Kejahatan Jalanan Sleman Stabil, Kasus Sajam Naik 75 Persen
Kejahatan jalanan Sleman Januari-Juli 2026 tetap 10 kasus, tetapi perkara senjata tajam naik 75 persen dibandingkan periode yang sama 2025
Ilustrasi dropping air kulonprogo /JIBI-Sunaryo Haryo Bayu
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dampak kemarau panjang tahun ini sudah dirasakan warga di wilayah Kulonprogo. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo menerima permintaan dropping air untuk Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo.
Kepala BPBD Kulonprogo, Joko Satya Agus Nahrowi mengatakan hingga kini sudah ada kalurahan yang meminta dropping air yaitu di Kalurahan Purwosari, Girimulyo dengan satu tangki 3000 liter dari BPBD dan dua tangki dari PDAM.
BACA JUGA: Warga Mulai Kesulitan Air Bersih, Kapanewon Tepus Siapkan Droping Air Bersih
Jika permintaan air terus meningkat, katanya, BPBD akan menggunakan dana belanja tak terduga (BTT) yang dianggarkan Rp7 miliar. Jumlah tersebut dirasa sangat cukup untuk mengatasi persoalan kebencanaan utamanya krisis air.
"Hanya saja, penggunaan BTT harus berlandaskan SK Tanggap Darurat Bupati. Sampai saat ini permintaan dropping air baru dilakukan di satu kalurahan, ini belum memenuhi kriteria tanggap darurat," katanya, Minggu (11/6/2023).
BPBD memprediksi ada sekitar 105.000 Kepala Keluarga (KK) yang bakal kesulitan mengakses air bersih di wilayah Kulonprogo pada kemarau tahun ini. Saat kemarau 2018 lalu, katanya, hampir 70% wilayah di Kulonprogo mengalami krisis air.
"Kalau melihat tahun ini, krisis air akan terjadi lebih banyak daripada tahun 2018, karena memang kemaraunya lebih kering. Setidaknya ada ratusan ribu KK yang akan terdampak,” katanya.
BPBD juga memetakan beberapa kapanewon yang menjadi titik langganan kekeringan antara lain seluruh wilayah Kapanewon Kokap, Girimulyo, Samigaluh, dan Kalibawang. Kemudian, sebagian wilayah Kapanewon Temon, Pengasih, Nanggulan, Sentolo, Lendah dan Galur.
BACA JUGA: El Nino Semakin Menguat, Waspadai Kekeringan selama Kemarau Tahun Ini
"Sumur bor yang pernah dibuat di Sidomulyo pun tidak akan mampu mencukupi kebutuhan banyak KK. Hanya warga sekitar yang berlangganan saja yang mendapat manfaat," katanya.
Begitu juga dengan Sungai Progo yang melintas di Kalurahan Ngentakrejo, Lendah pun akan mengalami penurunan debit air. Nahrowi menerangkan Kulonprogo sejatinya dapat memompa air dari Bendung Bener, Purworejo yang terletak di samping Gunung Gajah, Padukuhan Tegaring II, Kalurahan Hargotirto, Kokap.
“Hanya saja untuk tahun 2023 masih belum bisa mengambil dari Bendung Bener. Soalnya masih dalam proses membendung,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kejahatan jalanan Sleman Januari-Juli 2026 tetap 10 kasus, tetapi perkara senjata tajam naik 75 persen dibandingkan periode yang sama 2025
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya, berdasarkan data resmi KAI Access.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo 28 Agustus 2026 dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 25 Agustus 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Suzuki menegaskan belum akan mengubah Jimny menjadi mobil listrik. Karakter off-road dan mesin bensin dinilai menjadi identitas utama SUV ikonik tersebut.
Meta dikabarkan segera meluncurkan Hatch, platform agen AI konsumen yang dipersiapkan untuk bersaing dengan OpenAI dan Anthropic. Simak fitur dan strateginya.