Krisis Air Bersih Mulai Meluas di DIY, Puncak Kekeringan di Agustus
BPBD DIY memprediksi puncak kekeringan terjadi pada Agustus 2026. Bantul dan Gunungkidul menjadi wilayah paling kritis akibat krisis air bersih.
Penumpang tiba di LAX dari Shanghai, China, setelah adanya kasus positif coronavirus diumumkan di pinggiran Orange County, Los Angeles, California, AS, 26 Januari 2020./Reuters-Ringo Chiu
Harianjogja.com, SLEMAN—Pakar UGM menilai penanganan Covid-19 di Indonesia lebih baik daripada China.
Kasus Covid-19 di China kembali melonjak tajam belakangan ini. Sementara Indonesia baru saja mencabut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), sehingga warganya semakin bebas beraktivitas.
Ketua Kelompok Kerja Genetik Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM, Gunadi, menilai lockdown yang dilakukan China selama bertahun-tahun tidak membuat kekebalan komunal lebih cepat. Ini berbeda dengan Indonesia yang membuka pembatasan aktivitas secara bertahap.
Pelonggaran yang dilakukan bertahap oleh pemerintah membuat masyarakat sudah terpapar secara alamiyah. Kondisi ini membentuk antibodi yang tinggi di masyarakat.
BACA JUGA: Sandiaga Uno Usulkan Hari "Kejepit" Jadi Hari Libur Nasional
"Kalau dilihat di China, mungkin, ini baru hipotesis, kekebalan komunal mereka tercipta lama karena lockdown cukup lama. Masyarakat Indonesia ada keuntunganya juga dengan sedikit pelonggaran-pelonggaran PPKM," ucapnya, Senin (9/1/2023).
Di Indonesia, kekebalan tidak hanya terbentuk dari vaksinasi, tetapi juga karena infeksi alamiah. Kekebalan ini terbukti dari beberapa data Kementerian Kesehatan.
"Presiden nyabut PPKM sesuai perhitungan data yang sudah komplet. Data antibodi warga negara tinggi, vaksinasinya juga cukup baik. Positivity rate cukup rendah," jelasnya.
Dia meminta masyarakat tidak panik pada kemunculan varian baru virus Corona. Vaksinasi yang baik membuat varian baru cenderung lebih bisa ditangani. Meski demikian dia meminta agar vaksinasi bisa lebih digenjot lagi. Masih ada beberapa pihak yang menolak vaksinasi.
Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinkes Sleman, Khamidah Yuliati mengatakan per 9 Januari 2023 capaian vaksinasi Covid-19 Sleman untuk dosis ketiga mencapai 48,89 persen dan dosis empat mencapai 11,42 persen. Menurutnya vaksinasi dosis empat di Sleman sudah berjalan sejak tahun lalu, menyasar Nakes dan lansia.
"[target vaksinasi] kabupaten mengikuti target provinsi. Per 9 Januari 2023 jumlah kasus [Covid-19] 23 kasus, mayoritas lansia," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD DIY memprediksi puncak kekeringan terjadi pada Agustus 2026. Bantul dan Gunungkidul menjadi wilayah paling kritis akibat krisis air bersih.
Survei LKPI mencatat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto mencapai 79,3% pada semester I 2026.
Program Listrik Desa ditargetkan diluncurkan pada Agustus 2026. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut jadwal peresmian masih difinalisasi.
Dewas KPK mengkaji dugaan pelanggaran etik Staf Administrasi KPK Setya Budi Dias dalam kasus dugaan pemerasan terhadap Bupati Pemalang.
Qatar akan mengirim delegasi seni ke Jogja pada Desember 2026 untuk memperingati 50 tahun hubungan Indonesia-Qatar sekaligus membahas kerja sama budaya
BPS mencatat kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 7,45 juta hingga Juni 2026, menjadi capaian tertinggi sejak 2020.