KONI DIY Bangun Simpalawa, Data Atlet Kini Serba Digital
KONI DIY mengembangkan aplikasi Simpalawa untuk pengelolaan data atlet, pelatih, dan wasit berbasis digital di DIY.
Suasana situs Warungboto yang berada di kawasan Umbulharjo, Senin (26/12/2022)./Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA — Kunjungan wisatawan ke kampung wisata di wilayah Jogja belum menunjukkan kondisi yang menggembirakan pada masa libur Natal kemarin.
Kampung Wisata Warungboto sebagai salah satu dari 18 kampung wisata yang ada di Jogja baru menerima satu rombongan wisatawan sebanyak 15 orang.
Kondisi yang sama juga tampak di situs Warungboto yang menjadi satu paket kesatuan dengan sejumlah paket wisata yang ditawarkan di kampung wisata itu. Selain faktor cuaca dan atraksi yang ditawarkan, minat wisatawan untuk berkunjung ke destinasi wisata alternatif di luar kawasan Tugu Malioboro dan Kraton dinilai masih minim khususnya ke kampung wisata.
"Selama libur Natal kebetulan belum banyak kunjungan, tidak seperti sebelum pandemi. Kondisinya masih sama seperti sebelum liburan Natal atau hari biasa, baik itu yang ke situs atau kampung wisata," kata Ketua Pengelola Kampung Wisata Warungboto, Tri Widodo Purnomo, Senin (26/12/2022).
BACA JUGA: Gusti Prabu: Semangat Sukarelawan Harus Terus Jadi Budaya
Padahal, kata Tri, pihaknya menargetkan kunjungan wisatawan pada masa liburan Natal kemarin bisa mencapai angka 150 orang per hari untuk ke situs Warungboto dan 220 orang yang menyambangi kampung wisatanya. Target itu meleset dari perkiraan lantaran destinasi wisata yang ada di kawasan Umbulharjo terutama Warungboto juga cukup beragam.
"Untuk situs Warungboto fokusnya kan pada sejarah dan nilai historisnya jadi segmennya beda memang. Sementara untuk kampung wisata kita fokusnya ke edukasi. Kebanyakan masih dari kalangan mahasiswa yang tertarik," kata dia.
Dijelaskan, Kampung Wisata Warungboto menawarkan tiga paket wisata dengan jenis dan rentang harga yang beragam. Untuk paket satu dinamai Warto 1A yang menawarkan wisata pelatihan pewarnaan kain sibori dengan harga reguler Rp250.000. Wisatawan akan mendapatkan fasilitas berupa makanan dan minuman khas Warungboto dan diperbolehkan membawa pulang kain hasil pelatihan.
"Paket dua ada Warto 1B dengan harga Rp175.000 ribu bisa ikut pelatihan daur ulang sampah untuk dijadikan aksesoris. Fasilitasbya sama dapat makanbdan minum selama empat jam. Ada juga paket wisata Warto 2 yang kami kerja sama dengan pengelola dermaga cinta Giwangan. Selain ikut pelatihan kain sibori juga bisa ikut susur sungai di dermaga cinta itu harga paketnya Rp235.000," ungkap Tri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KONI DIY mengembangkan aplikasi Simpalawa untuk pengelolaan data atlet, pelatih, dan wasit berbasis digital di DIY.
BPBD Bantul siapkan Rp20 juta untuk antisipasi El Nino. Potensi kekeringan dan kebakaran mulai dipetakan sejak dini.
Prabowo kunjungi Museum Marsinah Nganjuk, soroti sejarah buruh Indonesia dan perjuangan hak pekerja serta penghormatan pahlawan nasional.
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Wisata Gunungkidul ramai 41.969 pengunjung saat libur panjang. PAD tembus Rp516 juta, pantai masih jadi favorit wisatawan.