Kemenhut Pastikan Penanganan Kebakaran TNBTS Berjalan Terpadu
“Untuk pemadaman sekarang, ada tiga helikopter yang sudah beroperasi untuk pemadaman titik api, terutama di kelerengan yang tidak bisa dijangkau oleh pasukan,"
Ilustrasi kebakaran akibat musim kemarau./JIBI
Harianjogja.com, BANTUL—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terkait dengan potensi kebakaran lahan seiring masuknya musim kemarau.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) DIY memprediksi kemarau tahun ini lebih kering dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Manajer Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Bantul, Aka Luk Luk Firmansyah mengatakan berdarkan prakiraan BMKG bahwa musim kemarau tahun ini lebih kering dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sehingga berbagai upaya antisipasi dampak bencana harus dipersiapkan lebih matang.
Menurutnya, potensi bencana yang kerap muncul pada musim kemarau salah satunya kebakaran lahan. Untuk potensi kebakaran lahan di Bantul diakuinya hampir merata di seluruh wilayah.
Namun, untuk wilayah dengan zona merah terletak di kapanewon Kasihan, Sewon, sebagian Pleret, Piyungan, sebagian Banguntapan, Imogiri, Pundong, Bambanglipuro, Jetis, Pajangan, Bantul, Dlingo, dan Kretek.
“Untuk mencegah terjadinya kejadian kebakaran lahan, kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan yang dapat menjadi penyebab kebakaran lahan, seperti membakar sampah di tengah hutan yang banyak dedaunan kering dan meninggalkan sumber api tanpa pengawasan,” katanya kepada wartawan, Selasa (2/5/2023).
BACA JUGA: Cuaca Panas, BPBD Bantul Ingatkan Potensi Kebakaran
Pihaknya memastikan tujuh pos pemadam kebakran siap siaga 24 jam untuk menanggulangi jika teradi kebakaran, baik kebakaran lahan, permukiman, gudang, maupun pertokoan. Ketuju pos pemadam kebarakan, yakni pos induk BPBD Bantul di Jalan Wahid Hasyim Bantul, kemudian pos pemadam Kasihan, Pos Banguntapan, Pos Piyungan, Pos Imogiri, Pos Pundong, dan Pos Sedayu.
Hampir semua kapanewon ter-cover respons time maksimal 15 menit. Kecuali kapanewon Dlingo dan Srandakan yang letaknya cukup jauh dan saat ini sedang diupayakan untuk mendirikan pos pemadam kebakaran di dua lokasi tersebut.
“Tetapi untuk tujuh sektor pemadam kebakaran yang ada, kami pastikan siap 24 jam untuk memberikan pelayanan kebakaran dan kedaruratan lainnya dengan respon time 15 menit,” ujarnya
Sebelumnya, Kepala Kelompok Data dan Informasi Stasiun Klimatologi BMKG DIY, Etik Setyaningrum mengatakan fenomena La Nina pada Maret 2023 dalam kondisi netral dan diprediksi akan bertahan hingga semester pertama 2023. Sedangkan pada semester kedua, diprediksi akan beralih menjadi El Nino dengan peluang kejadian 50-60%.
Ia menjelaskan anomali suhu muka laut perairan Indonesia (Sea Surface Temperature/SST) pada Maret hingga Mei 2023 didominasi kondisi normal yang kemudian akan beralih menuju anomali positif (hangat) pada Juni hingga Agustus 2023. Monsun Australia diprakirakan mulai memasuki wilayah Indonesia selatan ekuator pada Mei 2023 dengan intensitas relatif sama dengan pola normalnya.
Posisi daerah pertemuan angin di sekitar ekuator (Inter Tropical Convergence Zone/ITCZ) sepanjang April hingga Juli 2023, diprediksi berada di sekitar ekuator hingga sebelah utara garis ekuator dengan posisi sesuai dengan normalnya.
“Berdasarkan kondisi dinamika atmosfer-laut tersebut di atas, diprakirakan awal musim kemarau 2023 DIY terjadi pada April dasarian II meliputi sebagian kecil Kabupaten Sleman bagian barat, sebagian kecil Kabupaten Bantul bagian barat dan Kabupaten Kulonprogo bagian timur,” katanya.
Kemudian April dasarian III meliputi Kulonprogo bagian barat dan selatan. Lalu Mei dasarian I meliputi Kulonprogo bagian utara, sebagian besar Sleman serta sebagian besar Bantul dan Gunungkidul. Sementara puncak musim kemarau 2023 di DIY diprakirakan berlangsung antara Juli hingga Agustus 2023.
“BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat luas untuk lebih siap dan antisipatif terhadap dampak musim kemarau 2023 yang diprakirakan akan lebih kering dibandingkan tahun sebelumnya,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
“Untuk pemadaman sekarang, ada tiga helikopter yang sudah beroperasi untuk pemadaman titik api, terutama di kelerengan yang tidak bisa dijangkau oleh pasukan,"
Polisi menyelidiki kematian Ayudiah Rivana, atlet silat Semarang di Porprov Jateng 2026, setelah menjalani operasi patah jari tangan.
Disperindag Sleman menjajaki tenant kuliner dan pusat oleh-oleh di Pasar Prambanan untuk menarik anak muda mulai 2027.
Kelompok muda Jerman Gen Z Regelt menyiapkan demo 31 Oktober dan menuntut pendidikan, perlindungan iklim, serta penolakan wajib militer.
Polda Metro Jaya membebaskan 19 orang yang ditangkap terkait demo Jakarta pada 28 Oktober 2026 setelah pemeriksaan oleh penyidik.
Pemkab Kulon Progo memperkuat koordinasi kehumasan 46 OPD untuk mewujudkan layanan informasi publik yang transparan, adaptif, responsif, dan mudah diakses masya