Taman Budaya Sleman Diusulkan Jadi Ikon dan Pusat Informasi Budaya
Mantan Ketua Dewan Kebudayaan Sleman, Dwijo, mendorong Taman Budaya Sleman menjadi pusat informasi komprehensif potensi budaya.
Nico Restandio (kiri) dan Masruri Nurcholis (kanan) sedang berada di Masjid Agung Kulonprogo pada Kamis (20/4/2023).-Harian Jogja/Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, KULONPROGO—Remaja Masjid Agung Kulonprogo akan mengikuti lomba takbir Idulfitri. Menyambut lomba yang akan dimulai di Alun-Alun Wates dan berakhir di Pegadaianpara pemuda itu mempersiapkan diri selama 10 hari.
Salah satu remaja Masjid Agung Kulonprogo, Nico Restandio, mengatakan lomba takbir yang akan diadakan pada Kamis (20/4/2023) malam tersebut diikuti oleh banyak masjid yang ada di Kulonprogo.
“Kami sudah mempersiapkan lomba takbir selama 10 hari sebelum Lebaran. Sudah kami persiapkan untuk baris-berbaris, drumband, dan display. Terkait peserta dari Masjid Agung ada dari PAUD, SD, SMP, dan SMA. Total peserta dari sini ada sekitar 50 orang,” kata Nico saat ditemui di Masjid Agung Kulonprogo pada Kamis (20/4/2023).
Peralatan yang digunakan oleh remaja Masjid Agung Kulonprogo antara lain empat alat senar, tiga alat tenor, dua kuarto, dan satu vibraphone. Instrumen tersebut akan dimainkan dari Alun-Alun Wates, lalu Teteg, Driyan, Wonosidi Kidul, Lor, kemudian ke Pasar Wates, dan berhenti di Kantor Pegadaian.
“Di depan pasar itu nanti kami tampilkan display kami selama sekitar lima menit. Nah, untuk juara lombanya itu kategorinya macam-macam seperti display terbaik, maskot terbaik, dan juara umumnya juga,” katanya.
Remaja Masjid Agung Kulonprogo lain bernama Masruri Nurcholis Hidayat mengatakan ada sekitar 15 masjid yang mengikuti lomba takbir.
“Maskon yang kami ikutsertakan dalam lomba itu konsepnya tentang lafal Allah. Sudah jadi, tapi tidak ada di sini [Masjid Agung],” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mantan Ketua Dewan Kebudayaan Sleman, Dwijo, mendorong Taman Budaya Sleman menjadi pusat informasi komprehensif potensi budaya.
FKPDAS DIY mendorong penyelesaian Pergub Insentif DAS tahun ini untuk memperkuat konservasi dan hubungan hulu-hilir.
Konservasi di Indonesia dinilai masih meminggirkan masyarakat adat. Isu ini dibahas dalam Peoples’ Conservation Summit 2026 di Jogja.
TNI AD menjelaskan kondisi jembatan gantung Pongpet di Pangandaran setelah tali sling penahan jembatan terlepas usai peresmian.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih meninjau jalan rusak sekaligus mendorong percepatan perbaikan dan penyerapan anggaran.
Industri alas kaki kontraksi pada Agustus 2026. Kemenperin mengungkap penyebabnya, mulai dari permintaan ekspor hingga konsumsi domestik yang melambat.