Hasil Pertanian Wadas Menurun, Project Multatuli Soroti Dampaknya
Hasil pertanian Wadas menurun sejak penambangan Bendungan Bener. Project Multatuli menilai perubahan lingkungan turut mengubah pola hidup warga
Pelantikan dan pengukuhan pramuka garuda kwarcab Bantul pada Rabu (22/2/2023). /Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, BANTUL—Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Garuda Kabupaten Bantul menegaskan ujung tombak gerakan pramuka ada pada gugus depan dengan berpangkal pada sekolah.
Bendahara Kwarcab dan Pelatih Pramuka Garuda Bantul, Tanti Satmawati mengatakan gugus depan yang berpangkal pada sekolah tersebut akan menentukan kualitas peserta didik.
“Masyarakat itu melihat pramuka hanya yang ada di depan mata, apa yang kelihatan saja. Dari kwartir itu selalu memberi pesan kepada para pembina di lingkungan sekolah bahwa ujung tombak gerakan pramuka itu di gugus depan dengan berpangkal pada sekolah,” kata Tanti ditemui di Pendopo Manggala Parasamya II pada Rabu (22/2/2023).
BACA JUGA : Kegiatan Pramuka di Jogja Segera Tatap Muka
Tanti mengatakan jawatannya kerap mengadakan acara yang melibatkan para pembina, sehingga pembina tersebut akan lebih memperhatikan peserta didik. Katanya, terdapat acuan atau petunjuk penyelenggaraan pramuka yang sama di seluruh daerah di Indonesia.
“Tinggal nanti bagaimana para pembina menyikapi petunjuk tersebut. Bagaimana cara menterjemahkannya kepada para peserta didik,” katanya.
Jelasnya, setiap sekolah di Kabupaten Bantul telah memiliki guru yang memiliki kecakapan untuk membina para peserta didik. Bertepatan dengan peringatan Bapak Pramuka Dunia, Robert Baden-Powell, jawatannya baru saja melantik dan mengukuhkan pramuka siaga garuda dan pramuka penggalang garuda.
“Sebenarnya pelantikan dan pengukuhannya itu Desember 2022 lalu, tapi dari kwarda minta memprioritaskan peresmian kampung pramuka di Wukirsari,” ucapnya.
BACA JUGA : Embrio Kewirausahaan Ditanamkan dalam Gerakan Pramuka
Pelantikan dan pengukuhan tersebut dilakukan untuk tingkat siaga dan penggalang, sementara untuk pelantikan panegak akan dilakukan pada 12 April 2023 bertepatan dengan peringatan Bapak Pramuka Indonesia, Sri Sultan HB IX.
Sebelum dikukuhkan, seorang peserta didik harus melewati beberapa tahapan seperti harus memenuhi 25 keterampilan bagi penggalang, sementara bagi siaga harus memiliki 20 keterampilan.
“Itu syarat yang ada di petunjuk penyelenggaraan pramuka garuda nomor 38 tahun 2017. Jadi kalau siaga itu harus menyelesaikan syarat kecakapan khusus. Kalau penegak lebih banyak lagi, ada 45 keterampilan yang harus dipunyai,” lanjutnya.
Pelantikan dan pengukuhan tersebut, katanya, melibatkan 17 kwartir ranting. Hanya saja yang memenuhi undangan pelantikan hanya 16 kwartir ranting. Dari jumlah 16 kwartir ranting tersebut, terdapat 88 orang dari tingkat siaga, sementara tingkat penggalang ada 82 orang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hasil pertanian Wadas menurun sejak penambangan Bendungan Bener. Project Multatuli menilai perubahan lingkungan turut mengubah pola hidup warga
Koperasi Desa Merah Putih di DIY mulai memetakan kebutuhan bahan baku MBG bersama SPPG untuk memperkuat pasokan pangan sekaligus menggerakkan ekonomi desa.
5 operasi tak ditanggung BPJS Kesehatan 2026: kecelakaan, kosmetik, luar negeri, dan lainnya. Simak 19 operasi yang dijamin dan syarat klaimnya.
Dinas Pendidikan Gunungkidul mencatat ada 18 SMP swasta yang tidak mendapatkan murid dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026-2027.
Protes kebijakan E20 di India meluas! Pengendara keluhkan mesin rusak dan BBM boros. Pemerintah sebut ini eksperimen, oposisi minta evaluasi.
Perpres Nomor 111 Tahun 2025 memasukkan penyebaran budaya LGBTQ sebagai bagian dari analisis ancaman nonmiliter dalam kebijakan pertahanan negara.