Memetri Kaistimewan DIY ke-14, Senam Lansia Digelar di Paseban Bantul
Senam bersama menjadi salah satu rangkaian kegiatan Memetri Kaistimewan DIY dalam memperingati 14 tahun Undang-Undang Keistimewaan (UUK) DIY.
Petani cabai di Gadingsari, Sanden, Bantul memanen cabai di lahan pertaniannya, Rabu (7/6/2023)./Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, BANTUL—Harga cabai yang anjlok memang menguntungkan konsumen. Tetapi tidak dengan petani.
Para petani cabai di Gadingsari, Sanden, justru mengeluhkan anjloknya harga jual cabai yang kini mencapai Rp11.000 per kilogram (kg). Menurut mereka, harga itu dinilai terlalu rendah dan membuat petani merugi.
Rubinah, 46, salah seorang petani mengaku harga itu sudah berlangsung sejak beberapa hari terakhir. Mau tidak mau dia harus tetap memanen cabai meski dengan harga yang murah lantaran takut berpengaruh pada tanamannya. "Ya mesti tetap dipanen, kan sayang kalau tidak. Tetapi tetap saja belum balik modal," katanya, Rabu (7/6/2023).
Lahan pertanian Rubinah kurang lebih seluas 0,5 hektare yang semuanya ditanami cabai. Dia mengaku membutuhkan modal Rp5 juta-Rp10 juta untuk menyiapkan tanaman itu sampai dengan masa panen. Namun, harga jual cabai malah anjlok saat masa panen tiba. "Biasanya di angka Rp45.000-Rp50.000 [per kilogram]. Harapan saya ya bisa naik, jangan murah sekali," ujarnya.
BACA JUGA: Harga Cabai Rawit Makin Pedas, Tembus Rp42.000
Dalam seminggu dia bisa memanen cabai sebanyak tiga kali dengan jumlah 50-100 kg sekali panen. Hanya saja jumlah itu disebut dia belum mampu membuat balik modal dengan harga jual yang terlalu murah. "Sekarang masih sedikit panennya, tapi ya sekali tiga hari panen lagi," ungkapnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bantul Joko Waluyo menerangkan, anjloknya harga cabai itu lantaran permintaan yang turun saat masa panen raya. Stok yang melimpah tak sebanding dengan permintaan. inilah yang menyebabkan harga cabai terjun bebas.
Dia mengklaim di harga segitu petani memang rugi, tetapi hanya sedikit. "Perkiraan kami balik modalnya itu di harga jual Rp13.000 per kg," katanya.
Joko menyebut, menjelang Iduladha, harga jual cabai diharapkan kembali meningkat di tingkatan petani lantaran permintaan yang kembali melonjak. "Sebentar lagi kan Lebaran haji, prediksi kami harga jual cabai kembali naik karena permintaan yang tinggi."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Senam bersama menjadi salah satu rangkaian kegiatan Memetri Kaistimewan DIY dalam memperingati 14 tahun Undang-Undang Keistimewaan (UUK) DIY.
Harga emas Pegadaian hari ini, Jumat 21 Agustus 2026, mencakup Antam, Galeri 24, dan UBS beserta harga buyback.
Mitsubishi siapkan tiga varian Pajero: SUV body-on-frame 2026, crossover kompak pesaing RAV4 2028, dan Pajero Mini kei car 2030.
Lima wakil Indonesia di perempat final BWF 2026: Fajar/Fikri, Alwi Farhan, dan lainnya, di New Delhi
Tanggal 21 Agustus 2026 diperingati sebagai Hari Juang Polri, Hari Maritim Nasional, dan Hari Peringatan Korban Terorisme. Simak sejarah dan makna di balik hari
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.