Parkir Bus di Eks Menara Kopi Kotabaru Naik Drastis Saat Libur Panjang
Aktivitas parkir bus wisata di Eks Menara Kopi Kotabaru Jogja melonjak saat libur panjang, bisa tembus lebih dari 35 bus per hari.
Foto ilustrasi. /ANTARA FOTO-Asprilla Dwi Adha
Harianjogja.com, JOGJA–Dinas Perhubungan (Dishub) DIY memastikan kajian terkait dampak kemacetan dan upaya mengantisipasi kepadatan lalu lintas akibat beroperasinya Tol Jogja Solo, Jogja Bawen dan Jogja YIA akan dilakukan tahun ini. Sebelumnya, PT Jogjasolo Marga Makmur (JMM) menyampaikan Tol Jogja Solo tahap I ditargetkan selesai pada 2024, dengan kendaraan melintas diprediksi ada 22.481 kendaraan per hari.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti menyampaikan kajian terkait tol saat ini sedang diusulkan untuk tahun 2023. “Baru diusulkan, akan on going,” ucapnya, Rabu (1/3/2023).
Dia menyampaikan kajian tersebut telah diusulkan sejak 2022, namun diperkirakan baru dapat terlaksana tahun ini.
Dishub DIY tengah melakukan kajian terkait exit tol yang berpotensi menyumbang kemacetan di DIY. “Dari sisi exit tol bagi yang ada di Prambanan, masuk ke tengah. Jadi ada berapa segmen yang kita lihat dari sisi kontribusinya, juga terhadap kemacetan yang ada di dalam [DIY],” katanya.
Di setiap titik exit tol tersebut, menurut Made perlu dipersiapkan manajemen dan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kemacetan. “Kami kan masih diskusi rekomendasi terhadap pembangunan jalan tol itu sendiri, termasuk bagaimana menangani manajemen dan rekayasa yang ada di exit tol,” katanya.
Ni Made menyampaikan kajian mendalam terkait potensi kemacetan dan upaya untuk mengurai kemacetan tersebut perlu dilakukan. “Kita kaji lebih dalam lagi melalui analisis kajian lebih dalam. Ini kan baru analisis dari kami ya. Kami diundang oleh pengembang jalan tol, dari tata ruang dan lainnya. Secara akademis kita harusnya punya [kajian], jangan hanya analisis dari sisi kita sendiri,” katanya.
Dikatakannya, Dishub DIY dan tiap kabupaten/kota perlu mempersiapkan pengaturan lalu lintas serta manajemen rekayasa lalu lintas di titik macet tol Jogja. Selain itu diperlukan pula perbaikan sejumlah simpang jalan, adanya transit point, rekayasa lalu lintas satu arah, dan sejumlah rekayasa lain perlu untuk dilakukan kajian lebih lanjut.
“Bukan masalah jumlah [kendaraan yang melintasi tol], tapi bagaimana mengatasi ketika banyak kemudahan masuk akses ke DIY dan dampak ini yang sangat kita prioritaskan untuk analisis,” ujarnya.
Terkait berapa lama kajian tersebut akan dilakukan serta perkiraanwaktu pelaksanaannya, Ni Made belum dapat menyampaikannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Aktivitas parkir bus wisata di Eks Menara Kopi Kotabaru Jogja melonjak saat libur panjang, bisa tembus lebih dari 35 bus per hari.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.