Kemarau Panjang hingga November, Dewan Minta Pangan Gunungkidul Dijaga
DPRD Gunungkidul meminta pemkab memperkuat mitigasi dampak kemarau panjang hingga November agar pertanian dan stok pangan tetap aman.
Salah satu rumah di Gunungkidul rata tanah akibat dihajar angin kencang pada Selasa (22/2/2022)/Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—BPBD Gunungkidul mencatat ada 40 peristiwa yang disebabkan cuaca ekstrem yang terjadi pada Minggu (12/2/2023) sore di Gunungkidul. Meski demikian, dipastikan dalam kejadian ini tak sampai menimbulkan korban jiwa.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Sumadi mengatakan hujan deras yang mengguyur sejak Minggu siang mengakibatkan terjadinya 28 titik genangan banjir di Kapanewon Playen. Adapun rinciannya, 25 titik di Kalurahan Ngawu dan tiga titik di Kalurahan Bandung.
“Salah satunya di jalan Jogja-Wonosari yang sampai masuk ke rumah sakit Nur Rohmah, tapi tidak berlangsung lama karena setelah dua jam bisa surut dan kembali kering,” kata Sumadi kepada wartawan, Senin (13/2/2023).
Kondisi yang sama juga terjadi di 27 titik genangan lainnya karena usai hujan reda air berangsur-angsur menyusut. Diduga luapan terjadi karena intensitas hujan yang tinggi.
Baca juga: Penataan Pansela di Pantai Depok hingga Parangkusumo Bantul Dimulai Tahun 2024
Selain itu, juga disebabkan saluran drainase yang terganggu karena sampah dan lainnya sehingga air meluap sampai ke jalan dan rumah warga. “Setelah beberapa jam langsung kering dan tidak ada warga yang sampai mengungsi,” ungkapnya.
Selain luapan banjir, BPBD Gunungkidul juga mencatat adanya dampak karena embusan angin kencang. Total ada 12 titik peristiwa pohon tumbang hingga rumah rusak akibat embusan tersebut.
Adapun lokasi peristiwa terjadi di Kapanewo Playen sembilan titik yang tersebar di Kalurahan Plembutan tiga titik, Kalurahan Bleberan lima titik dan Kalurahan Logandeng satu titik. Angin kencang juga terlihat di Kapanewon Wonosari di Kalurahan Kepek dua titik dan Kalurahan Gari satu titik.
“Meski terjadi musibah dalam peristiwa ini, tapi dipastikan tidak ada korban jiwa,” kata Sumadi.
Sampai Rabu
Berdasarkan prediksi dari BMKG, cuaca ekstrem masih akan terjadi hingga Rabu (15/2/2023) dengan intensitas hujan sedang hingga lebat disertai petir. Selain itu, juga ada potensi terjadinya angin kencang.
Kepala BPBD Gunungkidul, Purwono mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dan waspada sehingga dampak dari cuaca ekstrem dapat ditekan. Hasil kajian yang telah dilakukan ada potensi bencana seperti tanah longsor, banjir hingga pohon tumbang yang dapat mengakibatkan kerusakan.
“Apabila terjadi hujan lebat lebih dari dua jam diharapkan waspada. Jika lokasinya berada di daerah rawan bisa mengungsi ke tempat yang lebih aman,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul meminta pemkab memperkuat mitigasi dampak kemarau panjang hingga November agar pertanian dan stok pangan tetap aman.
Simak jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo pada Senin 17 Agustus 2026, lengkap dengan jam keberangkatan dari Tugu dan Kutoarjo.
DPRD Jogja menyoroti digitalisasi bansos dan potensi tumpang tindih anggaran dengan Dindukcapil terkait Identitas Kependudukan Digital.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Minggu 23 Agustus 2026. Simak jam keberangkatan pulang pergi dan tarif hanya Rp12.000.
Kebakaran melanda rumah adat Sade di Lombok Tengah, Sabtu malam. Petugas pemadam dikerahkan dan penyebab kebakaran masih diselidiki.
Jadwal KA Bandara YIA Minggu 23 Agustus 2026 lengkap rute YIA-Stasiun Tugu Yogyakarta beserta jam keberangkatan terbaru.