Kelok 23 Dibuka, Dishub DIY Ingatkan Pengendara Jangan Berhenti di Bahu Jalan
Kelok 23 mulai diuji coba. Dishub DIY mengingatkan pengendara tidak berhenti di bahu jalan karena ada tanjakan dan tikungan yang rawan.
Ilustrasi puluhan warga Balong Bimomartani Ngemplak mendatangi bangunan yang selama ini digunakan untuk kegiatan LDII./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN — Konflik antara warga Tegal Balong, Bimomartani, Ngemplak, Sleman dengan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) sejak pertengahan September 2022 sudah mulai mencair. Kini jemaah LDII sudah mulai kembali menjalankan aktivitas ibadah di masjidnya.
Pengurus LDII Bimomartani, Suraji mengatakan kegiatan yang sudah berjalan seperti Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA), pengajian, dan salat jumat. Pembangunan masjid yang sempat terhenti, perlahan akan dilanjutkan kembali.
"Mengenai Tegal Balong, masjid LDII saat ini sudah bisa dipakai untuk kegiatan. Di dalam perjanjian yang terakhir tidak ada larangan untuk kegiatan, sehingga kami tidak melanggar perjanjian," ucapnya kepada Harianjogja.com, Jumat (20/1/2023).
LDII menurutnya sudah meminta izin kepada kalurahan, dukuh, RT, dan RW setempat untuk kembali menggelar kegiatan. Pihak yang dimintai izin menurutnya sudah mempersilahkan kembali berkegiatan.
BACA JUGA: Warga di Sleman Turun ke Jalan Tolak Keberadaan LDII
Selain itu, kata Suraji, warga LDII juga melakukan upaya-upaya pendekatan kepada warga. Misalnya ketika ada warga yang meninggal, maka LDII datang melayat, memberikan bantuan mengurus jenazah dan lainnya. "Semua ini kami lakukan untuk menunjukkan kebersamaan. Kami tunjukkan bahwa kami ini bermasyarakat."
Ketua DPD LDII Kabupaten Sleman, Suwarjo mengatakan LDII berpegang pada kesepakatan yang sudah ditandatangani. Sembari membangun komunikasi terus dilakukan dengan masyarakat sekitar.
"Saat ini warga LDII ingin agar pembangunannya berlanjut karena warga LDII yang sebelumnya pengajian rutin disana terpaksa dipecah ke beberapa tempat. Warga LDII di sana terus mencoba membangun komunikasi," ungkapnya.
Warga kompleks Tegal Balong, Sumijo menyebut kegiatan sudah berjalan seperti sedia kala. Pemberitahuan dari takmir masjid telah disampaikan ke RT, RW, hingga kalurahan. Sementara untuk pembangunan akan dilakukan masjid akan dilakukan secara bertahap. "Alhamdulillah kegiatan [ibadah] sudah berjalan seperti semula. Sementara pembangunan bertahap melihat perkembangan situasi."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kelok 23 mulai diuji coba. Dishub DIY mengingatkan pengendara tidak berhenti di bahu jalan karena ada tanjakan dan tikungan yang rawan.
Dua korban KM Virgo Transport 8 ditemukan penyelam BSG di dalam bangkai kapal dan dievakuasi dengan helikopter HR-3601 ke Banjarmasin
ESDM menetapkan HIP biodiesel Rp15.025 dan bioetanol Rp11.814 per liter pada September 2026, keduanya naik dari bulan sebelumnya.
Harga BBM 21 September 2026: Pertamax Rp15.950, Pertalite Rp10.000. Sejumlah BBM nonsubsidi Pertamina, BP, Vivo dan Shell naik.
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Menaker Yassierli menyebut transisi hijau membuka peluang kerja baru. Indonesia menargetkan 5,01–5,32 juta tenaga kerja hijau pada 2029.