Lumbung Mataram Kalurahan Purwosari di Kulonprogo Mengoptimalkan Pertanian dan Peternakan Warga
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Foto ilustrasi. /Antara Foto
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) DIY kompak mengimbau masyarakat khususnya pengurus masjid untuk tidak memberikan panggung kampanye politik selama kegiatan Ramadan, Jumat (23/3/2023).
Ketua Bawaslu DIY SutrisnowatI menjelaskan masjid dan tempat ibadah lain dilarang untuk digunakan sebagai tempat kampanye politik. “Di masa kampanye saja dilarang apalagi di bulan suci puasa yang bukan masa kampanye,” katanya, Jumat siang.
SutrisnowatI menyebut Bawaslu DIY sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengantisipasi kampanye politik di masjid pada Ramadan ini. “Secara nasional sudah dilakukan koordinasi, termasuk kami di daerah juga untuk tidak menggunakan masjid sebagai tempat kampanye,” ujarnya.
Selain dilarang dalam perundang-undangan, jelas Sutrisnowati, penggunaan masjid untuk kampanye juga riskan menimbulkan gejolak. “Eskalasi politik di masyarakat memang sudah meningkat tentu hal ini juga perlu diimbangi dengan kesadaran masyarakat sendiri, jangan sampai terjadi perpecahan apalagi benturan di bulan puasa ini. Untuk itu kami himbau masyarakat untuk tidak menyediakan panggung politik di masjid,” jelasnya.
Baca juga: Ini Kejanggalan Narasi yang Disampaikan Polisi Terkait Penutupan Patung Bunda Maria di Kulonprogo
Ketua DMI DIY Muhamad juga telah mengoordinasikan masjid-masjid di wilayahnya untuk tidak memberikan panggung kampanye politik. “Kalau isi mimbarnya seperti pilihlah saya pemilu nanti jelas itu dilarang, tapi kalau tokoh politik memberikan ceramah asal memenuhi kapasitasnya dan topiknya menyangkut maslahat umat saya kira tidak masalah, asal tidak kampanye,” katanya, Jumat sore.
Larangan tokoh politik untuk tidak memberikan ceramah, jelas Muhamad, sulit diterapkan. “Tokoh politik itu kan pasti punya kapasitas lain, mungkin soal kesehatan, ekonomi, sosial, dan lainnya kalau isi ceramahnya itu saya kira masih bisa diterima yang penting untuk kemaslahatan umat,” jelasnya.
Muhamad menyebut pengurus masjid di Jogja sudah cukup cerdas untuk memilah tokoh masyarakat yang punya kapasitas guna menyampaikan suatu tema. “Tidak perlu dikhawatirkan ada panggung kampanye di masjid itu kecil kemungkinan karena saya kira para takmir masjid Jogja ini cerdas-cerdas untuk memilih dan memilah,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Rupiah menguat ke Rp17.653 per dolar AS di tengah penguatan dolar global dan sentimen suku bunga The Fed serta konflik Timur Tengah.
BMKG memprakirakan mayoritas wilayah Indonesia berpotensi hujan ringan hingga petir pada Kamis, termasuk Jawa dan Sumatra.
Volvo EX90 resmi meluncur di Indonesia dengan harga Rp2,5 miliar. SUV listrik premium ini punya jarak tempuh hingga 600 km.
Kemendag meminta klarifikasi Shopee terkait aduan konsumen PMSE, mulai barang tak sesuai hingga kendala pembayaran digital.
Indomaret Cabang Yogyakarta Bersama PMI Sleman kembali Gelar Aksi Donor Darah Disertai Pemeriksaan Mata dan Cek Kesehatan Gratis Dari Puskesmas Gamping 2