Advertisement
Disdikpora Bantul Keluarkan Surat Imbauan terhadap Kasus Penculikan Anak
Ilustrasi. - SOLOPOS/Ratna Puspita Dewi
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul, Isdarmoko mengeluarkan surat terkait imbauan terhadap kasus penculikan anak di Bantul. Surat imbauan bernomor 421/224/UM itu dikeluarkan untuk mengantisipasi terjadinya penculikan anak di wilayah Bantul.
Dalam surat imbauan yang dikeluarkan pada 1 Februari 2023 itu terdapat tujuh poin yang langsung ditandatangani Kepala Disdikpora Bantul, Isdarmoko. Saat dimintai konfirmasi, Isdarmoko membenarkan surat imbauan yang ditujukan kepada kepala PAUD/ TK se-Bantul, kepala SD se-Bantul, dan kepala SMP se- Bantul tersebut.
Advertisement
Isdarmoko meminta kepada kepala sekolah meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan pengawasan dan pengamanan di lingkungan sekolah masing-masing terutama terhadap orang asing atau orang tidak dikenal dengan gerak gerik mencurigakan
“Sekolah juga diminta membuat imbauan kepada orang tua siswa atau wali murid yang melakukan antar jemput agar waspada dan tidak terlambat menjemput,” kata Isdarmoko, saat dihubungi Kamis (2/1/2023).
Baca juga: Ada 4 Simpang Susun di Tol Jogja-YIA, Ini Titik Lokasi dan Fungsinya!
Selain itu Isdarmoko juga meminta sekolah untuk membentuk tim atau petugas piket untuk mengoptimalkan pengawasan terhadap anak pada jam istirahat, jam ekstrakurikuler, dan pulang sekolah; melakukan pengawasan terhadap anak-anak yang menunggu jemputan; Melakukan komunikasi efektif dengan orang tua
Selain itu juga sekolah diminta menghubungi orang tua siswa jika terjadi keterlambatan penjemputan. “Memberikan sosialisasi kepada peserta didik terkait meningkatnya kasus penculikan anak dan mitigasi kasus tersebut,” ujarnya.
Sebelumnya sempat beredar informasi adanya upaya penculikan siswi di SDN 1 Padokan, Kalurahan Tirtonirmolo, Kapanewon Kasihan, Bantul. Dalam pesan singkat beredar terjadi upaya penculikan anak di SDN 1 Padokan dengan iming-iming uang Rp5.000 dan akan dimasukkan ke dalam mobil.
Terkait informasi tersebut, Kepala SDN 1 Padokan, Veny Nuraini Rohadi menyampaikan klarifikasi terkait informasi yang beredar. Ia membenarkan pada 31 januari 2023 ada kejadian di sekitar sekolah ketika jam istirahat.
“Salah satu anak kami dihampiri ibu-ibu yang turun dari mobil merah, mengajak anak untuk ikut serta dengan iming-iming uang Rp5.000. Si anak tidak bersedia dan segera masuk ke dalam sekolah, kemudian melaporkan kejadian kepada guru dan kepala sekolah. Alhamdulillah, kondisi anak aman,” katanya dalam siaran tertulisnya.
“Sementara Voice Note yang marak beredar bukanlah dari wali, guru, atau saya selaku kepala sekolah serta siswa tersebut bukan siswa SDN 1 Padokan karena kelas kami hanya paralel A-B sedangkan dalam Voice Note tersebut sampai paralel C,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Waspada Efek Perang Timur Tengah, Malaysia Perketat Keamanan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Belanja Pegawai Bantul Tembus 34 Persen Rekrutmen Dipangkas
- Jenazah 2 Prajurit Gugur di Lebanon Tiba di Lanud Adisutjipto
- SIM Keliling Jogja Dibuka di Alun-Alun Kidul, Cek Jadwalnya
Advertisement
Advertisement








