Abu Vulkanik Anak Krakatau Tak Mengarah ke DIY, Ini Imbauan Sultan
Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau disebut tak mengarah ke DIY. Sultan dan Dinkes DIY mengimbau masyarakat tetap memakai masker.
Penumpang tiba di LAX dari Shanghai, China, setelah adanya kasus positif coronavirus diumumkan di pinggiran Orange County, Los Angeles, California, AS, 26 Januari 2020./Reuters-Ringo Chiu
Harianjogja.com, SLEMAN—Pakar UGM menilai penanganan Covid-19 di Indonesia lebih baik daripada China.
Kasus Covid-19 di China kembali melonjak tajam belakangan ini. Sementara Indonesia baru saja mencabut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), sehingga warganya semakin bebas beraktivitas.
Ketua Kelompok Kerja Genetik Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM, Gunadi, menilai lockdown yang dilakukan China selama bertahun-tahun tidak membuat kekebalan komunal lebih cepat. Ini berbeda dengan Indonesia yang membuka pembatasan aktivitas secara bertahap.
Pelonggaran yang dilakukan bertahap oleh pemerintah membuat masyarakat sudah terpapar secara alamiyah. Kondisi ini membentuk antibodi yang tinggi di masyarakat.
BACA JUGA: Sandiaga Uno Usulkan Hari "Kejepit" Jadi Hari Libur Nasional
"Kalau dilihat di China, mungkin, ini baru hipotesis, kekebalan komunal mereka tercipta lama karena lockdown cukup lama. Masyarakat Indonesia ada keuntunganya juga dengan sedikit pelonggaran-pelonggaran PPKM," ucapnya, Senin (9/1/2023).
Di Indonesia, kekebalan tidak hanya terbentuk dari vaksinasi, tetapi juga karena infeksi alamiah. Kekebalan ini terbukti dari beberapa data Kementerian Kesehatan.
"Presiden nyabut PPKM sesuai perhitungan data yang sudah komplet. Data antibodi warga negara tinggi, vaksinasinya juga cukup baik. Positivity rate cukup rendah," jelasnya.
Dia meminta masyarakat tidak panik pada kemunculan varian baru virus Corona. Vaksinasi yang baik membuat varian baru cenderung lebih bisa ditangani. Meski demikian dia meminta agar vaksinasi bisa lebih digenjot lagi. Masih ada beberapa pihak yang menolak vaksinasi.
Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinkes Sleman, Khamidah Yuliati mengatakan per 9 Januari 2023 capaian vaksinasi Covid-19 Sleman untuk dosis ketiga mencapai 48,89 persen dan dosis empat mencapai 11,42 persen. Menurutnya vaksinasi dosis empat di Sleman sudah berjalan sejak tahun lalu, menyasar Nakes dan lansia.
"[target vaksinasi] kabupaten mengikuti target provinsi. Per 9 Januari 2023 jumlah kasus [Covid-19] 23 kasus, mayoritas lansia," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau disebut tak mengarah ke DIY. Sultan dan Dinkes DIY mengimbau masyarakat tetap memakai masker.
Agenda Jogja Senin 14 September 2026 diramaikan FKY Sleman Day, Festival Literasi, hingga cek kesehatan gratis.
Riwayat pembayaran kredit kini menjadi salah satu informasi yang diperhatikan lembaga jasa keuangan ketika menilai pengajuan pembiayaan. Data tersebut tercatat
PSIM Jogja tertahan di posisi ke-12 klasemen sementara Super League seusai kalah 0-1 dari Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo.
Prakiraan cuaca Jogja dan DIY Senin 14 September 2026 didominasi berawan. Cek suhu dan kelembapan lima wilayah.
Warga Karangbendo Bantul menolak lokasi dapur MBG karena terlalu dekat dengan rumah dan khawatir aktivitas dini hari mengganggu.