Penanganan Stunting Jogja, Kelurahan Keparakan Bagikan Telur Omega dan Susu
Kelurahan Keparakan membagikan telur omega dan susu kepada anak berisiko stunting melalui program PMT pada September 2026.
Petugas Satlantas saat memasang garis polisi di lokasi jalur penyempitan di Kecamatan Patuk, Kamis (6/6/2019).- Harian Jogja/Rahmat Jiwandono
Harianjogja.com, JOGJA—Berdasarkan data Badan Kebijakan Transportasi, pergerakan orang secara nasional selama lebaran 2023 mencapai 123,8 juga orang. Untuk menyambut pemudik tahun ini, Dinas Perhubungan (Dishub) DIY masih melakukan kajian kebijakan yang akan diterapkan.
Kepala Bidang Angkutan Dishub DIY Sumaryoto menyampaikan antisipasi arus mudik dan balik tengah dikaji Dishub DIY.
BACA JUGA : Sejumlah Tol Waskita Bakal Beroperasi Mudik Lebaran 2023, Cuan nih
“Kami belum [kebijakan selama lebaran], baru menyusun, kami belum rapat,” ucapnya, Rabu (8/3/2023).
Sumaryanto menyampaikan nantinya kebijakan yang akan diterapkan akan melibatkan Dishub setiap kabupaten/kota di DIY. “
Nanti kami nanti akan mengundang Dishub Kabupaten/Kota yang persoalannya kan dari kabupaten/kota, kita hanya mendukung saja,” ucapnya.
BACA JUGA : 5,9 Juta Orang Diprediksi Masuk ke Jogja Saat Lebaran
Hingga kini, menurut Sumaryoto perkiraan jumlah pemudik yang akan masuk DIY pun masih dalam kajian. Selama tahun 2022 terjadi peningkatan volume kendaraan yang memasuki DIY sekitar 19-20% daripada tahun 2019.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kelurahan Keparakan membagikan telur omega dan susu kepada anak berisiko stunting melalui program PMT pada September 2026.
DPRKPLH Temanggung menemukan kapasitas IPAL SPPG Tegalurung I belum mencukupi. Perbaikan dan pemeriksaan lanjutan segera dilakukan.
Fuad Hasan Masyhur membantah uang US$500.000 yang disita dari rumahnya merupakan keuntungan penyelenggaraan ibadah haji.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 2 Oktober 2026 lengkap tiap stasiun. KRL berangkat mulai 05.05 WIB dengan tarif Rp8.000.
BTS menjadi grup pop pertama yang mencatat penjualan tiket kumulatif lebih dari US$500 juta atau sekitar Rp8,95 triliun.
LHKPN mencatat harta Listyo Sigit Rp15,34 miliar, Dedi Prasetyo Rp13,05 miliar, dan Fadil Imran Rp9,96 miliar.