Hindari Sanksi, Revisi Perda Pajak dan Retribusi Gunungkidul Ditarget Rampung 14 Hari
Pemkab dan DPRD Gunungkidul merampungkan revisi Perda Pajak dan Retribusi dalam 14 hari untuk menghindari sanksi dari Kemendagri.
Kondisi pembangunan jalan baru Gunungkidul-Sleman yang melintas di kawasan wisata Air Terjun Kedungkandang di Kalurahan Nglanggeran, Patuk, Minggu (9/4/2023)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Keberadan objek wisata Air Terjun Kedungkandang di Kalurahan Nglanggeran, Patuk terancam. Pasalnya, objek wisata itu terancam terdampak proyek pembangunan jalan baru penghubung antaran Gunungkidul dengan Sleman.
Salah seorang pengelola wisata di Kalurahan Nglanggeran, Sugeng Handoko mengatakan sebelum adanya pembangunan jalan baru sudah menentang keras jalur yang melintas di Air Terjun Kedungkandang. Pasalnya, berpotensi mengancam keberadaan destinasi wisata di lokasi tersebut.
“Tetapi nyatanya protes saya tidak digubris. Pembangunan jalan terus dan wisata Air Terjun Kedungkandang bakal hilang karena tidak alami lagi,” kata Sugeng kepada wartawan, Minggu (9/4/2023).
Eskistensi wisata air terjun yang terancam hilang, tentunya akan mengubah konsep pengembangan wisata di sekitar lokasi. Pada saat dirintis pengembangan lebih ke wisata alam dang glamping, namun adanya pembangunan jalan baru di area tersebut maka konsep yang dulu diusung dirasa tidak lagi pas.
“Sekarang kurang menarik untuk glamping. Jadi, harus dimunculkan ide yang baru lagi,” ungkapnya.
Sugeng mengaku tidak menolak pengembangan infrastruktur yang dilaksankan oleh Pemerintah. Namun demikian, ia berharap agar programnya bisa sejalan dengan pengembangan desa wisata sehingga butuh kajian mendalam sebelum pembangunan dilaksanakan.
“Aspek lingkungan alam, sosial dan budaya juga harus diperhatikan. Ini sudah terlanjur, jadi untuk jembatan yang melintas di Kedungkandang harus diperhatikan unsur seninya sehingga bisa menjadi daya tarik tersendiri,” katanya.
BACA JUGA: 5,9 Juta Wisatawan Diprediksi Kunjungi DIY di Libur Lebaran 2023
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Lurah Nglanggeran Widada. Menurutnya saat ini lokasi Air Terjun Kedungkandang tak bisa dikunjungi.
Selain airnya sudah surut, juga terdapat proyek pembangunan jalan baru penghubung Gunungkidul-Sleman. Menurut dia, sudah ada komunikasi dengan pengembang dan ada janji akan mengupayakan agar keberadaan destinasi wisata tetap eksis.
“Syukur-syukur nanti dengan dibangunnya jembatan, maka bisa menjadi daya tarik tersendiri. Saya berharap janji untuk pemulihan dapat diwujudkan, meski tidak seperti pada saat sebelum ada pembangunan,” katanya.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan, sudah melakukan koordinasi dengan warga di Kalurahan Nglanggeran terkait dengan dampak pembangunan jalan. Menurut dia, pembangunan yang dilakukan juga sebagai upaya meningkatkan roda perekonomian di masyarakat dalam bentuk kemudahan akses untuk mobilitas.
“Pengerjaan jalan menjadi program strategis pemerintah, bagian dari membangun peradaban di Gunungkidul. Untuk keberadan wisata nantinya bisa dengan pengembangan konsep yang baru,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab dan DPRD Gunungkidul merampungkan revisi Perda Pajak dan Retribusi dalam 14 hari untuk menghindari sanksi dari Kemendagri.
Forum Komunikasi Omah Jaga Warga DIY 2026 memperkuat sinergi pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menjaga ketenteraman serta ketertiban mela
Pemkab Sleman menyerahkan Perbup batas wilayah kepada 17 lurah untuk memperkuat tertib administrasi, kepastian hukum, dan pembangunan daerah.
KPK mengungkap identitas delapan tersangka baru kasus dugaan korupsi proyek jalan Sumut, termasuk mantan Kepala BBPJN Sumut Stanley Cicero Haggard Tuapattinaja.
Pemkab Magelang mendorong TP PKK memperkuat kesehatan keluarga, pencegahan stunting, ekonomi rumah tangga, dan perlindungan anak.
Kontingen Indonesia bertolak ke Jepang untuk Asian Para Games 2026 dengan target 7 emas, 8 perak, dan 17 perunggu.