Desil Kesejahteraan Naik, BPS: Bukan Berarti Warga Makin Kaya
Kenaikan desil DTSEN tidak otomatis berarti warga makin sejahtera. BPS DIY menjelaskan desil ditentukan dari 41 variabel sosial ekonomi.
Ilustrasi masjid./Shutterstock
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Jogja menyampaikan imbauan jangan ada kegiatan politik di tempat ibadah. Koordinator Divisi Hukum Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu Kota Jogja, Noor Harsya Aryo Samudro mengatakan peserta Pemilu perlu membedakan kegiatan politik dan kegiatan agama.
Melalui Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) se Kota Jogja, Bawaslu menyampaikan imbauan agar tempat ibadah tidak dijadikan sebagai media sosialisasi peserta Pemilu. Sehingga tempat ibadah terjaga situasi dan kondisinya.
BACA JUGA : Pengurus Masjid Diminta Tidak Memberikan Panggung
"Agar peserta Pemilu melakukan kegiatan sosialisasi di masyarakat dibedakan dengan kegiatan ibadah bulan ramadan. Agar jelas kegiatan politik dengan kegiatan ibadah berbeda," ucapnya dihubungi, Sabtu (25/3/2023).
Menurutnya kerja sama juga dilakukan dengan Bakesbangpoldagri Kota Jogja menggelar sosialisasi dengan pengurus rumah ibadah se Kota Jogja, dalam menyambut tahapan Pemilu dan menyongsong ramadan 1444 H.
"Beberapa rumah ibadah sudah berkomunikasi sebagai bentuk koordinasi untuk pencegahan. Seperti vihara, gereja, dan masjid. Teman-teman Panwascam juga sudah melakukan koordinasi dengan pimpinan di masing-masing wilayah," jelasnya.
Lebih lanjut dia menyampaikan, kendalanya saat ini adalah Bawaslu belum bisa menindak jika ada temuan karena belum masuk masa kampanye. Hal yang bisa dilakukan saat ini hanya sosialisasi dan upaya pencegahan.
BACA JUGA : Tegas! Masjid di Kota Jogja Tolak Kegiatan Politik
"Problemnya kami belum bisa menindak apabila ada dugaan pelanggaran karena belum memasuki tahapan masa kampanye."
Ketua Takmir Masjid Gedhe Kauman, Azman Latif menyampaikan Masjid Gedhe Kauman menghadirkan penceramah berdasarkan pada kompetensi, baik sisi keagamaan ataupun yang lain. "Dengan demikian kami berharap jamaah akan tercerahkan pada semua aspek baik agama dan lainnya."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kenaikan desil DTSEN tidak otomatis berarti warga makin sejahtera. BPS DIY menjelaskan desil ditentukan dari 41 variabel sosial ekonomi.
Kemenhut mewajibkan pemegang PBPH memperkuat pencegahan karhutla menghadapi cuaca ekstrem akibat El Nino 2026 dan 2027.
Kasus Ebola di RD Kongo mencapai 5.514 dengan 2.642 kematian. Sebanyak 10 negara memperketat pemeriksaan di perbatasan.
Pencurian motor di Kadipiro Solo kepergok warga. Seorang terduga pelaku ditangkap setelah dikejar hingga Gondangrejo, Karanganyar.
Polisi mengungkap kematian Triyanto di Pajangan, Bantul, diduga akibat penganiayaan. Tiga orang diamankan dan masih diperiksa.
Prabowo meluncurkan program PLTS 100 GWp. Pemerintah menargetkan 30 GWp terbangun pada 2026 dan seluruh proyek selesai pada 2029.