APBD DIY 2027 Disiapkan Rp4,93 Triliun, Fokus pada Tiga Hal Ini
APBD DIY 2027 dirancang Rp4,93 triliun. Sri Sultan HB X fokus pada pengentasan kemiskinan, peningkatan SDM, dan pertumbuhan ekonomi inklusif berkelanjutan.
Joni Prasetyo (pria berkacamata) saat menerima penghargaan dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN RI) pada 2019 lalu./Ist
Harianjogja.com, SLEMAN—Joni Prasetyo, 28, menjadi salah satu pemuda di Sleman yang patut dicontoh. Dulu, ia pernah menjadi korban klitih namun kini ia melakukan pencegahan dini kenakalan di kalangan remaja.
Sejak 10 tahun terakhir, pemuda kelahiran Sleman 09 Juni 1994 ini fokus melakukan berbagai aktivitas konseling bagi kalangan usia remaja. Selain untuk mencegah kenakalan remaja, itu dilakukan Joni untuk menurunkan kasus pernikahan dini di kalangan remaja .
Ia mengaku mengawali gerakan tersebut sejak di bangku SMA. Waktu itu, Joni melihat teman sebayanya banyak mengalami permasalahan remaja seperti geng sekolah, pernikahan dini, terjebak seks bebas dan Napza.
"Ya berangkat dari pengalaman pribadi. Waktu itu saya di SMA pernah dibully. Saya juga pernah jadi korban klitih. Saya juga pernah menjadi konselor sebaya kepada teman-teman di sekolah," ungkap Joni, Kamis (16/3/2023).
Baca juga: Seluruh Aktivitas di Sungai Lereng Merapi Diminta Berhenti
Kiprah Joni dimulai saat ia berupaya mengubah image negatif remaja di Kapanewon Ngemplak pada 2013-2016. Sebagai Ketua Pusat Informasi dan Konseling Remaja Kecamatan Ngemplak, Joni berupaya merangkul para remaja di Ngempak agar tidak terjebak dalam aktivitas negatif (klitih) dengan berbagai aktivitas positif.
"Waktu itu pada tahun 2013 saya ingat betul kasus pemerkosaan dan disertai pembunuhan yang dialami siswi SMK yang kebetulan remaja di Ngemplak. Saya dan teman-teman remaja lain terus bertindak menginisiasi terbentuknya Pusat Informasi Dan Konseling Remaja di tingkat kecamatan," ceritanya.
Pembentukan Pusat Informasi Dan Konseling Remaja itu, katanya bertujuan untuk wadah oleh dan untuk para remaja agar terhindar dari kasus-kasus seperti kenakalan remaja, seks bebas, pernikahan dini dan penyalahgunaan NAPZA. Usaha Joni itu pun diganjar Penghargaan dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN RI) pada 2019.
Joni dinilai BKKBN sebagai sosok pemuda yang memiliki Inspirative Movement, Voice Your Right. Penghargaan tersebut diberikan kepada remaja yang mampu memberikan dampak kepada remaja lain atas kegiatan dan advokasi nya sehingga dapat mempengaruhi kebijakan daerah.
Joni pun tercatat sebagai Ketua Forum Generasi Berencana (Genre) DIY periode 2017 - 2020 sebelum menjadi Pengurus Pusat Genre Indonesia. Kini pun, ia dipercaya menjabat Majelis Pertimbangan Organisasi Forum Generasi Berencana Kabupaten Sleman
"Saat ini saya masih memiliki PIK REMAJA binaan di beberapa sekolah dan kelompok masyarakat. Salah satu sekolah binaan saya di SMP NEGERI 1 TURI," ujar Joni. *
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
APBD DIY 2027 dirancang Rp4,93 triliun. Sri Sultan HB X fokus pada pengentasan kemiskinan, peningkatan SDM, dan pertumbuhan ekonomi inklusif berkelanjutan.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 16 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Tarif tetap Rp8.000 dengan 12 perjalanan setiap hari.
ORI DIY menyoroti penanganan dugaan pelecehan seksual di tiga perguruan tinggi swasta di Jogja dan meminta penguatan sistem pengaduan.
Robert Lewandowski mengungkap alasan memilih bergabung dengan Chicago Fire di MLS setelah meninggalkan Barcelona usai empat musim.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 16 Juli 2026. Tarif tetap Rp8.000 dengan keberangkatan dari Jogja mulai pukul 05.05 WIB hingga 22.35 WIB.
KPK menyambut positif pembentukan tim penyidik Kejagung untuk menangani kasus Febrie Adriansyah yang kini masih berstatus saksi.