Bansos Beras di Jogja, DPRD Ingatkan Warga Miskin Bisa Terlewat
DPRD Kota Jogja meminta penyaluran bansos beras tak hanya terpaku DTSEN agar warga yang baru jatuh miskin tidak terlewat.
Tiga orang penyanyi campursari memeriahkan pentas seni budaya di Desa Kenteng, Kecamatan Ponjong, Kamis (14/3/2019) malam./Istimewa-Dokumen Sangar Srikandi
Harianjogja.com, JOGJA– Gelaran ASEAN Tourism Forum (ATF) 2023 dengan tajuk ASEAN: A Journey to Wonderful Destinations akan diselenggarakan pada 2-5 Februari 2023 di DIY. Dalam ATF, potensi unggulan DIY yang berbasis budaya dikenalkan pada para delegasi.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) DIY, Singgih Raharjo menyampaikan sebagai tempat penyelenggaraan ATF 2023, daya tarik pariwisata serta ekonomi kreatif DIY dapat turut serta dipromosikan pada delegasi. “Khusus yang Indonesia [penyelenggaraan ATF], akan mempromosikan [potensi pariwisata] Indonesia, khusus lagi untuk DIY, [yang dipromosikan] potensi pariwisata DIY dan ekonomi kreatifnya,” katanya, Kamis (29/12/2022).
Menurutnya, potensi pariwisata dan ekonomi kreatif DIY yang diunggulkan dalam event tersebut yakni potensi budayanya. “Daya tarik utamanya yaitu budaya. Budaya ada yang berwujud dan tidak berwujud,” katanya.
Selain itu, menurut Singgih, ada pula potensi bentang alam, serta Meeting, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE) yang juga unggul.
Menurut Singgih, DIY berupaya menyajikan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. “Memberikan pengalaman pada wisatawan, bagaimana mengedukasi wisatawan pada pariwisata berkelanjutan, yang bisa saling menjaga keseimbangan antara sosial, budaya dan ekonomi,” katanya.
Menurutnya, daya tarik DIY telah menarik banyak wisatawan domestik. Singgih menyampaikan, target selanjutnya untuk dapat menarik wisatawan mancanegara. “Wisatawan domestik kita sudah lead. Target kita wisatawan ASEAN, dan tidak menutup kemungkinan selain ASEAN, Eropa, Timur Tengah, ASEAN, akan kita promosikan,” katanya.
Menurut Singgih, perbedaan budaya serta bentang alam di Indonesia dengan negara lain menjadi keunggulan tersendiri. “Mereka penasaran akan melihat alam dan budaya yang ada disini dengan perbedaannya. Semakin unik kan semakin menarik,” ujarnya.
Untuk mempersiapkan ATF, Singgih menyampaikan pelatihan bagi penyelenggara ATF telah dilakukan. Mereka dibekali dengan pengetahuan terkait dengan budaya Indonesia, terutama DIY, serta dibekali pula dengan kompetensi yang unggul. Ia berharap dengan pelatihan tersebut, penyelenggara ATF dapat mempresentasikan budaya DIY kepada wisatawan.
Lebih lanjut, Sekretaris Dispar DIY, Anita Verawati menyampaikan dalam ATF 2023, potensi tiap kabupaten/kota di DIY berusaha diakomodir melalui city tour saat pre tour dan post tour. “Ketika mereka selesai [meeting], mereka bisa manfaatkan untuk ke Keraton, ke beberapa kampung wisata yang ada di Jogja,” katanya.
Menurut Anita, potensi pariwisata DIY yang berbasis budaya merupakan suatu keunggulan. Ia berharap melalui ATF, potensi tersebut dapat dinikmati para delegasi dan dapat disampaikan oleh para delegasi ke negaranya masing-masing.
“Sekarang paket wisata DIY mengarah ke quality tourism. Bagaimana agar wisatawan lebih lama tinggal di DIY. Jadi mungkin jumlah wisatawannya tidak sebanyak yang dulu, tapi spending money akan meningkat,” katanya.
Ia berharap tiap kabupaten/kota di DIY dapat memanfaatkan ATF untuk mengeluarkan keunggulan destinasinya.
Sedangkan untuk post tour, delegasi tidak hanya ditawarkan pariwisata di DIY, namun juga dapat menikmati pariwisata daerah lain. “Post tour tidak hanya di Jogja, kita tawarkan paket seluruh Indonesia. Karena ketika mereka sampai di Jogja, kita mewakili Indonesia, tidak hanya [pariwisata] Jogja yang kita tawarkan,” katanya.
Selanjutnya, ada pula TRAVEX yang diselenggarakan di Jogja Expo Center (JEC). Di sana, berbagai paket wisata ditawarkan, tidak hanya potensi pariwisata dan ekonom kreatif di DIY, tapi juga daerah lain di Indonesia, serta beberapa negara ASEAN lainnya. Penyelenggaraannya akan dikelola Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) dan Asosiasi Perusahaan Penjualan Tiket Penerbangan Indonesia (Astindo).
Ketua Asita DIY, Hery Satyawan menyampaikan telah menyiapkan sejumlah paket wisata untuk ditawarkan dalam ATF nantinya. Ia menyampaikan, untuk DIY potensi wisata budaya akan disiapkan. “Dari Asita kita menggodok tema yang baru, yang lebih menarik, menonjolkan sisi budaya Jogja yang lebih kuat,” katanya.
Selain itu, destinasi yang menjadi keunggulan di tiap kabupaten/kota di DIY juga akan ditawarkan dalam ATF. “Mengangkat destinasi baru, desa wisata, semua yang berbasis budaya kita angkat,” katanya.
BACA JUGA: Kalau Tanah Kas Desa Digunakan dengan Benar, Sultan Yakin Tak Ada Orang Miskin di Jogja
Menurut Hery, paket wisata yang akan ditawarkan nantinya merupakan paket wisata tematis, antara lain sport tourism, dan wellness tourism. Menurutnya, dengan kemasan paket wisata tematis akan menarik banyak minat wisatawan.
Ia berharap industri pariwisata dapat memanfaatkan momen tersebut sehingga penyelenggaraan ATF dapat berdampak positif bagi pariwisata DIY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Kota Jogja meminta penyaluran bansos beras tak hanya terpaku DTSEN agar warga yang baru jatuh miskin tidak terlewat.
Roberto Carlos dikabarkan memeluk Islam setelah mengucapkan syahadat. Namun, legenda Brasil itu belum memberikan konfirmasi langsung.
Angkatan pertama Program Beasiswa Empowering Papua Sorong Selatan (BEP SORSEL) berbuah manis. Sebanyak tujuh putra-putri terbaik daerah tersebut berhasil lolos
9 negara mencatatkan kenaikan ranking paspor pada 2025-2026. UEA, India, Arab Saudi hingga Pakistan mengalami peningkatan mobilitas.
Masalah sampah di DIY yang terus berdinamika tak hanya dijawab dengan keluhan di Garrya Bianti Yogyakarta
Institut Seni Indonesia (ISI) Jogja menerima 1.899 mahasiswa baru pada tahun akademik 2026/2027. Mereka terpilih setelah bersaing dengan 12.737 pendaftar dari b