Jelang Jatuh Tempo, PBB Gunungkidul Baru Terkumpul Rp21,7 Miliar
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Foto ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, Gunungkidul — Suara dentuman keras yang terjadi sejak Kamis (22/12/2022) di 11 kapanewon di Gunungkidul belum juga diketahui muasalnya. Meski begitu, hingga Jumat (23/12/2022), BPBD Gunungkidul tidak menemukan satu pun kerusakan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Gunungkidul, Sumadi mengatakan, hingga sekarang belum diketahui pasti berkaitan dengan dentuman keras yang terjadi pada Kamis. Upaya koordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan sejumlah instasi terkait dengan penyebab munculnya suara juga belum diketahui.
Dia mencontohkan, klarifikasi ke BMKG, dentuman tidak berkaitan dengan aktivitas kegempaan. Selain itu, sumber suara juga tidak ada kaitannya dengan aktivitas Gunung Merapi maupun latihan kemiliteran. “Masih misteri, kami sudah berusaha mencari informasi, tetapi memang belum diketahui,” kata Sumadi kepada wartawan, Jumat (23/12/2022).
Meski demikian, dia memastikan suara keras yang muncul tidak sampai menimbulkan kerusakan. Hal ini tak lepas dari upaya koordinasi dengan sejumlah pihak mulai dari kalurahan tangguh bencana, forum pengurangan risiko bencana dan yang lainnya. “Semua aman dan tidak ada yang melaporkan kerusakan,” katanya.
BACA JUGA: Dentuman Keras pada Kamis Siang di Gunungkidul Masih Jadi Misteri
Menurut Sumadi, dentuman keras ini banyak yang mendengar. Setidaknya ada warga di 11 kapanewon yang mendengar dentuman keras yang terjadi sekali. “Yang mendengar ada warga di Wonosari; Ponjong; Karangmojo; Nglipar, Semin, Ngawen. Selain itu, juga terdengar di Kapanewon Playen; Patuk; Gedangsari; Semanu dan Rongkop,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, Lurah Tambakromo, Ponjong, Sudigdo juga mendengar dentuman tersebut. Suaranya begitu keras karena kaca di balai kalurahan juga ikut bergetar karena dentuman tersebut. “Mirip suara gemuruh dari letusan Gunung Kelud pada 2014 lalu,” katanya.
Menurut dia, dentuman ini sempat menghebohkan warga di Kalurahan Tambakromo. Bahkan, Sudigdo mengakui adanya isu terkait dengan pesawat jatuh di wilayahnya yang berbatasan dengan Kabupaten Wonogiri.
Meski demikian, dia menampik di wilayahnya ada pesawat yang terjatuh karena kondisi tetap aman. “Memang ada isu pesawat jatuh, tetapi nyatanya memang tidak ada apa-apa,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
MK memutus 20 permohonan uji materi UU siang ini, termasuk perkara UU Polri, Kesehatan, Perlindungan Konsumen, dan KUHP Nasional.
RI Peduli mewujudkan mimpi Mahesa, siswa SD Barunawati Semarang, memiliki sepeda untuk memudahkan perjalanan ke sekolah dan mengejar cita-cita
I Made Pajar Ariyana lolos final shortboard putra Asian Games 2026 setelah mengalahkan Jayuard Alciso dari Filipina.
Bregodo Suryatmojo turut menjadi etalase budaya sekaligus pintu promosi potensi kampung wisata di wilayah asalnya saat bertugas di kawasan Malioboro, Minggu (2
BMKG mencatat rekor 123 hari tanpa hujan di Sumberklampok, Buleleng, Bali, di tengah musim kering yang dipengaruhi El Nino.