DPRD DIY Desak Izin SPPG Penyebab Keracunan Dicabut
DPRD DIY mendesak sanksi tegas hingga pencabutan izin SPPG yang terbukti menyebabkan keracunan MBG. Sebanyak 415 dari 424 SPPG telah ber-SLHS.
Foto ilustrasi siswa SD jajan di sekolah. /Antara.
Harianjogja.com, SLEMAN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman melakukan pengawasan pada pedagang makanan, khususnya di sekolah untuk mencegah penjualan makanan yang tidak sehat. Bentuk pengawasan yang dilakukan mulai dari pengorganisasian hingga pemberian stiker bagi pedagang yang sudah diperiksa.
Sub Koordinator Kelompok Substansi Farmasi dan Kesehatan Makanan Minuman Dinkes Sleman, Gunanto mengatakan pengorganisasian dilakukan dengan mendata pedagang sekaligus membentuk asosiasi pedagang, baik tingkat kapanewon dan kabupaten. Dinkes juga melakukan pendampingan pedagang dengan menggelar bimbingan teknis (Bimtek) keamanan pangan.
BACA JUGA : Chiki Ngebul Bikin Bocah Masuk RS, Pemkab Bantul
Selanjutnya dilakukan juga inspeksi terkait aspek kebersihan dan sanitasi makanan, hingga melakukan uji sampling laboratorium makanan jajan. "Pemberian stiker terhadap pedagang jajanan yang telah diperiksa dan memenuhi syarat. Saat ini sudah ada kurang lebih 416 pedagang berstiker, tersebar di beberapa kapanewon," ucapnya kepada Harianjogja.com, Senin (9/1/2023).
Selama pengawasan dilakukan oleh Dinkes Sleman, kata Gunanto, memang masih ditemukan indikasi ketidakamanan makanan. Terakhir ada kasus keracunan jajan di salah satu Sekolah Dasar (SD) di kapanewon Mlati. Siswa SD di Mlati keracunan setelah makan telur gulung.
"Sementara terkait dengan makanan jajan ciki ngebul [imbauan Kementerian Kesehatan] di Sleman belum ada laporan khusus. Dan kami dalam upaya pemantauan," jelasnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, sudah ada tim koordinator pengawasan obat dan makanan Kabupaten Sleman dengan Surat Keputusan (SK) Bupati No.15/Kep.KDH/A/2020. Terdiri dari lintas Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), di mana salah satu sasarannya adalah jajanan anak sekolah. "Kegiatan pengawasan makanan jajan juga didukung oleh puskesmas se-Kabupaten Sleman," lanjutnya.
BACA JUGA : Memilih Jajanan Anak Sekolah Aman dan Sehat
Kepala SD Negeri Sidorejo, Ustadiyatun mengatakan sekolah juga melakukan upaya-upaya pencegahan agar siswanya tidak jajan makanan tidak sehat. Sekolah memberi pembinaan kepada penjual kantin terkait jajanan sehat untuk anak-anak yang boleh dijual.
Siswa juga diberikan pemahamanan untuk membeli jajanan yang sehat. Kemudian sekolah menugaskan guru untuk mengontrol kantin dengan jadwal yang sudah dibuat oleh sekolah.
"Kami melakukan sidak ke kantin. Jika ditemukan jajanan yang tidak sesuai, dilakukan pembinaan pada petugas kantin. Bisa dari jenis makanan, kebersihan, dan lainnya. Setiap sabtu menjual makanan khas, makanan tradisional," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD DIY mendesak sanksi tegas hingga pencabutan izin SPPG yang terbukti menyebabkan keracunan MBG. Sebanyak 415 dari 424 SPPG telah ber-SLHS.
Emil Audero masuk skuad Como 1907 untuk Liga Italia 2026/2027 dan akan mengenakan nomor punggung 12.
KPK menyita Rp764 juta dalam kasus dugaan korupsi PMB Unsoed, terdiri atas Rp665 juta tunai dan Rp99 juta saldo rekening.
Arsenal menang 3-0 atas Coventry City pada pekan pertama Liga Inggris 2026/27. Kai Havertz, Bukayo Saka, dan Martin Odegaard mencetak gol.
Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah lolos semifinal Kejuaraan Dunia BWF 2026 dan mengamankan medali pertama Indonesia. Mereka akan menghadapi unggulan pertama asa
Tanggal 22 Agustus memperingati pembentukan BKR, Hari Korban Kekerasan Atas Agama, Hari Susu Nabati Sedunia, dan Rainbow Baby Day.