Advertisement
Penemuan Bayi Laki-laki Bikin Geger Warga Piyungan
Foto Ilustrasi. - Ist/Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Warga Dusun Padangan RT 02, Sitimulyo, Piyungan Bantul digegerkan dengan penemuan bayi jenis kelamin laki-laki pada Sabtu (27/5/2023) pagi.
Kasi Humas Polres Bantul Iptu I Nengah Jeffry mengatakan, bayi itu ditemukan sekitar pukul 07.30 Wib di depan rumah seorang warga. Umur bayi kurang lebih sekitar enam jam.
Advertisement
"Benar ditemukan bayi dengan identitas laki-laki dengan umur sekitar enam jam di Dusun Padangan RT 02, Sitimulyo, Piyungan Bantul," kata Jeffry.
BACA JUGA: Harus Menanggung Beban Sendiri, Ibu di Bantul Karang Cerita Temukan Bayi di Depan Rumah
Jeffry menjelaskan, bayi itu pertama kali ditemukan oleh warga sekitar. Pada pukul 04.00 Wib warga mendengar suara tangisan bayi dari luar dan mengira tangisan tersebut dari bayi tetangganya.
Selanjutnya sekitar pukul 06.00 Wib warga itu kembali mendengar tangisan lagi. Ia lantas memanggil warga lainnya untuk mengecek suara tangisan bayi tersebut. Kemudian setelah dicek ditemukan bayi di atas kursi dengan beralaskan sarung.
"Warga kemudian menghubungi pemilik rumah dan Polsek Piyungan serta Puskesmas setempat," jelasnya.
BACA JUGA: Polisi Tangkap Mahasiswi PTS Jogja Pembuang Bayi di Tempat Sampah
Bayi itu kemudian ditangani oleh dr.Kurnia Fajar C dari Puskesmas Piyungan dan dirujuk ke RSUD Panembahan Senopati Bantul untuk perawatan lebih lanjut.
"Kami masih melakukan penyelidikan terkait siapa yang membuang bayi tersebut," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Mudik Lebaran 2026: Ini Daftar Tarif Tol dan Diskon hingga 30 Persen
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Kurda Jadi Senjata untuk Penguatan Modal UMKM di Gunungkidul
- Diduga Tawuran Pelajar di Mergangsan Jogja, Satu Remaja Diamankan
- Permohonan Uji KIR di Jogja Naik 17 Persen Jelang Mudik Lebaran
- DIY Punya 420 Ribu UKM, Gekrafs Dorong Ekosistem Industri Kreatif
- Jelang Lebaran, Kasus Penyebaran DBD di Gunungkidul Melandai
Advertisement
Advertisement








