SPMB Bantul 2026: Jalur Prestasi Khusus Sepi Peminat di Sejumlah SMP
SPMB Bantul 2026 menunjukkan fenomena berbeda. Sejumlah SMP kekurangan pendaftar jalur prestasi khusus, sementara sekolah lain kebanjiran peminat.
Abdul Halim Muslih/Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL—Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih menyebut penerbitan jam malam anak guna mengatasi kejahatan jalanan atau yang biasa disebut klitih bukan pilihan yang tepat untuk diberlakukan.
Dia lebih memilih upaya pencegahan melalui program pembinaan untuk meminimalkan aksi kejahatan jalanan di wilayahnya. "Saya rasa bukan pilihan yang tepat soal jam malam anak. Kesannya jadi seperti terlalu mencekam," kata Halim, Jumat (31/3/2023).
Menurutnya, dimungkinkan ada dampak ekonomi yang ditimbulkan jika jam malam anak diberlakukan di wilayah Bantul. Aktivitas ekonomi pada malam hari disinyalir bakal berdampak, sehingga belum tepat untuk diterapkan. "Dampak ekonominya juga besar. Makanya sampai hari ini penerapan jam malam itu bukan suatu kebijakan yang paling tepat," katanya.
BACA JUGA: Klitih dan Jogja Viral Lagi karena Pembacokan, Ini Perkembangan Kasusnya Menurut Polisi
Hakim menyebut, upaya sejumlah lembaga dan instansi terkait dalam pencegahan kejahatan jalanan anak sudah banyak dilakukan. Sebelum Ramadan lalu sejumlah sekolah dri berbagai jenjang sudah mendeklarasikan menolak terlibat dalam geng sekolah dan aksi kejahatan jalanan. "Namun, tetap harus dilakukan pembinaan. Sudah ada sistemnya untuk menginternalisasi nilai moral," katanya.
Halim juga mengajak kepada para orang tua untuk lebih peduli dan melakukan pengawasan intensif terhadap anaknya masing-masing, sehingga bisa terhindar dari aktivitas-aktivitas yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. "Pemerintah bersama Kapolres, bersama Dandim sudah berkoordinasi, tetapi itu saja tidak cukup. Sekolah-sekolah dan terutama keluarga itu harus turut tanggungjawab," kata dia.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kabupaten Bantul Agus Budi Raharja menyebut, sampai saat ini wilayahnya belum memiliki aturan terkait dengan jam malam anak. Munculnya wacana penerbitan aturan itu lantaran maraknya aksi kejahatan jalanan yang melibatkan murid sekolah. "Sampai sekarang belum ada aturan jam malam anak. Kita tunggu perkembangan saja," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SPMB Bantul 2026 menunjukkan fenomena berbeda. Sejumlah SMP kekurangan pendaftar jalur prestasi khusus, sementara sekolah lain kebanjiran peminat.
Pria 44 tahun ditemukan tewas gantung diri di Tegalrejo, Jogja. Polisi pastikan tidak ada tanda kekerasan dari hasil pemeriksaan awal.
Seorang petani di Kulonprogo mengantar anak disabilitas ke job fair Disnaker, berharap sang anak mendapat pekerjaan yang layak dan mandiri.
Oracle memangkas 21.000 karyawan akibat restrukturisasi dan adopsi AI, sebagai bagian efisiensi bisnis cloud dan infrastruktur digital.
Dinkes Sleman rencanakan Raperda KTR masuk Prolegda 2027, atur ruang publik dan keseimbangan hak perokok serta nonperokok.
Pemerintah bebaskan PPN tiket pesawat ekonomi domestik selama libur sekolah 2026 untuk dorong daya beli dan pertumbuhan ekonomi.