Advertisement

UMY Fokus Kembangkan Riset yang Tersambung ke Industri Mulai 2023

Media Digital
Jum'at, 30 Desember 2022 - 21:37 WIB
Bhekti Suryani
UMY Fokus Kembangkan Riset yang Tersambung ke Industri Mulai 2023 Wakil Rektor I Bidang Akademik, Sukamta memaparkan Research and Innovation Outlook 2023 pada Jumat (30/12/2022) - Harian Jogja/Yosef Leon

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA– Universitas Muhamadiyah Yogyakarta (UMY) akan fokus mengembangkan riset dan inovasi lewat beragam penelitian yang dilakukan oleh tenaga pendidik pada tahun 2023 mendatang. Hasil riset dan inovasi didorong tidak hanya selesai pada laporan dan publikasi namun juga tersambung ke sektor industri. 

Wakil Rektor I Bidang Akademik UMY, Sukamta menjelaskan, pihaknya sudah membuat rencana strategis pengembang riset dan inovasi di kampus itu untuk tahun 2023 mendatang. Rencana strategis itu telah di program detail sampai ke level kegiatan dan diukur dengan indikator kinerja strategis. 

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

"Dari 150 indikator kinerja strategis ada 90 di bidang akademik dan 90 indikator akademik itu mayoritas isinya adalah bidang riset dan pengabdian kepada masyarakat," kata Sukamta dalam Research and Innovation Outlook 2023, Jumat (30/12/2022). 

Menurut Sukamta, dukungan UMY dalam pengembangan riset juga dilakukan dalam bentuk pendanaan internal yang cukup signifikan. Pihaknya menganggarkan sebanyak 10 persen dari rencana anggaran belanja kampus setiap tahun untuk pendanaan riset. Di sisi lain pihaknya juga terus mendorong agar tenaga pendidik mampu bersaing untuk mendapatkan pendanaan riset dari pihak luar baik itu yang berasal dari perusahaan, kementerian atau luar negeri. 

"Kita sekarang juga tidak ada lagi riset berbasis mandiri dari dosen semuanya sudah kolaborasi. Ada dua jenis roset kita sekarang yakni kerja sama dalam negeri dan luar negeri. Ini agar mendorong riset yang dilakukan itu mutunya bagus, juga berdampak secara luas dan meningkatkan reputasi UMY di level internasional atau meningkatkan pemeringkatan," jelas dia.  

Kepala Lembaga Riset dan Inovasi UMY Dyah Mutiarin menyebut, kampus itu berada di ranking 35 secara nasional untuk peringkat riset dan salah satu yang terbaik dari seluruh Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (PTMA) se Indonesia. Sepanjang tahun ini UMY telah melakukan puluhan riset internal dari sejumlah lembaga dan ratusan riset berdasarkan usulan internal. 

"Sejak 2019 rata-rata proposal riset yang masuk itu selalu di atas 500. Tahun ini sudah mencapai 526 proposal yang masuk dan masih kami buka sampai 14 Januari mendatang," katanya. 

Berdasarkan jenis riset yang dilakukan itu sebanyak 44 persen merupakan penelitian dasar, terapan 47 persen dan pengembangan 9 persen. Mayoritas penelitian juga berada di dalam negeri dengan jumlah 68 persen dan luar negeri sebanyak 32 persen. Pihaknya menargetkan bahwa tahun depan bidang riset dan inovasi UMY rata-rata naik dengan angka 30 persen. 

Dyah menjelaskan, rencana riset tahun 2023 di UMY ke depan akan mengarah menuju industri lewat empat klaster risetnya yakni Advanced material, health, smart energy and intelligent system; Governance, media, shariah and peace; Agroecosystem, disaster and geospatial dan Islamic economics, business and education. Pada tahun depan pihaknya juga menargetkan mampu menghasilkan minimal 40 rintisan usaha dari hasil riset berdasarkan empat klaster yang ada. 

"Target ini kami sesuaikan berdasarkan potensi yang kami punyai dan dapat dihilirisasikan ke industri dan melakukan kerja sama dengan BUMN. Selain itu, target kami adalah melakukan riset kolaborasi dengan beberapa universitas yang masuk dalam deretan 100 besar QS world ranking untuk memperluas jejaring riset internasional," jelas Dyah.

Koordinator klaster Riset Advanced material, health, smart energy and intelligent system Slamet Riyadi menerangkan, berdasarkan kajian yang dilakukan oleh pihaknya ada sejumlah topik riset yang bakal tren dan banyak digeluti pada 2023 mendatang. Ketiganya yakni pada bidang kecerdasan buatan, layanan kesehatan alternatif serta teknik perawatan berbasis layanan rumah. 

BACA JUGA: Kritik Penerbitan Perppu Cipta Kerja oleh Jokowi, Pakar: Pola Pikir Pro Pengusaha

"Di bidang kecerdasan buatan pada tahun ini saja metaverse sudah sangat tren dan ke depan prediksinya semua yang berbasis virtual akan sangat digemari. Kemudian layanan kesehatan nanti juga tidak hanya berpusat pada rumah sakit saja tapi lebih cenderung ke arah pelayanan home care," pungkas dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Sempat Tertunda karena Pandemi, Pembangunan Masjid Agung Jateng di Magelang Akhirnya Dimulai

News
| Rabu, 01 Februari 2023, 09:27 WIB

Advertisement

alt

Ini Nih... Wisata di Solo yang Instagramable, Ada yang di Dalam Pasar!

Wisata
| Selasa, 31 Januari 2023, 23:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement