Kampung Lampion Jogja Jadi Percontohan Nasional Penataan Tepi Sungai
Deputi Kemenko Ronny Hutahayan apresiasi Kampung Lampion Kotabaru sebagai model nasional. 38 rumah Rp1,5 miliar swakelola, jalan 3-4m akses ambulans.
Suasana camping ground di area Tebing Breksi pada malam Tahun Baru 2023./Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN — Walau sudah mulai ramai kunjungan wisata sejak awal Desember 2022 lalu, beberapa pengelola destinasi wisata di Sleman mengaku jumlah wisatawan tak mencapai yang ditargetkan. Di antaranya adalah Tebing Breksi dan Jip Wisata Lereng Merapi.
Pengelola Tebing Breksi, Widiyanto Kholiq menjelaskan kunjungan wisatawan mulai meningkat pada pekan pertama Desember. “Untuk libur sekolah, puncaknya di minggu II dan III Desember. Week days sekitar 3.000 orang, kalau weekend 6.000-an,” ujarnya, Senin (2/1/2023).
Kemudian libur Natal dan Tahun Baru, imbuh dia, peningkatan kunjungan terlihat mulai 24 Desember. Pergantian tipikal pengunjung terlihat di tanggal itu, dari yang sebelumnya didominasi rombongan dengan bus, beralih menjadi wisatawan keluarga dengan mobil pribadi.
BACA JUGA: Sistem Satu Arah Diberlakukan di Jalur Wisata, di Tebing Breksi hingga Pantai Gunungkidul
Kunjungan wisata libur akhir tahun ini menurutnya angkanya cukup stabil dari 24 Desember hingga Minggu (1/1/2023), yakni berkisar 5.000 wisatawan per hari.
Pengelola Tebing Breksi menggelar sejumlah event dengan tiga pnggung utama pada malam tahun baru dan keesokan harinya, namun menurutnya tidak banyak wisatawan yang datang.
“Pada malam tahun baru, prediksi kami 8.000 pengunjung. Tetapi kami hitung dari jam 18.00 WIB sampai close itu hanya 1.500-an. Itu kami siapkan tiga panggung besar, grup band, tari-tari, fire dance. Kemudian di camping ground ada akustik,” ungkapnya.
Jumlah wisatawan tahun ini juga belum mencapai sebanyak wisatawan nataru sebelum pandemi. Dibanding Tahun Baru 2020, kunjungan wisata saat ini masih sekitar 50 persennya. Pada malam Tahun Baru 2020, terdapat sebanyak 15.000 pengunjung di Tebing Breksi.
Walau belum sesuai harapan, tetapi dia cukup puas karena homestay di sekitar Tebing Breksi dan Camping Ground semuanya penuh digunakan menginap wisatawan. “H-7 sampai kemaren sudah sold out camping ground-nya. Itu kapasitas 100 tenda doom,” kata dia.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Jeep Wisata Lereng Merapi, Dardiri menuturkan jumlah wisatawan untuk minat khusus ke jip wisata juga belum sesuai harapan. “Harapan saya sampai 20.000 selama libur akhir tahun, cuma kurang sedikit. Rata-rata sekitar 16.000-17.000,” katanya.
Puncak keramaian wisatawan diakuinya terjadi pada Sabtu (31/12/2022). Pada Minggu (1/1/2023) sudah agak berkurang karena anak-anak sudah persiapan masuk sekolah. Adapun selama libur sekolah, rata-rata kunjungan per hari sekitar 10.000-12.000 wisatawan.
Dengan jumlah jip yang beroperasi sebanyak 988 unit, menurutnya jumlah wisatawan saat ini sudah menyamai jumlah wisatawan sebelum Covid-19.
“Setelah Covid-19 ini dari kami buka, hampir setiap hari ada. Dulu kalau senin kadang sepi, tapi setelah pandemi malah ada terus,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Deputi Kemenko Ronny Hutahayan apresiasi Kampung Lampion Kotabaru sebagai model nasional. 38 rumah Rp1,5 miliar swakelola, jalan 3-4m akses ambulans.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000.