Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Kepala BPBD Sleman, Makwan dan Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, memantau lokasi tambang di sungai yang berhulu di Merapi di Cangkringan, Rabu (15/3/2023)/Istimewa-Humas Pemkab Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemkab Sleman menerbitkan Surat Edaran Bupati No. 014/2023 tentang Imbauan Penghentian Aktivitas Masyarakat di Alur Sungai yang Berhulu di Gunung Merapi, Rabu (15/3/2023). Surat itu untuk merespons peningkatan erupsi Gunung Merapi.
Surat edaran tersebut ditujukan kepada tiga panewu atau camat di zona Kawasan Rawan Bencana (KRB), yaitu Cangkringan, Pakem, Turi, serta lurah-lurah di masing-masing kapanewon atau kecamatan tersebut. Kepala BPBD Sleman, Makwan, mengatakan SE Bupati ini diperlukan untuk mitigasi bencana erupsi Merapi.
Makwan juga menjelaskan BPBD Sleman telah mempersiapkan masker untuk mengantisipasi hujan abu akibat peningkatan erupsi dan bertiupnya angin yang membawa abu vulkanik ke arah selatan atau Kabupaten Sleman.
“Kami sudah melakukan aktivasi posko bencana di kalurahan-kalurahan dan mengecek penerangan jalan umum di jalur evakuasi bersama dengan Dinas Perhubungan Sleman. Kami juga sudah membersihkan papan rambu evakuasi dan memperbaiki yang rusak agar lebih jelas sehingga dapat menjadi alat mitigasi bencana,” katanya.
Lurah Kepuharjo, Heri Suprapto, menyampaikan kalurahan sudah menutup area hulu sungai Gendol agar tidak ada masyarakat baik warga Kepuharjo maupun dari luar Sleman yang beraktivitas di sekitar aliran sungai.
“Kami sudah menutup 4 titik di alur sungai Gendol karena apabila terjadi erupsi, Sungai Gendol adalah kawasan rawan bencana dan berbahaya karena berjarak 6 km dari puncak Merapi,” ungkapnya.
BACA JUGA: Abu Merapi Tidak Turun di Jogja dan Malah Menyebar ke Magelang Hingga Wonosobo, Ini Penyebabnya
Sembari menyerahkan SE ini, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo memantau tambang-tambang pasir di sekitar Merapi dan meninjau kesiapan jalur evakuasi, logistik dan kesehatan di Kalurahan Kepuharjo, Glagaharjo dan Umbulharjo, serta Puskesmas Cangkringan.
Kustini mengatakan SE menginformasikan kepada masyarakat dan mengurangi risiko dampak erupsi Gunung Merapi baik bahaya primer berupa awan panas guguran maupun sekunder berupa abu vulkanik dan banjir lahar.
“Saya mengimbau masyarakat dan pelaku usaha agar tidak melakukan kegiatan dan aktivitas apapun di daerah potensi bahaya terutama di aliran sungai yang berhulu di Gunung Merapi sektor barat daya dan sektor tenggara sampai dengan situasi aman,” ujarnya.
Kustini juga memberikan arahan kepada stakeholder terkait agar bersama-sama menyiapkan upaya mitigasi apabila terjadi bencana dan selalu memantau aktivitas gunung Merapi, serta secara khusus memantau aktivitas masyarakat di aliran sungai yang berhulu di Gunung Merapi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Dokter Yoga Yuniadi meluruskan anggapan obat hipertensi menyebabkan ginjal rusak dan menjelaskan pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.
DPRD Kota Jogja mendorong pencegahan korupsi melalui penguatan sistem, tata kelola transparan, akuntabel, dan budaya integritas.