BPBD Kota Jogja Aktifkan Lagi Kentungan untuk Peringatan Bencana
BPBD Kota Jogja mendorong pengaktifan kembali kentongan sebagai alat peringatan dini bencana berbasis masyarakat saat komunikasi terganggu.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) DIY telah memberikan pendampingan psikologis dan hukum kepada 17 anak korban pencabulan di Kabupaten Sleman.
Kepala UPT PPA DIY Beni Kusambodo menyampaikan setelah mengetahui kasus tersebut, timnya segera melakukan tindak lanjut dengan berupaya menjangkau para korban.
“Setelah mengetahui adanya kasus ini, Balai PPA DIY segera berkoordinasi dengan UPT PPA lainnya untuk melakukan penjangkauan ke para korban serta berkoordinasi dengan pihak kepolisian,” katanya, Jumat (2/6/2023).
BACA JUGA : Bejat! Pria di Kalasan Sleman Diduga Cabuli 10 Anak
Saat ini menurut Beni para korban telah diberikan pendampingan oleh psikolog secara komprehensif. Selain itu, pendampingan hukum juga diberikan kepada para korban.
Beni pun berharap agar keluarga dan masyarakat dapat turut serta mendukung proses pemulihan para korban. Menurut Beni, agar kasus serupa tidak terjadi kembali, perlu ada upaya dari keluarga dan masyarakat untuk mengawasi pergaulan anak-anaknya.
“Untuk mencegah berulangnya kejadian serupa, perlu pelibatan ekstra dari pihak keluarga serta masyarakat dalam pengawasan dan pencegahan terjadinya kekerasan seksual, selain upaya Pemda DIY maupun kabupaten/kota melalui instansi terkait dengan komunikasi, informasi dan edukasi terkait pencegahan kekerasan seksual,” katanya.
Sebelumnya Seorang pria ditangkap polisi karena diduga mencabuli belasan anak di bawah umur di apartemen miliknya. Para korban yang rerata berusia 13-17 tahun menerima ajakan pelaku karena iming-iming sejumlah uang.
Wadirreskrimum Polda DIY, AKBP K. Tri Panungko menjelaskan tersangka adalah BM, 54, warga Bantul. BM yang kesehariannya memiliki usaha toko ini mencabuli para korban di sebuah apartemen yang ia sewa di wilayah Sleman, dalam rentang waktu Juli 2022 hingga Januari 2023.
BACA JUGA : Pengusaha Toko Cabuli Belasan Remaja di Apartemennya
Kasus ini pertama kali terungkap oleh seorang guru salah satu sekolah di Sleman yang memeriksa ponsel para pelajar yang kedapatan membolos.
Di ponsel salah satu siswi, guru tersebut mendapati chat di sebuah aplikasi yang membahas foto telanjang korban. “Guru itu lalu melaporkan ke Polda DIY dan kami tindaklanjuti,” ujarnya, Senin (29/5/2023).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Kota Jogja mendorong pengaktifan kembali kentongan sebagai alat peringatan dini bencana berbasis masyarakat saat komunikasi terganggu.
Bulog menyebut harga gabah hingga Rp9.000 per kg dan terbatasnya panen memicu kenaikan harga beras. Sebanyak 300.000 ton beras premium disiapkan.
Kemenkeu mencatat realisasi bansos Rp115,8 triliun per September 2026, mencakup PKH, Kartu Sembako, PIP, KIP Kuliah, dan PBI JKN.
PSIM Jogja menjamu Persija Jakarta di SSA, Sabtu (10/10/2026), dengan misi meraih kemenangan pertama di Super League 2026/2027.
Pelaku UMKM dapat meningkatkan penjualan online melalui pengelolaan waktu, diversifikasi produk, dan pemanfaatan fitur live streaming untuk menarik konsumen
Raul Fernandez mencetak rekor lap MotoGP di Sirkuit Mandalika dengan waktu 1 menit 28,725 detik dalam sesi latihan Jumat.