DPRD Kota Jogja Dorong Potensi Kampung Jadi Penggerak Ekonomi
DPRD Kota Jogja mendorong potensi kampung, UMKM, wisata, seni, dan ekonomi kreatif untuk memperkuat ekonomi serta kesejahteraan warga.
Salah satu instalasi pengolahan limbah di IPAL Sewon yang diklaim bukan menjadi penyebab pencemaran sungai di Kota Jogja, Selasa (2/5/2023). /Istimewan-Dok. Balai Pialam.
Harianjogja.com, JOGJA—Balai Pengelolaan Infrastruktur Air Limbah dan Air Minum Perkotaan (Pialam) mengklaim limbah yang dikelolanya bukan penyebab air sungai di Kota Jogja tercemar.
Kepala Balai Pialam Tri Murtopo menyampaikan hasil pengolahan limbah Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Sewon bukan penyebab pencemaran tersebut. Dia mengatakan selama ini limbah yang dikelola melalui IPAL Sewon dikeluarkan ke Sungai Begog, Bantul. Menurutnya, sungai tersebut merupakan bagian hilir sungai, sehingga tidak mencemari sungai di Kota Jogja.
Selain itu, pengelolaan limbah yang dilakukan telah sesuai mekanisme, sehingga hasil pengolahan yang dikeluarkan ke Sungai Bedog telah sesuai dengan baku mutu.
BACA JUGA : Ini Biang Kerok Pencemaran Sungai dan Embung di Jogja
“Limbah yang cair yang sudah diolah, baku mutunya sudah layak untuk dilepas ke badan air. Meski demikian kami tidak spekulasi begitu saja, [limbah cair yang telah diolah] yang sudah bersih pun untuk mengurangi bakteri e-coli, kami buatkan di rumah dosing untuk menambah desinfektan untuk mengurangi bakteri e-coli, sehingga ke badan airnya di Sungai Bedog relatif sudah baik,” katanya, Selasa (2/5/2023).
Sejak awal tahun 2022, pengelolaan limbah yang ada telah menggunakan sistem Sequencing Batch Reactor (SBR) Batch Reactor. Sistem SBR tersebut merupakan salah satu dari sistem Aerobic Activated Sludge, dimana proses aerasi dan proses sedimentasi dilakukan pada bak yang sama. Limbah yang dapat dikelola berupa tinja, serta limbah domestik rumah tangga.
IPAL Sewon telah mencangkup wilayah Kota Jogja, Sleman dan Bantul. Saat ini sambungan rumah yang telah terpasang di DIY ada 26.339, yang terdiri dari ada 19.245 sambungan rumah di Kota Jogja, 3.872 sambungan rumah di Kabupaten Sleman, dan 3.222 sambungan rumah di Kabupaten Bantul.
BACA JUGA : Ini Daftar Sungai dan Embung yang Tercemar Bakteri E
Hingga kini menurut Tri masih terdapat rumah tangga yang belum terhubung dengan IPAL tersebut, meski lokasinya dilewati jaringan IPAL. Menurutnya, diperlukan kerja sama antar pemerintah kabupaten dan kota di DIY untuk dapat mengoptimalkan pengadaan sambungan rumah tersebut.
Dari total kapasitas 75.000 sambungan rumah atau setara 52.000 meter kubik per hari, rata-rata volume harian limbah yang masuk selama tahun 2022 mencapai 18.000-23.000 meter kubik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Kota Jogja mendorong potensi kampung, UMKM, wisata, seni, dan ekonomi kreatif untuk memperkuat ekonomi serta kesejahteraan warga.
Presiden Prabowo Subianto mengungkap alasan tak langsung datang ke NTT usai gempa M7,7. Ia tak ingin pejabat daerah sibuk menjemput dan fokus warga terganggu.
KPK menggeledah Rektorat Unsoed dan sejumlah rumah tersangka kasus dugaan korupsi PMB jalur Mandiri. Penyidik menyita dokumen dan bukti elektronik.
DPRD) Klaten menggelar rapat paripurna dengan agenda pemungutan dan penghitungan suara calon Wakil Bupati (Wabup) Klaten sisa masa jabatan 2025-2030
Pemkot Jogja memadukan CKG dengan skrining TB untuk menemukan kasus secara dini, menyasar anak kelompok rentan, kontak erat pasien, dan warga berisiko.
Kemenkes mengungkap kualitas udara sejumlah wilayah Indonesia masuk kategori berbahaya akibat karhutla. Palangka Raya mencatat ISPU 573.