Advertisement

Produksi Perikanan DIY Belum Dapat Penuhi Kebutuhan Konsumsi Masyarakat

Stefani Yulindriani Ria S. R
Rabu, 11 Januari 2023 - 23:27 WIB
Budi Cahyana
Produksi Perikanan DIY Belum Dapat Penuhi Kebutuhan Konsumsi Masyarakat Widiyono, salah seorang nelayan di Pantai Ngrenehan, Desa Kanigoro, Saptosari saat memeriksa jaring yang digunakan menangkap ikan di laut, Selasa (2/8/2022). - Harian Jogja/David Kurniawan

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) DIY menyebut jumlah produksi perikanan di DIY belum dapat mencukupi kebutuhan konsumsi masyarakat. 

Kepala DKP DIY Bayu Mukti Sasongko mengatakan kenaikan produksi ikan belum mengimbangi kenaikan kebutuhan ikan di DIY. “Kamimasih mendatangkan ikan dari luar [luar DIY]. Dalam satu tahun kemampuan produksi [ikan] sekitar 100.000 ton lebih sedikit, padahal kebutuhan sekitar 120.000 ton per tahun,” ucap Bayu, Rabu (11/1/2023). 

Advertisement

BACA JUGA:  Simak! Ini Barang Paling Laris saat Ramadan-Lebaran versi Tokopedia

Guna memenuhi kurangnya jumlah produksi ikan, DIY mendatangkan ikan budi daya dari Boyolali dan Tulungagung. Sementara, perikanan tangkap dipasok sebagian besar dari Semarang. Bayu mengatakan produksi perikanan budi daya di DIY sekitar 90.000 ton per tahun. Adapun produksi perikanan tangkap sekitar 6.000 ton per tahun. 

BACA JUGA: Cerita Warga yang Sedih meski Mendapat Ganti Rugi Tol Jogja Solo Miliaran Rupiah

“Ikan yang banyak tersedia ikan budi daya. Konsumsi ikan DIY naik terus. Sampai saat ini sudah sekitar 27 kilogram per orang per tahun,” ucapnya. 

Bayu mengatakan tahun ini produksi ikan budi daya ditargetkan dapat mencapai lebih dari 97.000 ton. Menurutnya, Kabupaten Sleman selama ini menyumbang paling banyak untuk jumlah produksi perikanan budi daya per tahunnya. “Sleman sekitar 55-57 persen dari jumlah pasokan ikan di DIY,” katanya. 

Sementara, produksi perikanan tangkap tahun 2023 ditargetkan mencapai 7.000 ton. 

Bayu menyampaikan produksi ikan budi daya dan ikan tangkap diupayakan terus meningkat dengan memanfaatkan teknologi. Ia mencontohkan beberapa teknologi yang digunakan antara lain bioflok dan sistem kincir angin. “Nanti tebar ikannya menjadi banyak sampai tiga kali lipat, sehingga dengan luasan [luas lahan untuk budi daya ikan] yang sama, produksinya bisa meningkat sampai tiga kali,” kata dia. 

Selain itu, berbagai upaya juga dilakukan untuk meningkatkan jumlah produksi ikan tangkap, antara lain dengan meningkatkan sumber daya nelayan, menambah sarana, dan prasarana untuk menangkap ikan. 

BACA JUGA:  Laptop Harga 6 Jutaan Terbaik, Mulai Axioo Mybook Hingga Acer Aspire

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Panas! Rusia Usir Ratusan Warga Jerman dari Negaranya

News
| Minggu, 28 Mei 2023, 12:17 WIB

Advertisement

alt

Kuliner Unik, Restoran Ini Sajikan Ramen dengan Kutu Laut Raksasa

Wisata
| Jum'at, 26 Mei 2023, 22:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement