Gunungkidul Perluas Pembayaran Tiket Masuk Nontunai ke 5 TPR Wisata
Cashless di TPR Baron Gunungkidul dinilai sukses. Sistem pembayaran non tunai akan diperluas ke lima TPR untuk mengoptimalkan PAD wisata.
Wakil Bupati Gunungkidul Heri Susanto saat meresmikan RSI Gunungkidul di Kalurahan Ngipak, Karangmojo. Selasa (21/3/2023)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Wakil Bupati Heri Susanto mendorong agar fasilitas kesehatan di Gunungkidul terus meningkatkan layanannya kepada masyarakat. Hal ini disampaikan saat meresmikan Rumah Sakit Islam (RSI) Gunungkidul di Kapanewon Karangmojo, Selasa (21/2/2023).
“Saya mengucapkan selamat kepada RSI. Semoga memberikan peran dalam memberikan layanan kesehatan yang terbaik bagi masyarakat. Peningkatan layanan ini berlaku bagi seluruh rumah sakit di Gunungkidul,” kata Heri kepada wartawan, Selasa siang.
Dia berharap RSI Gunungkidul bukan sebagai alat untuk bersaing di bidang kesehatan. Menurut Heri, penambahan fasilitas kesehatan ini maka bisa saling melengkapi dalam hal pelayanan.
“Pelayanan yang baik dan layak harus benar-benar dikedepankan. Jangan sampai ini diabaikan sehingga muncul keluhan dari masyarakat,” ungkapnya.
Heri menambahkan dengan penambahan rumah sakit ini, pilihan masyarakat untuk berobat lebih banyak lagi. Di sisi lain, keberadaan RSI juga berada di lokasi yang strategis karena berada di wilayah ibukota kapanewon.
“Kebetulan juga di Karangmojo juga banyak lansia. Harapannya bisa terlayani dengan baik,” katanya.
Direktur Utama RSI Gunungkidul, Wiwik Lestari, mengatakan pembangunan rumah sakit ini merupakan modal bersama dari umat. Untuk saat ini masih berstatus tipe D, tapi ke depannya akan terus ditingkatkan agar pelayanan jadi semakin baik.
“Sudah resmi beroperasi karena segala perizinannya sudah didapatkan. Dalam waktu dekat ini, kami juga menargetkan bisa bekerjasama dengan BPJS sehingga layanan ke masyarakat bisa lebih luas,” katanya.
Disinggung mengenai layanan, Wiwik mengakui siap melengkapi layanan yang belum ada di Gunungkidul. Salah satunya berkaitan dengan masalah ortopedi yang hingga sekarang kalau berobat harus ke Kota Jogja.
“Sudah kami rencanakan layanan ortopedi sehingga penyakit yang berkaitan dengan tulang bisa ditangani di Gunungkidul, tanpa harus ke luar daerah,” katanya.
Rumah sakit yang berdiri di lahan sekitar 1,1 hektare ini, pada saat sekarang memiliki kapasitas 50 tempat tidur. Rencananya akan diperluas hingga mencapai 100 kamar tidur.
“Masih dalam pengembangan. Tentunganya dalam memberikan layanan, kami benar-benar akan memperhatikan kualitas yang baik sehingga masyarakat tidak kecewa,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cashless di TPR Baron Gunungkidul dinilai sukses. Sistem pembayaran non tunai akan diperluas ke lima TPR untuk mengoptimalkan PAD wisata.
Mobil yang sering terpapar matahari berisiko mengalami kerusakan pada interior, cat, ban, baterai, dan elektronik. Simak dampak serta cara menguranginya.
Rapat paripurna dibuka dan terbuka untuk umum, agenda paripurna kemudian dilanjutkan dengan penyampaian laporan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Magelang
PSS Sleman kalah 1-2 dari Dewa United. Pieter Huistra menilai timnya kurang beruntung, sedangkan Fachruddin menyoroti hilangnya fokus.
Veda Ega Pratama kecewa gagal finis empat besar setelah terkena long lap penalty di Moto3 Austria 2026. Ia tetap membawa pulang tiga poin.
PSIM Jogja meliburkan skuad hingga 26 September saat jeda FIFA Matchday. Manajemen mengevaluasi hasil tiga laga sebelum menghadapi Persija pada 10 Oktober.