Calon Ketum HIPMI Reynaldo Bryan Dorong Akses Pasar
Akselerasi Pertumbuhan Pebisnis Muda, Calon Ketum HIPMI Reynaldo Bryan Dorong Akses Pasar dan Akses Modal
Ilustrasi kebakaran akibat musim kemarau./JIBI
Harianjogja.com, BANTUL—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terkait dengan potensi kebakaran lahan seiring masuknya musim kemarau.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) DIY memprediksi kemarau tahun ini lebih kering dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Manajer Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Bantul, Aka Luk Luk Firmansyah mengatakan berdarkan prakiraan BMKG bahwa musim kemarau tahun ini lebih kering dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sehingga berbagai upaya antisipasi dampak bencana harus dipersiapkan lebih matang.
Menurutnya, potensi bencana yang kerap muncul pada musim kemarau salah satunya kebakaran lahan. Untuk potensi kebakaran lahan di Bantul diakuinya hampir merata di seluruh wilayah.
Namun, untuk wilayah dengan zona merah terletak di kapanewon Kasihan, Sewon, sebagian Pleret, Piyungan, sebagian Banguntapan, Imogiri, Pundong, Bambanglipuro, Jetis, Pajangan, Bantul, Dlingo, dan Kretek.
“Untuk mencegah terjadinya kejadian kebakaran lahan, kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan yang dapat menjadi penyebab kebakaran lahan, seperti membakar sampah di tengah hutan yang banyak dedaunan kering dan meninggalkan sumber api tanpa pengawasan,” katanya kepada wartawan, Selasa (2/5/2023).
BACA JUGA: Cuaca Panas, BPBD Bantul Ingatkan Potensi Kebakaran
Pihaknya memastikan tujuh pos pemadam kebakran siap siaga 24 jam untuk menanggulangi jika teradi kebakaran, baik kebakaran lahan, permukiman, gudang, maupun pertokoan. Ketuju pos pemadam kebarakan, yakni pos induk BPBD Bantul di Jalan Wahid Hasyim Bantul, kemudian pos pemadam Kasihan, Pos Banguntapan, Pos Piyungan, Pos Imogiri, Pos Pundong, dan Pos Sedayu.
Hampir semua kapanewon ter-cover respons time maksimal 15 menit. Kecuali kapanewon Dlingo dan Srandakan yang letaknya cukup jauh dan saat ini sedang diupayakan untuk mendirikan pos pemadam kebakaran di dua lokasi tersebut.
“Tetapi untuk tujuh sektor pemadam kebakaran yang ada, kami pastikan siap 24 jam untuk memberikan pelayanan kebakaran dan kedaruratan lainnya dengan respon time 15 menit,” ujarnya
Sebelumnya, Kepala Kelompok Data dan Informasi Stasiun Klimatologi BMKG DIY, Etik Setyaningrum mengatakan fenomena La Nina pada Maret 2023 dalam kondisi netral dan diprediksi akan bertahan hingga semester pertama 2023. Sedangkan pada semester kedua, diprediksi akan beralih menjadi El Nino dengan peluang kejadian 50-60%.
Ia menjelaskan anomali suhu muka laut perairan Indonesia (Sea Surface Temperature/SST) pada Maret hingga Mei 2023 didominasi kondisi normal yang kemudian akan beralih menuju anomali positif (hangat) pada Juni hingga Agustus 2023. Monsun Australia diprakirakan mulai memasuki wilayah Indonesia selatan ekuator pada Mei 2023 dengan intensitas relatif sama dengan pola normalnya.
Posisi daerah pertemuan angin di sekitar ekuator (Inter Tropical Convergence Zone/ITCZ) sepanjang April hingga Juli 2023, diprediksi berada di sekitar ekuator hingga sebelah utara garis ekuator dengan posisi sesuai dengan normalnya.
“Berdasarkan kondisi dinamika atmosfer-laut tersebut di atas, diprakirakan awal musim kemarau 2023 DIY terjadi pada April dasarian II meliputi sebagian kecil Kabupaten Sleman bagian barat, sebagian kecil Kabupaten Bantul bagian barat dan Kabupaten Kulonprogo bagian timur,” katanya.
Kemudian April dasarian III meliputi Kulonprogo bagian barat dan selatan. Lalu Mei dasarian I meliputi Kulonprogo bagian utara, sebagian besar Sleman serta sebagian besar Bantul dan Gunungkidul. Sementara puncak musim kemarau 2023 di DIY diprakirakan berlangsung antara Juli hingga Agustus 2023.
“BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat luas untuk lebih siap dan antisipatif terhadap dampak musim kemarau 2023 yang diprakirakan akan lebih kering dibandingkan tahun sebelumnya,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Akselerasi Pertumbuhan Pebisnis Muda, Calon Ketum HIPMI Reynaldo Bryan Dorong Akses Pasar dan Akses Modal
Veda Ega Pratama finis ke-20 di Moto3 Aragon 2026 setelah sempat masuk zona poin. Ia gagal menambah poin dari seri sebelumnya.
Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia menyebut sekitar 7.000 tentara asing dari lebih 70 negara ikut berperang di pihak Ukraina.
Bareskrim Polri menelusuri dugaan TPPO WNI di Jeju yang viral di Instagram. Polri menyebut belum menerima laporan resmi terkait kasus tersebut.
Pengungsi gempa NTT berkurang 4.142 orang menjadi 188.161 orang. BNPB mencatat 111 meninggal dan 95.567 rumah rusak.
MER-C Yogyakarta meresmikan gedung sekretariat baru di Sleman untuk memperkuat kegiatan kemanusiaan dan layanan kesehatan masyarakat.