DPRD Sleman Dorong Budidaya Ikan Beralih ke Teknologi Modern
DPRD Sleman mendorong pembudidaya ikan beralih dari cara tradisional ke teknologi untuk meningkatkan produktivitas di tengah keterbatasan lahan.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul menegaskan bahwa tidak ditemukan kasus flu Singapura hingga Sabtu (4/3/2023). Kendati demikian, Dinkes tetap meminta masyarakat Bantul untuk waspada.
Kepala Bidang Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinkes Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso mengatakan bahwa sejak tahun 2022 hingga sekarang, tidak ada penemuan kasus flu Singapura di Bantul.
“Flu Singapura tidak pernah ditemukan di Bantul. Tahun lalu juga tidak ada,” kata Joko dihubungi pada Sabtu (4/3/2023).
Pria yang kerap disapa Oki ini menjelaskan bahwa seseorang yang datang dari luar negeri memiliki potensi membawa virus penyebab flu Singapura. Terangnya, gejala flu Singapura tidak jauh berbeda dengan gejala flu pada umumnya.
“Flu tersebut bisa dicegah [penularannya] dengan istirahat yang baik, kemudian makan-makanan dengan gizi cukup,” katanya.
Baca juga: Waspada! Setiap Pekan Ditemukan Kasus Flu Singapura di Kulonprogo
Penularan juga dapat melalui bintik-bintik air yang berada di badan. Katanya, penularan tidak jauh berbeda dengan cacar air. Karena itu, seseorang yang terkena flu Singapura diharuskan menjauhi kerumunan agar tidak menyebabkan penularan.
“Flu Singapura ini pokoknya disebabkan oleh virus. Hanya manifestasinya seperti cacar air. Tapi beda virus. Kalau cacar kan disebabkan virus Varicella,” ucapnya.
Kementerian Kesehatan menyebut bahwa flu Singapura disebabkan oleh virus Enterovirus. Penyebaran virus tersebut dapat terjadi melalui kontak kulit, udara pernapasan, makan dan minum bersama. Kemudian, virus itu memiliki masa inkubasi tiga hingga enam hari dengan jumlah virus yang masih terdapat di tubuh bertahan hingga lima minggu.
Tanda awal seseorang terjangkit flu Singapura adalah terjadi perubahan warna kulit menjadi merah cerah dan bintik-bintik seperti lenting dengan ukuran 4-8 mm. Lenting- lenting dapat mengikis kulit sekitar dengan cepat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Sleman mendorong pembudidaya ikan beralih dari cara tradisional ke teknologi untuk meningkatkan produktivitas di tengah keterbatasan lahan.
Alfamidi kembali menyalurkan 1.500 telur untuk 50 balita di Margodadi, Sleman, sebagai bagian dari program CSR pencegahan stunting.
Pemerintah menargetkan kemiskinan nasional turun menjadi 6–6,5 persen pada 2027 dengan pertumbuhan ekonomi 6 persen.
Puan Maharani meminta polisi mengusut tuntas kericuhan demo 27 Agustus 2026 dan kematian warga di Pejompongan.
Pejabat Sleman yang gagal mencapai target kinerja bisa dikenai sanksi hingga demosi. Evaluasi mengacu pada Perbup Sleman No. 35/2026.
LBB 2026 Jogja diikuti 3.500 pelajar dari SD hingga SMA. Kegiatan ini menanamkan disiplin, keteraturan, dan cinta Tanah Air.