Advertisement

Dalam 4 Hari Terakhir, Ada Empat Mayat Ditemukan di Bantul, Ini Lokasinya

Andreas Yuda Pramono
Jum'at, 24 Februari 2023 - 13:17 WIB
Arief Junianto
Dalam 4 Hari Terakhir, Ada Empat Mayat Ditemukan di Bantul, Ini Lokasinya Ilustrasi. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL — Sejumlah mayat ditemukan di Bantul dalam empat hari berturut-turut. Pada pekan ke empat Februari 2023, Polres Bantul melaporkan lima kejadian penemuan mayat di wilayah Bantul.

Terbaru, pada Jumat (24/2/2023), Polres Bantul melaporkan penemuan mayat di Dusun Ngireng-ireng, Sumbermulyo, Bambanglipuro, Bantul. “Korban yang berinisial LJR, seorang buruh harian lepas, berumur 57 tahun meninggal diduga bunuh diri,” lanjutnya.

Advertisement

BACA JUGA:  TelkomClick 2023: Kesiapan Kerja Karyawan dalam Sukseskan Strategi Five Bold Moves di Tahun 2023

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu I Nengah Jeffry Prana Widyana mengatakan bahwa terdapat lima kejadian penemuan mayat selama empat hari berturut-turut di Kabupaten Bantul. “Kejadian pertama itu pada Selasa 21 Februari 2023 ada dua penemuan mayat di dua lokasi yang berbeda,” kata Jeffry dihubungi pada Jumat (24/2/2023).

Kejadian pertama tersebut berada di Sitimulyo, Piyungan dan Bangunharjo, Sewon. Di Sitimulyo, seorang wanita berinisial SYN, 57, meninggal di sebuah kontrakan, diduga korban meninggal akibat sakit jantung.

Sementara di Bangunharjo, seorang pria berinisial MM, 51, ditemukan meninggal di Sungai Code, Dusun Ngoto. Tidak jauh berbeda dengan SYN, MM juga diduga meninggal akibat penyakit jantung.

BACA JUGA: Penemuan Mayat Perempuan di Tambakboyo, Diduga Bunuh Diri

Sehari setelahnya, penemuan mayat kembali terjadi di Bantul tepatnya di Hutan Mangrove, Baros, Tirtohargo, Kretek. Korban berinisial PYM, 68, tersebut ditemukan mengambang di sungai oleh pemancing. “Untuk kejadian di mangrove itu bedasarkan keterangan keluarga, korban mempunyai riwayat gangguan kejiwaan,” katanya.

Pada Kamis 23 Februari 2023, seorang warga Dusun Padangan, Sitimulyo, Piyungan berinisial SMM, 66, ditemukan meninggal setelah diduga terjatuh ke jurang dengan ketinggian sekitar lima meter. Menurut keterangan keluarga, korban mempunyai riwayat sakit epilepsi selama puluhan tahun dan masih sering kambuh. “Jika kambuh tidak mengenal waktu dan tempat, bahkan korban bisa langsung kejang dan tidak sadarkan diri,” ucapnya.

BACA JUGA:  Finnet Dukung Digitalisasi Sistem Pembayaran Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

alt

QRIS Indonesia Bisa Dipakai di Negara-Negara ASEAN Ini

News
| Jum'at, 31 Maret 2023, 22:27 WIB

Advertisement

alt

Resep Semur Jengkol, Dijamin Bikin Nambah Nasi Terus

Wisata
| Jum'at, 31 Maret 2023, 12:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement