Advertisement

Pendapatan Malam Hari dari Pantai Parangtritis dan Depok Ditaksir Rp3 Miliar

Ujang Hasanudin
Selasa, 04 April 2023 - 16:42 WIB
Budi Cahyana
Pendapatan Malam Hari dari Pantai Parangtritis dan Depok Ditaksir Rp3 Miliar Pantai Parangtritis di akhir pekan pada Minggu (21/11/2021) - Harian Jogja/Catur Dwi Janati

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Pariwisata Bantul memprediksi pendapatan asli daerah (PAD) dari Pantai Parangtritis dan Pantai Depok pada malam hari selama setahun ini bisa mencapai Rp3 miliar. Proyeksi itu naik dari tahun lalu yang hanya mencapai Rp2,5 miliar.

Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo mengatakan prediksi pendapatan Rp3 miliar dari Parangtritis-Depok tersebut berdasarkan kunjungan bulanan selama dua tiga hingga bulan terakhir di tahun ini.

Advertisement

“Khusus di TPR parangtritis untuk malam hari rata-rata kunjungan di angka 22.000-25.000, bahkan khusus Januari saja kunjungan mencapai 30.000 dalam sebulan. Kami asumsikan selama tiga bulan PAD mencapai 850 juta. Kalau dikalikan setahun berarti bisa sampai Rp3 miliar,” katanya, saat ditemui di Parasamya, Kompleks Pemkab Bantul, Selasa (4/2/1023).

Kwintarto menjelaskan pendapatan selama setahun khusus pada malam hari di Parangtritis naik dari tahun lalu yang hanya Rp2,5 miliar.

Ia optimistis pendapatan bisa mencapai Rp3 miliar karena penjagaan Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Parangtritis dan Depok sudah lebih optimal berkat kerja sama dengan Pemerintah Kalurahan Parangtritis. TPR selalu dijaga dari pukul 18.00 WIB sampai pagi hari pukul 06.00 WIB.

BACA JUGA: Stadion Mandala Krida Dikategorikan Rusak Berat, Akan Diberi Rp95 Miliar untuk Renovasi

Kwintarto mengatakan selama liburan Lebaran tahun ini, jumlah wisatawan ditarget bisa mencapai sekitar 200.000-250.000 orang dengan PAD sekitar Rp2,2,5 miliar. Target tersebut hanya 10 hari pada cuti Lebaran dari 19 April hingga akhir April 2023.

Ia tidak muluk-muluk menargetkan kunjungan wisatawan tahun ini karena liburan Lebaran kali ini jedanya sebentar dengan ujian sekolah. Setelah lebaran anak-anak sekolah masih menghadapi ujian. Hal itu berbeda dengan 3-4 tahun lalu ketika Lebaran Idulfitri dilanjutkan dengan liburan sekolah sehingga kunjungan wisatawan ke Bantul cukup banyak.

“Karena itu membandingkan kunjungan wisatawan dari tahun sebelumnya dengan tahun ini tidak mungkin sama persis. Kami harus melihat dulu konteksnya terutama hari hari libur. Biasanya bulan-bulan ramai wisatawan itu adalah Mei dan Juni karena berkaitan dengan liburan sekolah,” ujarnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Golkar Beri Instruksi Jusuf Hamka Maju Pilkada DKI Usai Bertemu Kaesang

News
| Jum'at, 19 Juli 2024, 08:27 WIB

Advertisement

alt

Ini Dia Surganya Solo Traveler di Asia Tenggara

Wisata
| Kamis, 18 Juli 2024, 22:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement