25 KK Transmigran Sleman di Arongo Minta Kepastian Hak Lahan
Bupati Sleman dan Konawe Selatan bahas solusi transmigran Arongo. 25 KK asal Sleman minta kepastian hak lahan.
Ilustrasi dropping air kulonprogo /JIBI-Sunaryo Haryo Bayu
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dampak kemarau panjang tahun ini sudah dirasakan warga di wilayah Kulonprogo. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo menerima permintaan dropping air untuk Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo.
Kepala BPBD Kulonprogo, Joko Satya Agus Nahrowi mengatakan hingga kini sudah ada kalurahan yang meminta dropping air yaitu di Kalurahan Purwosari, Girimulyo dengan satu tangki 3000 liter dari BPBD dan dua tangki dari PDAM.
BACA JUGA: Warga Mulai Kesulitan Air Bersih, Kapanewon Tepus Siapkan Droping Air Bersih
Jika permintaan air terus meningkat, katanya, BPBD akan menggunakan dana belanja tak terduga (BTT) yang dianggarkan Rp7 miliar. Jumlah tersebut dirasa sangat cukup untuk mengatasi persoalan kebencanaan utamanya krisis air.
"Hanya saja, penggunaan BTT harus berlandaskan SK Tanggap Darurat Bupati. Sampai saat ini permintaan dropping air baru dilakukan di satu kalurahan, ini belum memenuhi kriteria tanggap darurat," katanya, Minggu (11/6/2023).
BPBD memprediksi ada sekitar 105.000 Kepala Keluarga (KK) yang bakal kesulitan mengakses air bersih di wilayah Kulonprogo pada kemarau tahun ini. Saat kemarau 2018 lalu, katanya, hampir 70% wilayah di Kulonprogo mengalami krisis air.
"Kalau melihat tahun ini, krisis air akan terjadi lebih banyak daripada tahun 2018, karena memang kemaraunya lebih kering. Setidaknya ada ratusan ribu KK yang akan terdampak,” katanya.
BPBD juga memetakan beberapa kapanewon yang menjadi titik langganan kekeringan antara lain seluruh wilayah Kapanewon Kokap, Girimulyo, Samigaluh, dan Kalibawang. Kemudian, sebagian wilayah Kapanewon Temon, Pengasih, Nanggulan, Sentolo, Lendah dan Galur.
BACA JUGA: El Nino Semakin Menguat, Waspadai Kekeringan selama Kemarau Tahun Ini
"Sumur bor yang pernah dibuat di Sidomulyo pun tidak akan mampu mencukupi kebutuhan banyak KK. Hanya warga sekitar yang berlangganan saja yang mendapat manfaat," katanya.
Begitu juga dengan Sungai Progo yang melintas di Kalurahan Ngentakrejo, Lendah pun akan mengalami penurunan debit air. Nahrowi menerangkan Kulonprogo sejatinya dapat memompa air dari Bendung Bener, Purworejo yang terletak di samping Gunung Gajah, Padukuhan Tegaring II, Kalurahan Hargotirto, Kokap.
“Hanya saja untuk tahun 2023 masih belum bisa mengambil dari Bendung Bener. Soalnya masih dalam proses membendung,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Sleman dan Konawe Selatan bahas solusi transmigran Arongo. 25 KK asal Sleman minta kepastian hak lahan.
Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta menunda keberangkatan 89 calon haji nonprosedural yang memakai visa kerja hingga iqama.
Veda Ega Pratama tetap berada di posisi lima besar klasemen Moto3 2026 usai finis kedelapan pada seri Catalunya di Spanyol.
Kemenag menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026 sehingga Idul Adha 2026 dirayakan Rabu, 27 Mei 2026.
Keraton Jogja gelar konser YRO di Jakarta bertajuk Gregah Nusa. Angkat semangat kebangkitan budaya dan identitas bangsa.
Pemkot Jogja bedah rumah warga dengan genting daur ulang. Ramah lingkungan, tahan lama, dan bantu kurangi sampah kota.