BYD M6 Tes Jalan di Bantul, MPV Listrik Tembus 530 Km
BYD gelar test drive MPV listrik BYD M6 di Bantul. Mobil listrik keluarga ini diklaim mampu menempuh 350 km sekali cas.
Direktur Utama PT. BPR Bank Bantul, Heriska Arfiani
Harianjogja.com, BANTUL—Direktur Utama PT. BPR Bank Bantul, Heriska Arfiani mengundurkan diri dari jabatannya. Belum diketahui pasti alasan Heriska hengkang dari bank milik Pemkab Bantul tersebut.
Sekedar diketahui, Heriska baru menjabat sebagai Direktur Utama Bank Bantul sejak 16 Maret 2022 lalu. Padahal jabatannya masih sampai 2027 nanti. Ia bukan orang baru di dunia perbankan. Perempuan kelahiran 3 Oktober 1974 ini bekerja di Bank Bali sejak 1997 lalu atau setahun setelah lulus kuliah dari Universitas Gadjah Mada (UGM).
BACA JUGA: Direktur Utama Bank Bantul Tiba-tiba Mengundurkan Diri, Ada Apa?
Setelah itu, ia bekerja di Dana Simpan Pinjam (DSP) Danamon sebagai unit manajer hingga regional head Bank Danamon sampai 2020 lalu. Kemudian ibu dari seorang anak ini pindah ke Bank BPR Kusuma sebagai direktur bisnis. Kemudian 16 Maret 2022 dipercaya untuk menakhodai BPR Bank Bantul hingga 2027 mendatang. Namun belum sampai masa jabatan habis, Heriska mengundurkan diri.
Harianjogja.com masih berusaha mengubungi Heriska Arfiani terkait pengunduran dirinya dari direktur utama Bank Bantul. Namun belum mendapat respon. Panggilan di nomor teleponnya tidak diangkat. Demikian pesan singkat selular juga belum direspon.
Terpisah, Komisi B DPRD Bantul yang membidangi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Wildan Nafis, kepada wartawan mengakui telah mengetahui informasi pengunduran direktur utama Bank Bantul. “Kami sudah dapat informasi pengunduran diri dirut Bank Bantul hingga digelarnya RPUSLB Bank Bantul,” ujarnya, Rabu (3/5/2023)
Berdasarkan informasi yang ia peroleh bahwa pengunduran diri direktur utama Bank Bantul terkait kinerja dalam memimpin Bank Bantul dan juga ada masalah dalam internal bank plat merah tersebut.
BACA JUGA: Dirut Bank Bantul Mengundurkan Diri, Ada Mosi Tak Percaya?
Ia menjelaskan dari eksternal masalah muncul dari nasabah Bank Bantul dimana para nasabah ini kesulitan untuk mendapatkan utang karena persyaratan yang terkadang berbelit-belit hingga para nasabah ini pindah ke bank lainnya untuk mencari kredit atau hutang.
Selain itu, Wildan melanjutkan bahwa selama kepemimpinan Heriska Arfiani di Bank Bantul, sudah ada tiga pegawai yang punya peran penting di Bank Bantul memilih mengundurkan diri karena tidak sejalan dengan kepemimpinannya.
“Ada juga masalah internal di pegawai Bank Bantul yang rumornya beredar luas seperti mosi tidak percaya kepada Dirut Bank Bantul namun saya tidak akan jauh menyoroti isu mosi tidak percaya itu,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BYD gelar test drive MPV listrik BYD M6 di Bantul. Mobil listrik keluarga ini diklaim mampu menempuh 350 km sekali cas.
Presiden Prabowo Subianto mengungkap alasan tak langsung datang ke NTT usai gempa M7,7. Ia tak ingin pejabat daerah sibuk menjemput dan fokus warga terganggu.
KPK menggeledah Rektorat Unsoed dan sejumlah rumah tersangka kasus dugaan korupsi PMB jalur Mandiri. Penyidik menyita dokumen dan bukti elektronik.
DPRD) Klaten menggelar rapat paripurna dengan agenda pemungutan dan penghitungan suara calon Wakil Bupati (Wabup) Klaten sisa masa jabatan 2025-2030
Pemkot Jogja memadukan CKG dengan skrining TB untuk menemukan kasus secara dini, menyasar anak kelompok rentan, kontak erat pasien, dan warga berisiko.
Kemenkes mengungkap kualitas udara sejumlah wilayah Indonesia masuk kategori berbahaya akibat karhutla. Palangka Raya mencatat ISPU 573.