Pilur Gunungkidul 26 September, Surat Suara Mulai Masuk Tahap Pencetakan
Surat suara Pilur Gunungkidul mulai masuk tahap pencetakan setelah 91 calon lurah ditetapkan di 31 kalurahan dengan 120.887 pemilih.
Pengendara motor melintas di jalan Bobung, Putat, Patuk, Minggu (7/5/2023)./Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Warga Dusun Bobung di Kalurahan Putat, Kapanewon Patuk mengeluhkan kondisi jalan yang semakin rusak akibat sering dilalui kendaraan proyek pembangunan jalan alternatif Gunungkidul-Sleman di wilayah tersebut. Warga berharap kerusakan bisa diperbaiki sehingga tidak mengganggu saat beraktivitas.
Kepala Dusun Bobung, Ari Iswanto mengatakan sejak dimulainya pembangunan jalur alternatif Gunungkidul-Sleman di ruas Bobung-Kedungkandang, aktivitas kendaraan bermuatan material pembangunan jalan meningkat pesat. Hal ini berdampak terhadap kondisi jalan di wilayahnya yang mengalami kerusakan.
Menurut dia, kondisi ini sangat memprihatinkan karena berlubang di jalanan yang berbahaya bagi warga karena rawan terjadi kecelakaan. Adapun kerusakan terparah berada di sekitar jembatan Bobung karena kondisi banyak lubang dan di sisi lain jalurnya berupa tanjakan. “Kemungkinan sering dilalui kendaraan berat pembawa material proyek sehingga rusaknya bertambah parah,” kata Ari, Minggu (7/5/2023).
BACA JUGA: Pemerintah Ambil Alih Penanganan Jalan Rusak di Lampung
Dia berharap kerusakan ini bisa diperbaiki oleh rekanan yang mengerjakan proyek jalur alternatif Gunungkidul-Sleman. Permintaan ini sudah dibuatkan surat resmi yang ditandatangani oleh Lurah Putat.
Inti dari surat ini meminta kepada pelaksana proyek untuk bertanggungjawab. Hal tersebut dikarenakan kerusakan jalan tidak lepas lalu lalang kendaraan proyek yang melintasi jalan di Bobung.
“Kami ingin ada perbaikan dan pelaksana proyek harus memperbaikinya dengan diaspal. Mudah-mudahan bisa direalisasikan,” katanya.
Salah seorang warga Gedangsariyang kebetulan melintas di jalan Bobung, Sumanto mengakui kondisi jalan berlubang dan membahayakan pengendara. “Biar aman harus diperbaiki sehingga jalannya tidak lagi rusak,” katanya.
Sumanto mengaku sering melintas di jalur Bobung dikarenakan merupakan jalan tercepat menuju Kota Jogja. Sebelum dibangun jalan baru penghubung Gunungkidul-Sleman (yang masih dalam proses) harus lewat jalan Nglipar-Sambipitu, namun sekarang bisa lebih cepat adanya jalan baru.
“Meski belum selesai, tetapi sudah membantu karena bisa lebih cepat. Mudah-mudahan dengan jalan baru maka akses semakin mudah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Surat suara Pilur Gunungkidul mulai masuk tahap pencetakan setelah 91 calon lurah ditetapkan di 31 kalurahan dengan 120.887 pemilih.
25 merek beras fortifikasi ditarik dan izinnya dicabut. Mendag Budi Santoso memastikan stok beras di ritel tetap aman.
Taman Kuliner Wonosari diperluas dengan pembangunan 90 kios senilai Rp783,084 juta yang ditargetkan rampung awal Desember 2026.
Kopaska dan Dislambair TNI AL menemukan bukti di lokasi karam KM Virgo Transport 8 untuk mendukung investigasi KNKT.
Dasco menyebut ketum parpol belum menentukan parliamentary threshold dalam RUU Pemilu. Gerindra sebelumnya menyatakan setuju PT 5%.
SMAN 1 Sentolo menjelaskan penanganan dugaan pelecehan oleh oknum satpam dan memastikan petugas tersebut dinonaktifkan mulai 17 September.