Pengusaha Baju Muslim di Bantul Raup Omzet Rp1 Miliar dalam Sebulan
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
Ilustrasi jalan amblas di Semoyan, Kalurahan Singosaren, Banguntapan./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL—Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul, Aris Suharyanta menyebut sampai saat ini 40% dari total semua ruas jalan di Bantul mengalami kerusakan. Jika dihitung ada sekitar 650 kilometer yang rusak. Baik rusak ringan, sedang, dan rusak parah.
Sementara terkait dengan anggaran perbaikan, dia mengaku sejauh ini masih sangat terbatas sehingga membutuhkan bantuan anggaran dari Pemerintah Pusat. “Kalau kebutuhan dananya sekitar Rp250 miliar untuk memperbaiki semua ruas jalan yang rusak,” kanya, Minggu (7/5/2023).
Tahun ini, pihaknya baru bisa memperbaiki sekitar 50 kilometer jalan dengan anggaran sekitar Rp2,8 miliar. Perbaikan tersebut hanya tambal sulam. DPUPKP sebenarnya sudah mengajukan permohonan anggaran ke Pemda DIY maupun Pemerintah Pusat. “Yang usulan ke Provinsi DIY, dalam rapat tidak disetujui karena anggaran untuk menangani yang kewenangan provinsi sendiri masih kurang,” katanya. Saat ini tinggal menunggu anggaran dari Pemerintah Pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).
BACA JUGA: Butuh Rp600 Miliar untuk Perbaiki Jalan di Gunungkidul, Pemkab Minta Bantuan Pusat
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, sebelumnya mengatakan bahwa anggaran perbaikan infrastuktur, termasuk di dalamnya infrastruktur jalan dan jembatan tahun ini Rp70 miliar.
Anggaran tersebut dianggap cukup banyak nilainya karena selama 2021 dan 2022 pihaknya sama sekali absen atau tidak membangun infrastruktur akibat adanya refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19.
Kebijakan refosucing anggaran infrastruktur tersebut merupakan instruksi langsung dari Pemerintah Pusat. Mengingat pada tahun ini pandemi sudah cukup mereda, Pemkab bisa kembali mengalokasikan anggaran untuk perbaikan infrastruktur terutama jalan dan jembatan yang menjadi kewenangan kabupaten.
“Kami anggarkan tahun ini Rp70 miliar untuk infrastruktur termasuk untuk ruas jalan dan jembatan. Tahun 2024 akan lebih banyak lagi, dua kali lipat lebih sekitar Rp170 miliar. Ini kami rapel karena selama dua tahun terakhir absen tidak membangun infrastruktur,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
Film Star Wars: The Mandalorian and Grogu hanya meraih skor 61% di Rotten Tomatoes, tetapi tetap dipuji penggemar Star Wars.
Jadwal KA Bandara YIA menuju Stasiun Tugu Yogyakarta dan sebaliknya pada 19 Mei 2026, lengkap dari pagi hingga malam hari.
Nyeri dada seperti ditusuk bisa menjadi tanda robekan aorta mematikan. Dokter mengingatkan penanganan cepat penting untuk mencegah kematian.
Harga emas Pegadaian hari ini naik. Emas Antam tembus Rp2,887 juta per gram, UBS Rp2,845 juta, dan Galeri24 Rp2,782 juta.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.