GSI SMP Sleman 2026 Jadi Ajang Cari Bibit Pesepak Bola untuk DIY
GSI SMP Sleman 2026 menjadi ajang pencarian bibit pesepak bola muda untuk memperkuat kontingen Sleman pada GSI tingkat DIY.
Suasana di Pasar Beringharjo, Kamis (5/1/2023) kurang lebih sepekan setelah libur akhir tahun usai. Kunjungan ke salah satu pusat oleh-oleh di Jogja itu tetap ramai oleh wisatawan. /Harian Jogja-Yosef Leon.
Harianjogja.com, JOGJA - Sejumlah pengunjung masih memadati pusat-pusat perbelanjaan meski masa libur panjang Natal dan Tahun Baru usai kurang lebih sepekan sebelumnya. Di Pasar Beringharjo suasana kepadatan wisatawan yang berburu oleh-oleh masih cukup signifikan pada Kamis (5/1/2023). Kondisi itu otomatis berdampak pada kenaikan omzet pedagang yang masih stabil sampai 30 persen dibanding hari biasa.
"Sudah ada kemajuan dan kenaikan penjualan mencapai 30 persen dibanding libur akhir tahun lalu," kata Ketua Paguyuban Pedagang Beringharjo Barat, Ahmad Zaenul Bintoro.
BACA JUGA : Wisatawan Jogja! 4.000 Pedagang Pasar Beringharjo Bakal
Menurutnya Pasar Beringharjo masih menjadi salah satu pusat tujuan wisatawan yang ingin berbelanja oleh-oleh sehabis berlibur di Jogja. Meskipun sekarang tawaran pusat oleh-oleh utamanya batik dan souvenir tersedia cukup banyak di kawasan setempat. Apalagi dengan hadirnya Teras Malioboro 1 dan 2 yang penawaran produk dari sejumlah tenant-nya cenderung sejenis dengan di Pasar Beringharjo.
"Kenaikan sudah semenjak sekitar tanggal 20 Desember kemarin hingga 1 Januari, puncaknya di periode itu. Sekarang juga masih cukup stabil karena masih ada liburan sekolah di beberapa daerah," kata dia.
Bintoro menjelaskan, efek psikologis pencabutan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) terhadap jumlah kunjungan ke pasar itu juga cukup berdampak. Masyarakat tidak lagi takut dengan potensi Covid-19 atau kondisi pasar yang cenderung ramai dan berdesak-desakan saat berburu oleh-oleh. Pedagang menilai bahwa masa liburan akhir tahun ini cukup sesuai dengan target yang diproyeksikan sebelumnya lantaran tidak lagi ada pembatasan oleh pemerintah.
BACA JUGA : Pasar Beringharjo Ramai, tapi Omzet Belum Normal
"Memang cukup signifikan kenaikannya, saya tidak bisa sebut omzet, gambarannya kira-kira misalnya hari biasa dapat Rp500.000 pas liburan jadi Rp650.000 atau yang biasa dapat Rp300.000 bisa dapat Rp450.000," ujarnya.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Jogja Veronica Ambar Ismuwardani menyebut, sebanyak 15.230 wisatawan tercatat mengunjungi Pasar Beringharjo pada masa akhir tahun kemarin tepatnya 30-31 Desember. Jumlah kunjungan itu meningkat dua kali lipat dibanding dengan hari biasa. Mereka kebanyakan memburu oleh-oleh semacam makanan, batik serta kerajinan tas dari enceng gondok atau rotan.
"Memang sangat luar biasa tingkat kunjungannya, bahkan per tanggal 1 Januari 2022 kemarin ada sebanyak 10.531 pengunjung yang datang ke sana. Ini tentu sangat bagus dan ke depan kita akan dorong pasar-pasar tradisional yang lain mampu menangkap peluang dengan sektor unggulan pariwisata Jogja," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
GSI SMP Sleman 2026 menjadi ajang pencarian bibit pesepak bola muda untuk memperkuat kontingen Sleman pada GSI tingkat DIY.
Polres Bantul mengintensifkan Gerakan Orang Tua Memanggil selama libur sekolah untuk mencegah kenakalan remaja dan kejahatan jalanan.
Menhaj Irfan Yusuf menegaskan Presiden Prabowo tidak akan campur tangan dalam Muktamar NU Ke-35 dan membantah isu poros Istana.
Jari warga Nanggulan membengkak akibat cincin emas yang dipakai selama 25 tahun. Damkar Kulonprogo berhasil melepas cincin tersebut.
Mensos Gus Ipul meminta seluruh jajaran Kemensos memastikan MPLS Sekolah Rakyat pada 14 Juli 2026 berjalan lancar dan sesuai target.
PIHPS mencatat harga cabai rawit merah mencapai Rp63.200 per kg, sementara telur ayam ras Rp29.150 per kg pada Jumat pagi.