Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Ilustrasi penculikan anak./Pixabay
Harianjogja.com, SLEMAN—Kabar dugaan percobaan penculikan anak di Sleman terus muncul. Kali ini, seorang anak di Kalurahan Margodadi, Kapanewon Seyegan, diduga hendak menjadi korban percobaan penculikan.
Walau belum jelas motifnya, dalam kejadian itu seorang yang tak dikenal tiba-tiba memberi permen kepada anak sekolah yang sedang beristirahat dan langsung pergi.
Kanitreskrim Polsek Seyegan, Iptu Agus Suparno, menjelaskan kejadian ini berlangsung pada Kamis (26/1/2023) sekitar pukul 09.00, di SDN Gendengan. “Saat itu sedang jam istirahat sekolah, korban duduk sendirian di buk utara sekolahan,” ujarnya, Rabu (1/2/2023).
Sebagai gambaran, buk tersebut terletak di luar sekolah yang berbatasan dengan lapangan. Beberapa saat kemudian, ada mobil minibus warna putih dengan jenis dan nomor polisi tidak diketahui dari utara berhenti di dekat anak itu.
Lalu seorang laki-laki berperawakan kurus, kulit cokelat, badan tinggi, keluar dari mobil menghampiri anak tersebut. “Laki-laki itu kemudian mengambil sebuah permen warna ungu bulat dari saku celananya dan memberikan pada korban, kemudian berkata besok mau kemari lagi,” katanya.
BACA JUGA: Dugaan Upaya Penculikan Anak di Mantrijeron, Begini Penjelasan Disdikpora Jogja
Setelah memberikan permen, orang asing itu masuk mobil dan pergi ke selatan. Anak itu pun memakan permen tersebut. Sesaat kemudian, anak itu meraskan pusing dan mual, kemudian dibawa masuk kelas.
“Anak tersebut merasakan enggak enak di tenggorokannya setelah makan permen tersebut. Dia juga tidak mengenal orang yang memberi permen. Namun saat ini anak tersebut sudah sehat dan bersekolah seperti biasa,” ungkapnya.
Polisi juga belum mengetahui apa motif sebenarnya dari orang tak dikenal memberikan permen. Apakah disengaja atau tidak memberikan permen hingga membuat anak yang memakannya merasa pusing.
“Tetapi yang jelas kejadian tersebut tetap menjadi atensi kami. Kami melakukan penyelidikan dan patroli di wilayah, khususnya di sekolah-sekolah,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Sarana olahraga Sleman masih terkendala. Fasilitas dayung dan renang belum sesuai kebutuhan atlet menjelang Porda DIY XVIII 2027.
Pemda DIY menyalurkan Rp1 miliar untuk NTT terdampak gempa dan membantu mahasiswa asal NTT di Jogja melalui pangan serta keringanan kuliah.
Usulan BPIH 2027 Rp107,34 juta per jamaah naik hampir Rp20 juta. DPR meminta biaya dikaji agar rasional dan layanan tetap berkualitas.
KRI Ki Hajar Dewantara akan dijual setelah DPR menerima surpres. Simak spesifikasi, senjata, mesin, dan kemampuan kapal perang ini.
Seoul menyiapkan kebijakan “hak atas keteduhan” dengan koridor pejalan kaki teduh untuk menghadapi gelombang panas ekstrem dan melindungi warga.