Kasus DBD Terbanyak di Gunungkidul Ada di Ponjong, Capai 64 Kasus
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Kondisi pembangunan jalan baru Gunungkidul-Sleman yang melintas di kawasan wisata Air Terjun Kedungkandang di Kalurahan Nglanggeran, Patuk, Minggu (9/4/2023). - Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pengeloa Desa Wisata Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul menyampaikan protes terkait pembukaan jalan baru yang menghubungkan antara Sleman-Gunungkidul melewati destinasi wisata air terjun Kedungkandang. Pasalnya proyek jalan tersebut dikhawatirkan membuat destinasi air terjun menjadi tidak alami lagi.
Pengelola Desa Wisata Nglanggeran, Patuk Gunungkidul Sugeng Handoko mengatakan sebelum adanya pembangunan jalan baru sudah menentang keras jalur yang melintas di Air Terjun Kedungkandang. Pasalnya, berpotensi mengancam keberadaan destinasi wisata di lokasi tersebut.
“Tetapi nyatanya protes saya tidak digubris. Pembangunan jalan terus dan wisata Air Terjun Kedungkandang bakal hilang karena tidak alami lagi,” kata Sugeng kepada wartawan, Minggu (9/4/2023).
BACA JUGA : Air Terjun Kedungkandang Kena Gusur Jalan Baru Gunungkidul-Sleman, Begini Nasibnya
Pelopor Ekowisata Nglanggeran ini menilai eksistensi wisata air terjun yang terancam hilang, tentunya akan mengubah konsep pengembangan wisata di sekitar lokasi. Pada saat dirintis pengembangan lebih ke wisata alam dang glamping, namun adanya pembangunan jalan baru di area tersebut maka konsep yang dulu diusung dirasa tidak lagi pas.
“Sekarang kurang menarik untuk glamping. Jadi, harus dimunculkan ide yang baru lagi,” ungkapnya.
Sugeng mengaku tidak menolak pengembangan infrastruktur yang dilaksanakan oleh Pemerintah. Namun demikian, ia berharap agar programnya bisa sejalan dengan pengembangan desa wisata sehingga butuh kajian mendalam sebelum pembangunan dilaksanakan.
“Aspek lingkungan alam, sosial dan budaya juga harus diperhatikan. Ini sudah terlanjur, jadi untuk jembatan yang melintas di Kedungkandang harus diperhatikan unsur seninya sehingga bisa menjadi daya tarik tersendiri,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Lurah Nglanggeran Widada. Menurutnya saat ini lokasi Air Terjun Kedungkandang tak bisa dikunjungi. Selain airnya sudah surut, juga terdapat proyek pembangunan jalan baru penghubung Gunungkidul-Sleman. Menurut dia, sudah ada komunikasi dengan pengembang dan ada janji akan mengupayakan agar keberadaan destinasi wisata tetap eksis.
BACA JUGA : Jalur Alternatif Gunungkidul-Sleman Bakal Bertambah Lagi
“Syukur-syukur nanti dengan dibangunnya jembatan, maka bisa menjadi daya tarik tersendiri. Saya berharap janji untuk pemulihan dapat diwujudkan, meski tidak seperti pada saat sebelum ada pembangunan,” katanya.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan, sudah melakukan koordinasi dengan warga di Kalurahan Nglanggeran terkait dengan dampak pembangunan jalan. Menurut dia, pembangunan yang dilakukan juga sebagai upaya meningkatkan roda perekonomian di masyarakat dalam bentuk kemudahan akses untuk mobilitas.
“Pengerjaan jalan menjadi program strategis pemerintah, bagian dari membangun peradaban di Gunungkidul. Untuk keberadan wisata nantinya bisa dengan pengembangan konsep yang baru,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Tiongkok menjadi negara dengan gelar juara umum Asian Games terbanyak. Simak daftar gelar Tiongkok, Jepang, dan posisi terbaik Indonesia.
Peneliti UPN Veteran Yogyakarta mengembangkan model branding kopi berbasis kearifan lokal untuk memperkuat daya saing kopi Indonesia di pasar global.
Cara mematikan download otomatis WhatsApp di Android dan iPhone agar foto, video, audio, serta dokumen tidak memenuhi memori HP
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui inisiatif keberlanjutan GoZero% kembali menghadirkan aksi lingkungan bersama masyarakat melalui GoZero%
Timnas voli putra Indonesia hadapi Iran di laga penentu Pool B Asian Games 2026, Selasa 29 September pukul 14.00 WIB. Cek jadwal dan peluangnya.