Tawon Jadi Fauna Khas Gunungkidul, Bukan Belalang Goreng
Tawon resmi menjadi fauna khas Gunungkidul menggantikan anggapan belalang sebagai ikon daerah, sesuai Perda Nomor 3 Tahun 1999.
Ilustrasi pendidikan/Pixabay
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bupati Gunungkidul Sunaryanta melantik anggota Dewan Pendidikan Gunungkidul periode 2022-2027, Senin (27/3/2023). Dia mengharapkan susunan baru dapat berperan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di Bumi Handayani.
“Kami ucapkan selamat dan semoga bisa menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya,” kata Sunaryanta kepada wartawan, Senin siang.
Menurut dia, Dewan Pendidikan Gunungkidul harus bisa mengambil peran di dunia pendidikan baik formal dan nonformal. Salah satunya dengan mewadahi dan menyalurkan aspirasi dari masyarakat dengan melahirkan kebijakan dalam progam penguatan di bidang pendidikan.
“Saya harap bisa menghimpun dan menganalisa memberikan rekomendasi dalam upaya memperkuat mutu pendidikan di Gunungkidul,” katanya.
Ketua Dewan Pendidikan Gunungkidul Andang Suharyanto mengatakan banyak tugas yang harus dilakukan sesuai dengan visi misi dan ketugasan yang dimiliki dewan pendidikan. Pasalnya, hingga sekarang pendidikan di Gunungkidul masih tertinggal jauh dibandingkan dengan daerah lain di DIY.
Hal ini berbeda jauh dengan yang terjadi di era 1970-1980-an ketika Gunungkidul bisa menduduki peringat kedua atau ketiga di DIY. “Kalau sekarang selalu peringkat terbawah. Jadi, harus bisa ditingkatkan,” katanya.
Menurut dia, banyak faktor yang membuat mutu pendidikan belum bisa dimaksimalkan. Salah satunya melalui berbagai inovasi agar peningkatan kualitas bukan semata-mata karena dibebani target, tapi sebuah kesadaran untuk mewujudkannya.
“Kalau berdasaran target maka hanya rutinitas yang dijalankan. Tapi, kalau kesadaran untuk meningkatkan mutu dimiliki, maka akan lebih totalitas dalam menajalnkannya,” kata Andang.
Ia menambahkan, sesuai tugas yang dimiliki maka siap memberikan masukan dan saran terhadap upaya peningkatan mutu pendidikan yang ada. “Tentunya kami juga akan bertanggungjawab ke bupati. untuk program kerja, kami akan merumuskan terlebih dahulu,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tawon resmi menjadi fauna khas Gunungkidul menggantikan anggapan belalang sebagai ikon daerah, sesuai Perda Nomor 3 Tahun 1999.
Kominfo menjelaskan tiga peran orangtua dalam melindungi anak di ruang digital sesuai PP Tunas 2025 untuk menciptakan internet aman.
-Pendampingan yang dilakukan Astra Honda Motor terhadap Desa Wisata Krebet, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pajangan, Bantul mulai menunjukkan dampak
BGN menegaskan Program Makan Bergizi Gratis tidak membagikan susu formula untuk bayi usia 0-6 bulan dan tetap mengutamakan ASI eksklusif.
Catcrs menggandeng market maker dan broker institusional untuk memperkuat likuiditas dan stabilitas perdagangan aset digital.
Arema FC menang 3-1 atas PSIM Yogyakarta di laga terakhir BRI Super League 2026. Joel Vinicius cetak gol cepat menit ke-2.