Pedagang Pasar Gunungkidul Berkurang 40 Persen, Ini Penyebabnya
Pedagang pasar tradisional Gunungkidul berkurang 30%-40% akibat perdagangan online, pedagang keliling, dan minimnya generasi penerus.
Ilustrasi Pemilu/JIBI
Harianjogja.com, JOGJA - Komisi Pemilihan Umum Kota (KPU) Kota Jogja memprediksi terdapat penambahan tempat pemungutan suara (TPS) untuk penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 akibat peningkatan jumlah pemilih di wilayah itu. Pada Pemilu 2019 lalu KPU menyiapkan sebanyak 1.373 TPS dengan jumlah pemilih di angka 309.469 orang.
"Sekarang kami sedang proses pemetaan dan targetnya bisa selesai pada 19 Januari mendatang, karena memang butuh sinkronisasi data berkaitan dengan adanya penambahan dari pemilih pemula," kata Komisioner Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU Kota Jogja Siti Nurhayati, Selasa (17/1/2023).
BACA JUGA : 2023, Warga Kota Jogja yang Buang Sampah di TPS Bakal
Dia menyebut, proses pemetaan TPS dilakukan dengan melibatkan Panitia Pemilihan Kecamatan (PKK). Data hasil sinkronisasi daftar penduduk potensial pemilih pemilihan (DP4) yang turun dari Kementerian Dalam Negeri akan menjadi dasar dalam pemetaan TPS. Petugas PKK nantinya akan mengisi daftar pemilih yang sesuai dengan kondisi wilayah masing-masing pada Pemilu 2019 dan DP4 dengan mengacu pada alamat lengkap pemilih.
"Total ada 321.228 pemilih di Kota Jogja berdasarkan hasil pemutakhiran data terakhir pada September 2022 lalu. Ini akan menjadi panduan bagi PKK dalam pemetaan TPS," ujarnya.
Selain mengacu pada DP4, KPU Jogja juga mencermati fenomena TPS yang hampir melebihi kuota pemilih pada Pemilu 2019 lalu. Sesuai dengan ketentuan jumlah pemilih dalam satu TPS tidak boleh lebih dari 300 orang. Kondisi TPS yang hampir mendekati batas jumlah pemilih pada Pemilu 2019 lalu disebutnya cukup banyak di Kota Jogja. Dengan dinamika penduduk yang signifikan, turut pula berdampak pada potensi penambahan TPS.
BACA JUGA : KPU Jogja Siapkan Tiga Skema Dapil untuk Pemilu Serentak
"Kita juga sudah petakan bahwa ada sebanyak 9.368 pemilih yang masih TPS nol. Artinya ini juga jadi perhatian untuk kemudian segera dicarikan TPS yang sesuai dengan domisilinya," ungkap dia.
Ketua KPU Kota Jogja Hidayat Widodo menyebut, sesuai dengan aturan KPU pusat ada lima indikator penting dalam pembentukan TPS di suatu wilayah yakni tidak menggabungkan kelurahan dan desa, memperhatikan kemudahan pemilih ke TPS, tidak memisahkan pemilih dalam satu keluarga pada TPS yang berbeda, aspek geografis wilayah, serta jarak dan waktu tempuh menuju TPS dengan memperhatikan tenggat waktu pemungutan suara.
"Proses ini akan kita lakukan seminggu ke depan. Setelah dari PKK terisi semua nanti akan kembali kita rekapitulasi untuk menentukan jumlah TPS yang akan disiapkan di Jogja," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pedagang pasar tradisional Gunungkidul berkurang 30%-40% akibat perdagangan online, pedagang keliling, dan minimnya generasi penerus.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Kamis 20 Agustus 2026 tersedia lima kali perjalanan. Cek jam keberangkatan dari kedua stasiun.
Jadwal Kereta Bandara YIA Kulonprogo hari ini tersedia untuk layanan Reguler dan Xpress. Cek jam keberangkatan YIA-Tugu Jogja dan sebaliknya.
Jadwal KRL Palur-Jogja Kamis 20 Agustus 2026 tersedia dari pagi hingga malam. Simak waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 20 Agustus 2026 tersedia pagi hingga malam. Cek waktu keberangkatan dari tiap stasiun menuju Palur.
Sarana olahraga Sleman masih terkendala. Fasilitas dayung dan renang belum sesuai kebutuhan atlet menjelang Porda DIY XVIII 2027.