Advertisement
Setiap Tahun 150 Hektare Lahan Pertanian di Jogja Lenyap
Tukino, salah seorang petani di Kalurahan Bulurejo, Semin memupuk tanaman padi yang di sawahnya, Rabu (14/4/2021). - Harian Jogja/David Kurniawan
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA– Setiap tahun sekitar 150 hektare lahan pertanian di DIY beralih fungsi. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY terus berupaya meminimalisir alih fungsi lahan tersebut.
Kepala DPKP DIY Sugeng Purwanto menyampaikan alih fungsi lahan pertanian di DIY tidak dapat dihindarkan, setiap tahun selalu terjadi alih fungsi lahan sekitar 150 hektare per tahun.
Advertisement
“Kita sangat sulit untuk membendung karena kepentingan banyak yang lain, kemudian secara normatif sulit untuk dipertahankan,” katanya, Kamis (16/3/2023).
Sejumlah lahan pertanian, menurut Sugeng dimanfaatkan untuk kepentingan umum, antara lain jalan tol, sejumlah lainnya untuk mendukung proses pembangunan. Meski begitu, DPKP DIY terus berupaya meminimalisir alih fungsi lahan tersebut.
“Kita tidak menampilkan bahwa untuk fasum yang lebih penting itu dimungkinkan. Tapi Pemda sedapat mungkin, seminimal mungkin, fasum yang dibangun sekecil mungkin untuk tidak mengubah fungsi lahan petani,” ucapnya.
BACA JUGA: Tok! Terdakwa Tragedi Kanjuruhan Divonis Bebas
Sugeng mengatakan alih fungsi lahan pertanian di DIY telah diatur dalam Perda DIY No. 6/2021 tentang Perubahan Atas Perda DIY No.10/2011 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan.
“Itu juga salah satu dawuh Ngarso Dalem, seminimal mungkin lahan itu jangan berubah, itu yang selalu harus jadi pemikiran siapapun yang punya kepentingan di sana,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan
Advertisement
Berita Populer
- Program Makan Bergizi Pemkab Gunungkidul Serap Ratusan Tenaga Kerja
- Jadwal Lengkap KRL Solo-Jogja Sabtu 14 Februari 2026
- Jadwal Lengkap KRL Jogja-Solo, Sabtu 14 Februari 2026
- Pemkab Sleman Usulkan Varietas Sibrol Sembada ke Kementan
- SIM Keliling Gunungkidul 14 Februari 2026, Perpanjang SIM Lebih Mudah
Advertisement
Advertisement








