30 Ban Pengaman Jalur Wediombo Terbakar, Warga Cari Pengganti
Sebanyak 30 ban pengaman di jalur ekstrem menuju Pantai Wediombo, Gunungkidul, terbakar. Warga mengumpulkan ban pengganti untuk mengurangi risiko kecelakaan.
Kondisi pembangunan jalan baru Gunungkidul-Sleman yang melintas di kawasan wisata Air Terjun Kedungkandang di Kalurahan Nglanggeran, Patuk, Minggu (9/4/2023)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Keberadan objek wisata Air Terjun Kedungkandang di Kalurahan Nglanggeran, Patuk terancam. Pasalnya, objek wisata itu terancam terdampak proyek pembangunan jalan baru penghubung antaran Gunungkidul dengan Sleman.
Salah seorang pengelola wisata di Kalurahan Nglanggeran, Sugeng Handoko mengatakan sebelum adanya pembangunan jalan baru sudah menentang keras jalur yang melintas di Air Terjun Kedungkandang. Pasalnya, berpotensi mengancam keberadaan destinasi wisata di lokasi tersebut.
“Tetapi nyatanya protes saya tidak digubris. Pembangunan jalan terus dan wisata Air Terjun Kedungkandang bakal hilang karena tidak alami lagi,” kata Sugeng kepada wartawan, Minggu (9/4/2023).
Eskistensi wisata air terjun yang terancam hilang, tentunya akan mengubah konsep pengembangan wisata di sekitar lokasi. Pada saat dirintis pengembangan lebih ke wisata alam dang glamping, namun adanya pembangunan jalan baru di area tersebut maka konsep yang dulu diusung dirasa tidak lagi pas.
“Sekarang kurang menarik untuk glamping. Jadi, harus dimunculkan ide yang baru lagi,” ungkapnya.
Sugeng mengaku tidak menolak pengembangan infrastruktur yang dilaksankan oleh Pemerintah. Namun demikian, ia berharap agar programnya bisa sejalan dengan pengembangan desa wisata sehingga butuh kajian mendalam sebelum pembangunan dilaksanakan.
“Aspek lingkungan alam, sosial dan budaya juga harus diperhatikan. Ini sudah terlanjur, jadi untuk jembatan yang melintas di Kedungkandang harus diperhatikan unsur seninya sehingga bisa menjadi daya tarik tersendiri,” katanya.
BACA JUGA: 5,9 Juta Wisatawan Diprediksi Kunjungi DIY di Libur Lebaran 2023
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Lurah Nglanggeran Widada. Menurutnya saat ini lokasi Air Terjun Kedungkandang tak bisa dikunjungi.
Selain airnya sudah surut, juga terdapat proyek pembangunan jalan baru penghubung Gunungkidul-Sleman. Menurut dia, sudah ada komunikasi dengan pengembang dan ada janji akan mengupayakan agar keberadaan destinasi wisata tetap eksis.
“Syukur-syukur nanti dengan dibangunnya jembatan, maka bisa menjadi daya tarik tersendiri. Saya berharap janji untuk pemulihan dapat diwujudkan, meski tidak seperti pada saat sebelum ada pembangunan,” katanya.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan, sudah melakukan koordinasi dengan warga di Kalurahan Nglanggeran terkait dengan dampak pembangunan jalan. Menurut dia, pembangunan yang dilakukan juga sebagai upaya meningkatkan roda perekonomian di masyarakat dalam bentuk kemudahan akses untuk mobilitas.
“Pengerjaan jalan menjadi program strategis pemerintah, bagian dari membangun peradaban di Gunungkidul. Untuk keberadan wisata nantinya bisa dengan pengembangan konsep yang baru,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 30 ban pengaman di jalur ekstrem menuju Pantai Wediombo, Gunungkidul, terbakar. Warga mengumpulkan ban pengganti untuk mengurangi risiko kecelakaan.
Angkatan Udara Yordania menyerang persembunyian kelompok teroris di Suriah selatan sebagai balasan atas serangan gereja yang menewaskan delapan orang.
Sultan HB X mempersilakan masyarakat berunjuk rasa di Jogja, tetapi mengingatkan agar demonstrasi tertib, tidak merusak, dan memberi tahu polisi.
Mengenal Harry Kane, striker Inggris yang menjadi pencetak gol terbanyak Tottenham dan meraih berbagai gelar bersama Bayern Muenchen.
Pemerintah menyiapkan stimulus PPN-DTP Rp722 miliar untuk tiket pesawat domestik kelas ekonomi pada periode libur Nataru 2026/2027.
Elektabilitas Golkar mencapai 10,7% dalam survei IPO dan 11,7% versi Voxpol. AMPG menyebut konsolidasi dan kegiatan sosial menjadi fokus kader.