai di masa mendatang generasi muda tidak memiliki referensi terkait keuangan.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

BACA JUGA : OJK Bekali Pamong Literasi Keuangan

"Maka kami undang pihak-pihak praktisi yang berkaitan dengan literasi keuangan, investasi. Karena jangan sampai generasi muda terjebak [pada investasi yang tidak jelas]," katanya di sela-sela talkshow Smart Investment for Smart Generation: Tren Finansial Anak Muda Jelang 2023, Selasa (20/12/2022).

Ova menambahkan memang UGM belum memiliki data detail berapa jumlah mahasiswanya berinvestasi seiring tren investasi di kalangan milenial. Akan tetapi, ia meyakini mereka dapat memilih investasi yang tepat. Karena telah diberikan edukasi bersama praktisi di bidang investasi.

"Jangan sampai mahasiswa masuk ke program yang PHP [pemberi harapan palsu] tidak jelas dan membelenggu mereka sendiri. Dengan diberi edukasi mereka lebih cerdas memilih investasi, tidak merugikan dan tidak seperti pinjol [ilegal]," katanya.

BACA JUGA: Percepat Akses Keuangan Melalui Optimalisasi SDA

Co Founder Pluang Claudia Kolonas dalam diskusi itu mengatakan selama beberapa tahun terakhir ada tren perubahan usia orang berinvestasi. Jika sebelumnya orang berinvestasi pada usia di atas 40 tahun, maka saat ini sudah banyak anak muda di usia 18 tahun sudah menanamkan investasi. Tren ini terjadi karena banyak potensi menarik sebagai sasaran investasi terutama sejalan dengan perkembangan ekonomi digital.

"Tren investasi saat ini sudah bergeser, jika dahulu ketika saya masih kecil orang investasi di usia 40 tahun, sekarang anak muda sering melakukan percobaan investasi," katanya.

Terpenting, anak muda harus memahami literasi dan memastikan platform investasi yang dipilih terlah terdaftar di lembaga pemerintah dan memiliki izin. Adapun tren investasi selama dua tahun terakhir lebih banyak dan populer dengan aset kripto.

"Kami bekerja sama dengan UGM juga berusaha memberikan edukasi kepada mahasiswa agar ketika investasi memilih yang legal," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Gempa Besar Guncang Turki, 500 Warga Negara Indonesia Terkena Dampaknya

News
| Senin, 06 Februari 2023, 19:07 WIB

Advertisement

alt

Kunjungan Malioboro Meningkat, Oleh-oleh Bakpia Kukus Kebanjiran Pembeli

Wisata
| Senin, 06 Februari 2023, 10:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement